Ada Apa dengan Laporan Laba Rugi Komprehensif

Dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan suatu entitas, harus relevan dengan standar akuntansi yang digunakan. Bagi entitas yang menggunakan PSAK Umum hasil konvergensi ke IFRS maka rujukannya adalah PSAK 1 (revisi 2009), sedangkan bagi entitas yang menggunakan PSAK ETAP dapat langsung ke bab 3 nya. Sementara untuk entitas yang melakukan transaksi syariah dan menyusun laporan keuangan syariah tentu harus menggunakan PSAK Syariah, dan untuk penyajiannya laporan keuangan syariah mengacu pada PSAK 101. Berbeda lagi dengan entitas pemerintah, penyajian laporan keuangannya menggunakan standar akuntansi pemerintah PP No 71 Tahun 2010 yaitu PSAP 01. Continue reading “Ada Apa dengan Laporan Laba Rugi Komprehensif”

Kunci Sederhana Menggapai Karir

Ketika saya membaca majalah ‘Akuntan Indonesia’ edisi 4 November 2011, ada yang menarik selain artikel terkait dengan profesi akuntan, yaitu artikel yang bertajuk KARIR, judulnya ‘Tabiat-Tabiat Sederhana: Penghancur Karir Anda’. Continue reading “Kunci Sederhana Menggapai Karir”

Bagaimana dengan ‘Peristiwa Setelah Periode Pelaporan’ ?

Sebelumnya kita mungkin lebih familier istilah ‘Peristiwa Setelah Periode Pelaporan’ tersebut dengan  kata ‘Peristiwa Setelah Tanggal Neraca’. Apakah perubahan istilah ‘tanggal neraca’ diganti dengan  ‘periode pelaporan’  itu ada maksudnya ?.  Mari kita buka PSAK 8 Revisi 2010 hasil konvergensi ke IFRS yang akan diterapkan mulai 1 Januari 2012. Continue reading “Bagaimana dengan ‘Peristiwa Setelah Periode Pelaporan’ ?”