Kampus ABM Menuju Pusat Pelayanan dan Pendidikan Akuntansi

Sangat menarik apa yang disampaikan oleh Djoko Susanto (anggota Majelis Kehormatan IAI), agar IAI menjadi pusat pelayanan dan pendidikan akuntan, menjadi tugas organisasi profesi untuk membuat akuntan paham dengan standar akuntansi, memiliki kompetensi tinggi, dan professional serta maju dalam menunaikan tugas keprofesian. Begitu juga Kampus ABM, STIE Malangkucecwara Malang dalam memasuki usia 41tahun juga dapat dikatakan sebagai kampus pusat pelayanan dan pendidikan akuntansi. Mengapa demikian . . . ?

Kampus ABM memiliki program studi Akuntansi yang telah menghasilkan lebih dari 15 ribu lulusan dengan kualifikasi dan kompetensi yang dapat diterima oleh dunia kerja. Kurikulum secara rutin dievaluasi dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan lulusan dengan kompetensi sebagai akuntan perusahaan, akuntan pemerintah, akuntan syariah, analisis & designer sistem akuntansi, auditor, dan konsultan pajak. Setelah menyelesaikan jenjang S1 Akuntansi, lulusanpun telah disiapkan untuk mengambil profesi akuntan dengan mengikuti program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA) di kampus ABM juga,

Dosen sebagai ujung tombak dalam pendidikan akuntansi, berperan menjadi mesin bertehnologi canggih yang siap mengolah produk-produk akuntan yang siap memuaskan costumers. Para akuntan pendidik kampus ABM terus meng-update kompetensinya, tidak hanya kompetensi professional namun juga kompetensi pedagogik, sosial, maupun, kepribadian. Secara aktif para akuntan pendidik kampus ABM meningkatkan kemampuan terkait dengan perkembangan standar akuntansi di Indonesia yang secara signifikan banyak perubahan dalam tiga tahun terakhir, sehingga siap mengantar mahasiswa akuntansi menguasai PSAK hasil konvergensi dari IFRS yang diimplementasikan mulai 1 Januari 2012.

Sebagai calon akuntan, tidak hanya dibutuhkan kecerdasan, juga nantinya perlu bergaul dalam dunianya sesuai etika profesi, dan memiliki integritas tinggi, serta secara konsisten mampu melaksanakan profesi akuntan dengan kejujurannya. Oleh karena itu implementasi tata nilai ATTITUDE (akronim dari Appreciative, Thought, Team work, Integrity, Time management, Usefulness, Dedicative, dan Endless Learning) secara terus menerus diupayakan agar terinternalisasi ke seluruh civitas akademika (termasuk mahasiswa). Harapannya core value yang dianut oleh warga kampus ABM menjadi core value lulusan dalam dunia profesinya.

Dengan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) dan sistem manajemen mutu ISO 9001 sejak tahun 2004, menjadikan kampus ABM mengedepankan pelayanan guna kepuasan stakeholder. Pelayanan konsultasi ke mahasiswa baik terkait dengan masalah akademik atau lainnya secara terbuka dilaksanakan oleh dosen, baik dengan tatap muka, atau dengan sarana sms/e-mail, social media EDMODO. Hal ini bukti kedekatan dosen dengan mahasiswa dimana saja dan kapan saja.

Satu lagi, selain fasilitas gedung sangat representative, sebutan green campus bagi kampus ABM sangat tepat, dengan taman yang disediakan seluas 60% nya dari seluruh lahan yang tersedia, menjadikan kuliah di STIE Malangkucecwara terasa nyaman untuk belajar dan berinteraksi dengan dosen dan teman kuliah. Tak berlebihan jika setiap tamu yang berkunjung ke kampus ABM selalu kagum.

Istutik

STIE Malangkucecwara

Author: istutik

Istutik adalah Dosen STIE Malangkucecwara. Lahir di Surabaya, 27 Nopember 1963, menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi – jurusan Akuntansi Universitas Airlangga tahun 1987. Sejak Pebruari 1989 menjadi Dosen Tetap STIE Malangkucecwara, dan resmi menjadi arema hingga sekarang. Pendidikan S2 di Magister Manajemen Universitas Indonesia, tahun 1992. Bersertifikat Pendidik No. 101282204848.