Bentuk Joint Venture dalam PSAK 12 (Revisi 2009)

Pada tulisan sebelumnya di http://blog.stie-mce.ac.id/istutik/2011/07/30/psak-12-revisi-2009-bagian-partisipasi-dalam-ventura-bersama/ , telah dijelaskan secara singkat tentang joint venture atau ventura bersama. Lebih lanjut ayo, kita kupas untuk masing-masing bentuk joint venture yang diatur dalam PSAK 12 (Revisi2009).

Pada PSAK 12 (Revisi 2009), ruang lingkup pengendalian bersama pada joint venture, meliputi : (1) pengendalian bersama operasi; (2) pengendalian bersama aset; dan (3) pengendalian bersama entitas.

Dalam setiap bentuk joint venture selalu ada perjanjian kontraktual  yang memuat persyaratan pengendalian bersama dan juga untuk memastikan bahwa tidak ada venturer yang secara sepihak melakukan pengendalian aktivitas sendiri. Joint venture dapat menentukan salah satu venturer untuk menjadi manajer  atau operator (managing partner), tugas dan kewenangannya sebatas menjalankan kebijakan keuangan dan operasinal yang telah disepakati bersama para venturer.

1. Pengendalian Bersama Operasi (PBO)

Joint venture dengan pengendalian bersama operasi, umumnya melibatkan penggunaan asset dan sumber daya lainnya oleh venturer. Dalam hal ini setiap venturer dapat menggunakan asset tetap dan persediaannya untuk melaksanakan operasi joint venture. Aktivitas joint venture. dapat dilaksanakan oleh karyawan venturer bersamaan dengan aktivitas venturer yang sejenis. Dalam hal ini pengendalian bersama operasi akan diikuti dengan perjanjian yang didalamnya memuat tentang,

  1. Venturer menanggung beban dan kewajiban dan memperoleh pembiayaan, yang mewakili kewajibannya.
  2. Pembagian atas pendapatan dari penjualan produk bersama dan beban yang terjadi antar venture.

Pada laporan keuangan venturer diakui aset yang digunakan untuk operasi joint venture dan kewajiban yang ditanggung, dan juga beban yang ditanggung dan bagian pendapatan yang diperoleh dari penjualan barang dan jasa joint venture. Pencatatan akuntansi pada joint venture dengan pengendalian bersama operasi (PBO) dilakukan dengan cara berikut,

  • Catatan akuntansi terpisah tidak disyaratkan karena tidak perlu ada laporan keuangan untuk PBO, namun
  • Perlu disusun pertanggungjawaban manajemen sehingga dapat menilai kinerja PBO

2. Pengendalian Bersama Aset (PBA)

Joint venture dengan kontrak pengendalian bersama aset atau kepemilikan bersama asset berarti asset tersebut oleh venture atas satu atau lebih aset yang dikontribusikan kepada atau diperoleh untuk tujuan dari joint venture dan didedikasikan untuk tujuan joint venture pula. Aset tersebut digunakan untuk memperoleh manfaat bagi venturer. Setiap venturer dapat mengambil suatu bagian keluaran dari aset dan menanggung suatu bagian yang disetujui dari beban yang terjadi.

Banyak aktivitas dalam industri ekstraksi minyak, gas dan mineral melibatkan pengendalian bersama aset. Misalnya, sejumlah perusahaan yang memproduksi minyak mengendalikan dan mengoperasikan bersama suatu pipa saluran minyak. Setiap venturer menggunakan pipa saluran tersebut untuk mengangkut produknya dan menanggung proporsi yang disetujui dari beban operasi pipa saluran. Contoh lain dari pengendalian bersama aset adalah ketika dua perusahaan bersama-sama mengendalikan suatu properti, dimana masing-masing pihak mengambil suatu bagian dari sewa yang diterima dan menanggung suatu bagian dari beban.

PSAK 12 (revisi 2009) menyebutkan bahwa dalam pengendalian bersama aset, para venturer mengakui dalam laporan keuangannya:

  1. bagiannya atas pengendalian bersama aset, yang diklasifikasikan sesuai dengan sifat aset
  2. setiap kewajiban yang telah terjadi
  3. bagiannya atas kewajiban yang terjadi bersama dengan venturer lain yang berkaitan dengan ventura bersama
  4. setiap penghasilan dari penjualan atau pemakaian bagiannya atas keluaran ventura bersama, bersama dengan bagiannya atas beban yang terjadi oleh ventura bersama
  5. setiap beban yang telah terjadi sehubungan dengan bagian partisipasinya dalam ventura bersama.

