Garuda di dadaku, telah membiusku !

Garuda telah membius seluruh Indonesia, tak terkecuali aku, orang yang biasanya cuek dengan tontonan bola, dan suka protes karena harus mengalah ketika suami dan anak-anak ngambil pilihan acara tanding bola di televisi, berubah menjadi interest untuk ikut nonton bola di acara dua kali  semifinal dan sambil terus komat kamit berdoa.

Garuda sebagai simbul negara, bangsa, tanah air Indonesia, telah mampu mempersatukan suara penduduknya yang jumlahnya ratusan juta. Semangat nasionalisme tiba-tiba digugah melalui sepak bola yang akan memberikan harapan besar untuk menjadi yang nomor satu dalam Asean Football Federation (AFF).

Harapan kemenangan memberikan aura positif pada semua pihak, secara serentak orang berdoa untuk kemenangan Timnas, begitu juga istri dan anak sebagai orang terdekat pemain Timnas juga ta’ henti-hentinya memohon kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa untuk kemenangan keluarga dan bangsanya. Seluruh penonton rela berebut antri untuk mendapatkan tiket, guna memberikan semangat secara langsung di stadion Gelora Bung Karno (GBK), dan tadi malam SBY lebih kelihatan atraktif merespon gol yang diciptakan oleh Cristian Gonzales.

gonzales2
Coba kita renungkan, begitu indahnya, keikhlasan Biro Perjalanan Haji Maktour yang telah menawarkan Gonzales & Eva untuk Umroh gratis  sebelumnya, oleh Allah secara langsung dibalas. Dua kali di pertandingan semifinal Indonesia >< Filipina, Indonesia menang dari kepala dan kaki kiri Cristian Gonzales, dan baginya untuk setiap gol yang dihasilkan tidak lepas dari kekuatan Nya, sehingga tampak berbagai ekspresi syukurnya setiap selesai mencetak gol.

Dari hal tersebut diatas, kita dapat mengambil hikmah, bahwa semangat untuk meraih mimpi dan ketulusan doa dapat berperan besar menggapai kesuksesan.

Semoga Timnas kita terus bersemangat, dan diberi semangat serta doa untuk satu langkah lagi menggapai kemenangan sejati.

Istutik

STIE Malangkucecwara

Author: istutik

Istutik adalah Dosen STIE Malangkucecwara. Lahir di Surabaya, 27 Nopember 1963, menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi – jurusan Akuntansi Universitas Airlangga tahun 1987. Sejak Pebruari 1989 menjadi Dosen Tetap STIE Malangkucecwara, dan resmi menjadi arema hingga sekarang. Pendidikan S2 di Magister Manajemen Universitas Indonesia, tahun 1992. Bersertifikat Pendidik No. 101282204848.

6 thoughts on “Garuda di dadaku, telah membiusku !”

  1. Wah, tulisannya benar-benar membius bu. Diakhir tulisan, setidaknya bisa disimpulkan bahwa menulis-blog seperti ini harus tulus ikhlas dengan maksud sharing-knowledge bagi semua orang. Semangat!

Comments are closed.