Ada Apa dengan Laporan Laba Rugi Komprehensif

Dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan suatu entitas, harus relevan dengan standar akuntansi yang digunakan. Bagi entitas yang menggunakan PSAK Umum hasil konvergensi ke IFRS maka rujukannya adalah PSAK 1 (revisi 2009), sedangkan bagi entitas yang menggunakan PSAK ETAP dapat langsung ke bab 3 nya. Sementara untuk entitas yang melakukan transaksi syariah dan menyusun laporan keuangan syariah tentu harus menggunakan PSAK Syariah, dan untuk penyajiannya laporan keuangan syariah mengacu pada PSAK 101. Berbeda lagi dengan entitas pemerintah, penyajian laporan keuangannya menggunakan standar akuntansi pemerintah PP No 71 Tahun 2010 yaitu PSAP 01.

Laporan Laba Rugi Komprehensif merupakan salah satu komponen laporan keuangan bagi entitas yang menggunakan PSAK Umum,  yang disebutkan dalam PSAK 1 (revisi 2009). Kata ‘komprehensif’ tidak dikenal dalam PSAK 1 sebelum revisi, begitu juga pada PSAK 101, PSAK ETAP, dan PSAP 01. Dalam laporan laba rugi komprehensif, entitas menyajikan seluruh pos pendapatan dan beban yang diakui dalam satu periode:

  1. dalam bentuk satu laporan laba rugi komprehensif, atau
  2. dalam bentuk dua laporan, yaitu : (1) laporan yang menunjukkan komponen laba rugi (laporan laba rugi terpisah); dan (2) laporan yang dimulai dengan laba rugi dan menunjukkan komponen pendapatan komprehensif lain (laporan pendapatan komprehensif).

Apa isi dari laporan laba rugi komprehensif ?

PSAK No 1 mengatur bahwa dalam laporan laba rugi komprehensif memuat minimal informasi-informasi terkait dengan pos-pos berikut selama satu periode:

  1. pendapatan;
  2. biaya keuangan;
  3. bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan joint venture yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas;
  4. beban pajak;
  5. suatu jumlah tunggal yang mencakup total dari: (a) laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan; dan (b) keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui dengan pengukuran nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok yang dilepaskan dalam rangka operasi yang dihentikan;
  6. laba rugi;
  7. setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain yang diklasifikasikan sesuai dengan sifat (selain jumlah dalam no.8)
  8. bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas; dan
  9. total laba rugi komprehensif.

Namun demikian entitas dapat menyajikan pos-pos tambahan, judul dan sub jumlah lain dalam laporan laba rugi komprehensif dan laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), jika penyajian tersebut relevan untuk pemahaman kinerja keuangan entitas. Disisi lain entitas tidak diperkenankan menyajikan pos-pos pendapatan dan beban sebagai pos luar biasa dalam laporan laba rugi komprehensif, laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), atau dalam catatan atas laporan keuangan.

Perlu juga diperhatikan bahwa entitas mengungkapkan pos-pos di bawah ini dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai alokasi laba rugi untuk periode:

  1. laba rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada: (1) kepentingan non-pengendali; dan (2) pemilik entitas induk
  2. total laba rugi komprehensif periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada: (1) kepentingan non-pengendali; dan (2) pemilik entitas induk

Ketika pos-pos pendapatan atau beban bernilai material, maka entitas mengungkapkan sifat dan jumlahnya secara terpisah. Keadaan yang menyebabkan pengungkapan secara terpisah atas pos-pos pendapatan dan beban adalah sebagai berikut:

  • penurunan nilai persediaan menjadi nilai realisasi neto atau penurunan nilai aset tetap menjadi jumlah yang dapat dipulihkan kembali, sebagaimana pemulihan atas penurunan tersebut;
  • restrukturisasi atas aktivitas-aktivitas suatu entitas dan untuk setiap laibilitas diestimasi atas biaya restrukturisasi;
  • pelepasan aset tetap;
  • pelepasan investasi;
  • operasi yang dihentikan;
  • penyelesaian litigasi; dan
  • pembalikan laibilitas diestimasi lain.

Entitas menyajikan analisis beban yang diakui dalam laba rugi dengan menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat atau fungsinya dalam entitas, mana yang dapat menyediakan informasi yang andal dan lebih relevan.

Istutik

STIE Malangkucecwar

Author: istutik

Istutik adalah Dosen STIE Malangkucecwara. Lahir di Surabaya, 27 Nopember 1963, menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi – jurusan Akuntansi Universitas Airlangga tahun 1987. Sejak Pebruari 1989 menjadi Dosen Tetap STIE Malangkucecwara, dan resmi menjadi arema hingga sekarang. Pendidikan S2 di Magister Manajemen Universitas Indonesia, tahun 1992. Bersertifikat Pendidik No. 101282204848.