Oleh karena itu setiap venturer membukukan dalam catatan akuntansi dan mengakui dalam laporan keuangan berkaitan dengan bagian partisipasinya dalam pengendalian bersama aset,

  • bagiannya dalam pengendalian bersama aset, yang diklasifikasikan sesuai dengan sifat aset daripada sebagai investasi. Misalnya, bagian dalam pengendalian bersama pipa saluran minyak diklasifi kasikan sebagai aset tetap.
  • setiap kewajiban yang telah terjadi, misalnya yang terjadi dalam pembiayaan bagiannya dari aset.
  • bagiannya atas setiap kewajiban yang ditanggung bersama dengan venturer lain yang berkaitan dengan ventura bersama.
  • setiap pendapatan dari penjualan atau pemakaian bagiannya atas keluaran ventura bersama, bersama dengan bagiannya atas beban yang ditanggung oleh ventura bersama.
  • setiap beban yang telah terjadi sehubungan dengan bagian partisipasinya dalam ventura bersama, misalnya beban yang berkaitan dengan pembiayaan bagian partisipasi venturer dalam aset dan penjualan bagiannya atas keluaran.

3. Pengendalian Bersama Entitas (PBE)

Joint venture dg kontrak pengendalian bersama entitas,  diikuti dengan pendirian perseroan terbatas, persekutuan atau entitas lainnya yang mana setiap venturer mempunyai bagian partisipasi. Entitas tersebut beroperasi dalam cara yang sama seperti entitas lainnya, kecuali adanya perjanjian kontraktual antar venturer yang menciptakan pengendalian bersama atas aktivitas ekonomi entitas.

Pada pengendalian bersama entitas, para venturer mengendalikan asset joint venture, menanggung kewajiban dan beban dan memperoleh penghasilan. Entitas tersebut dapat mengadakan kontrak atas nama sendiri dan memperoleh pembiayaan untuk tujuan aktivitas joint venture.. Setiap venturer berhak atas bagian laba dari pengendalian bersama entitas.

Contoh umum pengendalian bersama entitas adalah ketika dua entitas atau lebih menggabungkan aktivitas mereka dalam lini usaha tertentu dengan mengalihkan aset dan kewajiban yang relevan ke suatu pengendalian bersama entitas.

Pengendalian bersama entitas (PBE) melakukan pencatatan akuntansi sendiri serta menyusun dan menyajikan laporan keuangan dengan cara yang sama seperti entitas lainnya sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Setiap venturer biasanya mengkontribusikan kas atau sumber daya lainnya ke PBE. Kontribusi tersebut dimasukkan dalam catatan akuntansi venturer dan diakui dalam laporan keuangan sebagai investasi pada pengendalian bersama entitas.

Metode Pengakuan Partisipasi dalam PBE, yaitu dengan menggunakan (1) Metode Konsolidasi Proporsional, dan (2) Metode Ekuitas. Penerapan konsolidasi proporsional berarti laporan posisi keuangan venturer memasukkan bagiannya atas asset yang dikendalikan bersama dan kewajiban yang ditanggung bersama. Laporan laba rugi komprehensif venture memasukkan bagiannya atas penghasilan dan beban dari pengendalian bersama entitas. Banyak prosedur yang sesuai bagi penerapan konsolidasi proporsional adalah sama dengan prosedur untuk konsolidasi investasi pada entitas anak, sebagaimana diatur dalam PSAK 4.

  • Venturer dapat menggabungkan bagiannya atas setiap aset, kewajiban, penghasilan dan beban dari pengendalian bersama entitas dengan unsur yang sama, satu per satu, dalam laporan keuangannya. Misalnya, venturer dapat menggabungkan persediaan bagiannya dari pengendalian bersama entitas dengan persediaannya sendiri dan aset tetap bagiannya dari pengendalian bersama entitas dengan aset tetapnya sendiri.
  • Sebagai alternatif, venturer dapat memasukkan unsur-unsur terpisah dalam laporan keuangan untuk bagiannya atas aset, kewajiban, penghasilan dan beban dari pengendalian bersama entitas. Misalnya, venturer dapat menunjukkan aset lancar bagiannya dari pengendalian bersama entitas secara terpisah sebagai bagian dari aset lancarnya sendiri; bagiannya atas aset tetap dari pengendalian bersama entitas secara terpisah sebagai bagian dari aset tetapnya sendiri.

Istutik

STIE Malangkucecwara

Author: istutik

Istutik adalah Dosen STIE Malangkucecwara. Lahir di Surabaya, 27 Nopember 1963, menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi – jurusan Akuntansi Universitas Airlangga tahun 1987. Sejak Pebruari 1989 menjadi Dosen Tetap STIE Malangkucecwara, dan resmi menjadi arema hingga sekarang. Pendidikan S2 di Magister Manajemen Universitas Indonesia, tahun 1992. Bersertifikat Pendidik No. 101282204848.