SDM dengan Value Syariah Makin Dibutuhkan

Pertumbuhan jaringan kantor perbankan syariah yang terus melesat, dari data Bank Indonesia (BI), diketahui bahwa tahun 2011 terjadi pertumbuhan bank umum syariah (BUS). BI mencatat kini terdapat 1.268 jaringan kantor BUS dengan komposisi 11 kantor pusat, 323 kantor pusat operasional, 716 kantor cabang pembantu dan 215 kantor kas. Continue reading “SDM dengan Value Syariah Makin Dibutuhkan”

Institusi Syariah harus Paham KDPPLKS

Dalam perkembangannya,  standar akuntansi keuangan yang digunakan di Indonesia meliputi PSAK Umum (hasil konvergensi ke IFRS), PSAK Syariah, PSAK ETAP, dan SAK Pemerintah.  Khususnya PSAK syariah, digunakan oleh entitas syariah dan entitas konvensional yang melakukan transaksi syariah. Hal ini ditandai dengan lahirnya PSAK syariah 101-106 yang disahkan tanggal 27 Juni 2007 dan berlaku mulai tanggal 1 Januari 2008. PSAK syariah ini sekaligus menggantikan PSAK 59 yang kala itu hanya untuk entitas perbankan syariah saja (baca juga http://blog.stie-mce.ac.id/istutik/2010/11/18/mengungkap-sak-syariah/ ). Dalam tahun ini, DSAS mengeluarkan PSAK 110 yang diharapkan dapat diterapkan mulai 1 Januari 2012 (baca selengkapnya di http://blog.stie-mce.ac.id/istutik/2011/10/17/akuntansi-sukuk-prestasi-gemilang-dsas/ ). Continue reading “Institusi Syariah harus Paham KDPPLKS”

Akuntansi Sukuk, prestasi Gemilang DSAS

Sukuk sudah dikenal di kalangan warga kampus STIE Malangkucecwara beberapa tahun yang lalu bersamaan dengan adanya seminar yang diselenggarakan Institusi bekerja sama dengan reksa dana x yang bertujuan untuk mensosialisasikan tentang surat berharga syariah yang diterbitkan oleh Pemerintah. Menurut fatwa nomor 32/DSN-MUI/IX/2002, Dewan Syariah Nasional MUI mendefinisikan sukuk sebagai surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan emiten kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan emiten membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil, margin atau fee, serta membayar kembali dana obligasi saat jatuh tempo. Continue reading “Akuntansi Sukuk, prestasi Gemilang DSAS”

Transaksi Gadai Syariah, Menggunakan PSAK Syariah yang Mana ?

Akhir-akhir ini makin marak produk gadai syariah ditawarkan oleh bank syariah di Indonesia, seperti Bank Syariah Mandiri (BSM) http://www.syariahmandiri.co.id/category/small-micro-business/gadai-emas-bsm/,   BNI Syariah http://www.bnisyariah.tripod.com/ind_gadai-emas-syariah.html , CIMB Niaga Syariah http://www.cimbniaga.com/index.php?ch=&pg=cs_p_fn_fin&ac=6&tpt=syariah. BRI Syariah Surabaya saja melalui produk gadai syariahnya berhasil  mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp 398 M, sementara hingga triwulan III/2011 tercatat penyaluran pembiayaan mencapai Rp580 M, begitu juga gadai emas syariah (GES) Danamon yang baru diresmikan pertengahan tahun 2010 sudah berani menargetkan  gadai emas bakal meningkat hingga Rp 150 M di tahun 2011. Continue reading “Transaksi Gadai Syariah, Menggunakan PSAK Syariah yang Mana ?”

Prinsip Akuntansi dalam Perspektif Islam

Dengan penduduk mayoritas muslim, menjadikan potensi besar bagi perkembangan bisnis berbasis syariah. Jika dilihat dari data di Bank Indonesia menunjukkan bahwa pertumbuhan bank syariah beserta produk-produknya pada 10 tahun terakhir meningkat pesat.  Tentu dengan dukungan dan kekuatan dari masyarakat menjadikan sistem ekonomi Islam di Indonesia relatif lebih kokoh dibanding dengan negara Islam, yang mana negara-negara tersebut melahirkan akuntansi syariah dari basis kekuatan pemerintahannya. Continue reading “Prinsip Akuntansi dalam Perspektif Islam”

Konsep Akuntansi dalam Perspektif Islam

Jika tahun 1992, dianggap sebagai tahun lahirnya bank syariah di Indonesia yang mana tahun tersebut Bank Muamalat Indonesia (BMI) sebagai bank Islam pertama di Indonesia lahir dengan payung hukum Undang Undang RI No. 7 Tahun 1992, maka hampir 20 tahun sudah institusi syariah diakui keberadaannya di Indonesia. Continue reading “Konsep Akuntansi dalam Perspektif Islam”

Perlakuan Akuntansi: Transaksi Ijarah

Beberapa lembaga keuangan telah menerapkan akad Ijarah dalam dalam produk yang ditawarkannya. Bank Muammalat Indonesia menawarkan pemilikan rumah dengan akad ijarah, BNI’46 Syariah dan Bank Syariah Mandiri (BSM) menawarkan gadai emas dengan akad Ijarah. Continue reading “Perlakuan Akuntansi: Transaksi Ijarah”

Perlakuan Akuntansi: Transaksi Musyarakah

Selain transaksi Mudharabah, transaksi Musyarakah juga menggunakan sistem bagi hasil ( http://blog.stie-mce.ac.id/istutik/2010/12/15/sistem-bagi-hasil-hasil-yang-mana/ ). Musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu, dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan ketentuan bahwa keuntungan dibagi berdasarkan nisbah bagi hasil yang didasarkan pada gross profit atau net profit., sedangkan kerugian berdasarkan proporsi kontribusi dana. Continue reading “Perlakuan Akuntansi: Transaksi Musyarakah”

Perlakuan Akuntansi: Transaksi Mudharabah (2)

Dengan terbatasnya lapangan kerja, mempengaruhi dunia pendidikan untuk tidak sekedar mencetak calon pegawai tetapi juga calon entrepreneur, yang nantinya justru menjadi pencipta lapangan kerja. Modal skill dan jiwa entrepreneur saja memang belum cukup, harus didukung dengan modal dana. Bagi pengusaha mikro memungkinkan melakukan kerjasama dengan pihak lain untuk mendapatkan 100% kebutuhan modal (misal: perbankan). Continue reading “Perlakuan Akuntansi: Transaksi Mudharabah (2)”

Perlakuan Akuntansi: Transaksi Mudharabah (1)

Produk unggulan perbankan syariah adalah transaksi yang menggunakan prinsip bagi hasil, seperti transaksi dengan akad Mudharabah.Transaksi Mudharabah merupakan akad kerjasama usaha antara pemilik dana dan pengelola dana untuk melakukan kegiatan usaha. Institusi pemilik dana membiayai seluruh modal usaha yang dibutuhkan oleh institusi yang mengelola usaha tersebut. Pengelola dana berkewajiban melaksanakan usaha sesuai dengan akad yang disepakati, agar dapat menghasilkan keuntungan sesuai dengan yang diproyeksikan. Continue reading “Perlakuan Akuntansi: Transaksi Mudharabah (1)”