Kunci Sederhana Menggapai Karir

Ketika saya membaca majalah ‘Akuntan Indonesia’ edisi 4 November 2011, ada yang menarik selain artikel terkait dengan profesi akuntan, yaitu artikel yang bertajuk KARIR, judulnya ‘Tabiat-Tabiat Sederhana: Penghancur Karir Anda’.

Saya jadi ingin menyampaikan hal ini kepada para mahasiswa yang sebentar lagi akan memasuki dunia kerja melalui blog ini. Coba kita ingat, terutama yang mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh STIE Malangkucecwara bekerjasama dengan Danamon tanggal 15 Oktober 2011 ‘Persiapan Dini Menjadi Pekerja’ (http://news.stie-mce.ac.id/2011/10/beber-kiat-siap-menjadi-karyawan/ ), saat itu ditekankan oleh Bpk. Andre M. Runtuwene’, bahwa untuk sukses berkarir tidak sekedar dibutuhkan kompetensi akademik, tetapi juga sangat diperlukan modal kejujuran, kemauan untuk berkembang, kemampuan berkomunikasi dengan baik, dan sebagainya.

Dengan mengambil ide dari artikel yang ada di majalah ‘Akuntan Indonesia’, saya tampilkan disini dengan bahasa positifnya, bukan ‘penghancur karir’ tetapi untuk ‘menggapai karir’. Ayo silakan dicermati supaya dapat menjadi bekal nantinya ketika memasuki dunia kerja.

1. Buat Perencanaan
Dari riset yang diadakan oleh Universitas Pennsylvania terhadap 350 ribu eksekutif, ditemukan bahwa salah satu kunci kesuksesan dalam bekerja adalah memiliki rencana. Jadi buatlah rencana kerja untuk dirimu, dan rencana kerja untuk posisi yang menjadi tanggungjawabmu. Bila kita gagal dalam merencanakan, maka itu berarti kita sedang merencanakan kegagalan. Oleh karena itu akan lebih baik jika kemampuan membuat perencanaan perlu dilatih sejak dini, silakan buat yang sederhana dulu, misal rencana satu tahun ke depan untuk kehidupan pribadimu.

2. Selektif Memilih Teman Bergaul
Dalam kehidupan, faktor lingkungan dapat mempengaruhi kehidupan kita. Bergaul dengan teman yang suka dugem lama kelamaan jadi ikutan dugem. Jangan terlalu yakin dengan keteguhan prinsip yang kita pegang karena bisa saja terpengaruh, jika salah bergaul, salah memilih teman kerja yang suka nggosip, suka mengeluh, masuk dalam pembicaraan yang sia-sia, lambat laun akan membuyarkan semangat kerjamu. Pilihlah teman bergaul yang baik, yang jujur, yang semangat, binalah hubungan baik dengan mereka, maka aura positif akan selalu ada di sekitarmu.

3. Bilang ‘Ya’
Di kampus, kamu tidak dapat menolak jika diberi tugas kuliah oleh Dosen, karena jika kamu menolak bisa dipastikan nilai akhir yang kamu peroleh tidak akan maksimal atau bahkan tidak lulus. Begitu juga di dunia kerja, usahakan selalu bilang ‘ya’ ketika disodori tugas oleh bos, jika beban kerja sudah overload maka lebih baik kamu menawarkan komitmen waktu penyelesaian tugas tersebut, Insya Allah bos akan memahami. Supaya nantinya kamu siap dengan pekerjaan yang menumpuk, maka sejak sekarang usahakan untuk meningkatkan kemampuan mengatur waktu ‘time management‘ , buat skala prioritas jika pekerjaan tersebut tidak dapat dikerjakan dalam waktu bersamaan.

4. Update Pengetahuan
Belajar tidak sekedar ketika jadi mahasiswa, sudah bekerjapun dituntut untuk terus belajar. Update terus pengetahuanmu dan juga ketrampilan dalam menggunakan IT. Dalam dunia kerja, orang yang tidak meng-update pengetahuan dan gagap tehnologi maka akan tergilas dengan perkembangan zaman. ‘Endless learning’ pokoknya.

5. Tunjukkan Prestasi
Tidak ada salahnya jika kamu menunjukkan prestasi ekstra bagi perusahaan dimana kamu kerja. Kamu akan selalu diingat oleh bosmu karena prestasimu, itu hal yang wajar, yang penting kamu harus jaga sikap, jangan seperti penjilat, maka kamu akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan karirmu secara wajar juga. Seperti juga di kampus, bagi mahasiswa yang rajin, kreatif, inovatif, komunikatif, maka akan mendapat nilai lebih dari dosennya.

6. Rendah Hati
Di kampus, mahasiswa pinter tapi sombong tidak akan punya banyak teman. Sebaliknya mahasiswa pinter dan mau ngajari temennya dengan rendah hati maka teman akan berdatangan. Begitu juga dalam dunia kerja jangan berpikir bahwa posisimu sangat penting dan tidak ada yang dapat menggantikannya. Hargai kemampuan rekan kerjamu, jika perlu kamu bantu, jadinya kamu tidak hanya mendapat gaji tetapi juga dapat pahala.

7. Rajin Ikut Training & Meeting
Setiap perusahaan untuk mengembangkan kemampuan SDM nya, maka diselenggarakan in house training. Nah, untuk yang rajin mengikuti training tersebut dari awal sampai selesai akan mendapat manfaatnya, begitu juga bagi yang rajin mengikuti meeting. Mengapa demikian?, karena tentu saja staf yang rajin training akan dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan pekerjaan, sedangkan yang rajin meeting juga akan mudah memahami rencana kerja perusahaan. Jadi jika kamu lakukan hal yang serupa, Insya Allah kamu tidak banyak kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaanmu nanti, tak perlu khawatir.

8. Cintai Bos
Memang tidak semua kita bisa beruntung memperoleh bos yang baik dan pengertian. Semangat amar ma’ruf nahi munkar perlu kita miliki sebagai bentuk cinta kita kepada bos, Insya Allah dapat bersama-sama bermimpi syurga.

Istutik
STIE Malangkucecwara

Author: istutik

Istutik adalah Dosen STIE Malangkucecwara. Lahir di Surabaya, 27 Nopember 1963, menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi – jurusan Akuntansi Universitas Airlangga tahun 1987. Sejak Pebruari 1989 menjadi Dosen Tetap STIE Malangkucecwara, dan resmi menjadi arema hingga sekarang. Pendidikan S2 di Magister Manajemen Universitas Indonesia, tahun 1992. Bersertifikat Pendidik No. 101282204848.

3 thoughts on “Kunci Sederhana Menggapai Karir”

  1. terima kasih atas sarannya bu…..
    blog ini sangat bermanfaat sekali tapi saya ingin tahu bagaimana menjalin hubungan baik dengan seseorang karena saya terbilang anak yang susah bergaul dengan orang lain…

  2. @Ida Fitria: Kata “susah bergaul” sebaiknya dihilangkan dari benak kita. Mulailah berhubungan baik dengan teman yang memiliki beberapa kesamaan dengan kita, setelah sukses baru dimulai dengan orang-orang yang baru kita kenal. selamat berusaha !

  3. Betul ini bu… langkah-langkah ini dasarnya hampir sama seperti waktu kuliah, atau waktu sekolah dulu. Cuma yang ini ada tambahannya (yang cintai bos). Terima Kasih bu, semoga pesan-pesan ini bermanfaat nantinya.

Comments are closed.