Kiat Sukses dalam Pengembangan Sistem

Dalam pembahasan kasus yang berkaitan dengan Systems Development di pertemuan terakhir mata kuliah Accounting System II, hampir semua mahasiswa setuju bahwa yang menyebabkan gagalnya sistem yang baru di Dave Distributing Company adalah si Marry, staf akuntansinya. Mengapa ?

Berikut sekilas cerita dalam kasus yang diangkat dalam diskusi,

Mary Smith adalah staf akuntansi di Dave Distributing Company, dia bekerja sejak perusahaan masih cukup kecil, dan dia mengerjakan tugas akuntansi harian secara manual, sendiri. Nah, ketika penjualan sudah meningkat pesat, Dave si Direktur sekaligus pemilik mengembangkan sistem akuntansinya dari manual ke basis komputer. Dia membeli  hardware dan software akuntansi,  vendor memasang  dan meng-install komputer serta mengkonversi data. Sayangnya rencana dan bahkan realisasi untuk pengembangan sistem, si Mary tidak pernah dilibatkan. Sehingga Mary terus menerus mengeluh dan bilang bahwa dia tidak tahu bagaimana menjalankan sistem komputer yang baru.

Pengembangan sistem yang diharapkan Dave dapat memudahkan dan mempercepat kerja staf akuntansinya, justru membuat repot dirinya sendiri karena Mary tetap menggunakan sistem yang manual. Sementara Dave terus bersikeras bahwa sistem yang lama harus ditinggalkan.

Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah : “Mengapa si Mary menolak sistem yang baru”

Mudah sekali menebaknya, si Mary menolak karena tidak pernah diajak ngomong tentang rencana pengembangan sistem, apa kendala dengan sistem yang lama, apa kebutuhannya, apa sarannya, dan lain sebagainya. Harusnya Dave melibatkan si Mary, sebagai pengguna, dia wajib diajak bicara, jika tidak maka akan berisiko munculnya penolakan darinya.

Hari ini mahasiswa Accounting System II juga membahas kasus pengembangan sistem, khususnya sistem pemrosesan data dalam ujian akhir semester (UAS) semester gasal  2010/2011. Dari kasus tersebut dapat dijelaskan bahwa meskipun para kepala bagian telah diminta untuk menentukan jenis informasi dan laporan yang diperlukan, namun karena adanya pergantian beberapa kepala bagian dalam masa pengembangan sistem, maka hal ini juga akan dapat memicu terjadinya masalah.

Oleh karena itu, selain pengembangan sistem harus memiliki tujuan yang jelas dan memperhatikan tahapannya, (dapat dibaca dalam tampilan slide) berikut :

Kiat Suksesnya pengembangan sistem terletak pada para pelaku dalam pengembangan sistem itu sendiri, dan bagaimana memahami kemungkinan reaksi perilaku atas perubahan. Sehingga dapat diantisipasi bagaimana pencegahannya supaya risiko gagalnya sistem dapat dieliminir sampai nol.

Istutik

STIE Malangkucecwara

Author: istutik

Istutik adalah Dosen STIE Malangkucecwara. Lahir di Surabaya, 27 Nopember 1963, menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi – jurusan Akuntansi Universitas Airlangga tahun 1987. Sejak Pebruari 1989 menjadi Dosen Tetap STIE Malangkucecwara, dan resmi menjadi arema hingga sekarang. Pendidikan S2 di Magister Manajemen Universitas Indonesia, tahun 1992. Bersertifikat Pendidik No. 101282204848.