Bagaimana dengan ‘Peristiwa Setelah Periode Pelaporan’ ?

Sebelumnya kita mungkin lebih familier istilah ‘Peristiwa Setelah Periode Pelaporan’ tersebut dengan  kata ‘Peristiwa Setelah Tanggal Neraca’. Apakah perubahan istilah ‘tanggal neraca’ diganti dengan  ‘periode pelaporan’  itu ada maksudnya ?.  Mari kita buka PSAK 8 Revisi 2010 hasil konvergensi ke IFRS yang akan diterapkan mulai 1 Januari 2012.

Menurut PSAK 8 Revisi 2010, yang dimaksud dengan ‘Peristiwa Setelah Periode Pelaporan’ adalah peristiwa baik yang menguntungkan (favourable) atau tidak menguntungkan (unfavourable), yang terjadi di antara akhirperiode pelaporan dan tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit. peristiwa setelah periode pelaporan dapat diidentifikasikan menjadi dua jenis :

  • peristiwa yang memberikan bukti atas adanya kondisi pada akhir periode pelaporan (peristiwa setelah periode pelaporan yang memerlukan penyesuaian); dan
  • peristiwa yang mengindikasikan timbulnya kondisi setelah periode pelaporan (peristiwa setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian).

Sementara yang dimaksud dengan ’tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit’ adalah tanggal ketika laporan keuangan sudah final, yang berarti tidak ada lagi koreksi atau penyesuaian setelah tanggal tersebut.  Pada audit laporan keuangan, standar audit menyebutkan bahwa peristiwa setelah periode pelaporan atau peristiwa kemudian adalah peristiwa yang terjadi sampai dengan tanggal laporan audit dan hal ini mencerminkan tanggung jawab auditor. Sehingga untuk laporan keuangan auditan, tanggal ini adalah tanggal laporan auditor, dan untuk laporan keuangan yang tidak diaudit, tanggal ini adalah tanggal ketika laporan keuangan selesai disusun oleh manajemen.

Berbeda dengan PSAK 8 Revisi 2003, tanggal yang digunakan adalah tanggal neraca, hal ini berarti peristiwa-peristiwa yang dimaksud adalah peristiwa setelah tanggal neraca. Istilah neraca tidak lagi digunakan dalam PSAK 8 Revisi 2010 karena dalam PSAK 1 Revisi 2009, kata neraca sudah diganti dengan laporan posisi keuangan.

Bagi entitas yang menggunakan PSAK ETAP, aturan tentang pengakuan dan pengukuran peristiwa setelah periode pelaporan, dan pengungkapannya hampir sama. Hanya saja dalam PSAK 8 Revisi 2010 lebih banyak memberikan penjelasan serta contoh yang lebih relevan dengan entitas yang melakukan akuntabilitas publik, antara lain, contoh yang membantu mengidentifikasi apa yang dimaksud dengan tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit, seperti berikut :

=================================================================

Manajemen menyelesaikan draf laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X1 pada 28 Februari 20X2. Pada 18 Maret 20X2, dewan direksi mengkaji ulang dan mengotorisasinya untuk terbit. Entitas mengumumkan laba dan informasi keuangan lain pada 19 Maret 20X2. Laporan keuangan telah tersedia untuk pemegang saham dan pihak lain pada 1 April 20X2. Para pemegang saham menyetujui

laporan keuangan dalam rapat tahunan pada 15 Mei 20X2 dan laporan keuangan yang telah disetujui tersebut kemudian disampaikan kepada regulator pada 17 Mei 20X2.

Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit adalah 18 Maret 20X2, yaitu tanggal otorisasi penerbitan oleh dewan direksi.

Pada tanggal 18 Maret 20X2, manajemen mengotorisasi laporan keuangan untuk penerbitan ke dewan pengawas. Dewan pengawas hanya terdiri dari pengawas noneksekutif dan mungkin termasuk perwakilan karyawan dan pihak luar lain. Dewan pengawas menyetujui laporan keuangan pada 26 Maret 20X2. Laporan keuangan telah tersedia untuk

pemegang saham dan pihak lain pada 1 April 20X2. Para pemegang saham menyetujui laporan keuangan dalam rapat tahunan pada 15 Mei 20X2 dan kemudian laporan keuangan disampaikan kepada regulator pada 17 Mei 20X2.

Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit adalah 18 Maret 20X2, yaitu tanggal otorisasi manajemen untuk penerbitan ke dewan pengawas.

=================================================================

Istutik

STIE Malangkucecwara

Author: istutik

Istutik adalah Dosen STIE Malangkucecwara. Lahir di Surabaya, 27 Nopember 1963, menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi – jurusan Akuntansi Universitas Airlangga tahun 1987. Sejak Pebruari 1989 menjadi Dosen Tetap STIE Malangkucecwara, dan resmi menjadi arema hingga sekarang. Pendidikan S2 di Magister Manajemen Universitas Indonesia, tahun 1992. Bersertifikat Pendidik No. 101282204848.