Sistem Bagi Hasil, Hasil yang mana . . . ?

Telah banyak orang yang mengakui bahwa sistem bagi hasil merupakan sistem yang memberikan manfaat dan adil pada kedua belah pihak yang melakukan kerjasama. Sistem bagi hasil diterapkan untuk transaksi yang bermakna investasi, misal pada perbankan terdapat tabungan dan deposito Mudharabah, pembiayaan Mudharabah dan pembiayaan Musyarakah, di asuransi Syariah salah satu akad yang digunakan adalah Mudharabah, begitu juga di pasar modal syariah terdapat obligasi Syariah yang juga menggunakan akad Mudharabah.

Menurut PSAK 105, Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (pemilik dana) menyediakan seluruh dana, sedangkan pihak kedua (pengelola dana) bertindak selaku pengelola, dan keuntungan usaha dibagi di antara mereka sesuai kesepakatan sedangkan kerugian finansial hanya ditanggung oleh pengelola dana. Terdapat dua jenis transaksi Mudharabah, yaitu :

bagihasil6

1. Mudharabah muthlaqah adalah mudharabah dimana pemilik dana memberikan kebebasan kepada pengelola dana dalam pengelolaan investasinya.

2. Mudharabah muqayyadah adalah mudharabah dimana pemilik dana memberikan batasan kepada pengelola dana, antara lain mengenai tempat, cara dan atau obyek investasi.

Menurut PSAK No. 106, Musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu, dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan ketentuan bahwa keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan sedangkan risiko berdasarkan porsi kontribusi dana. Mitra aktif adalah mitra yang mengelola usaha musyarakah, baik mengelola sendiri atau menunjuk pihak lain atas nama mitra tersebut, dan Mitra pasif adalah mitra yang tidak ikut mengelola usaha musyarakah. Terdapat dua macam transaksi Musyarakah, yaitu :bagihasil7

1. Musyarakah permanen adalah musyarakah dengan ketentuan bagian dana setiap mitra ditentukan sesuai akad dan jumlahnya tetap hingga akhir masa akad.

2. Musyarakah menurun (musyarakah mutanaqisha) adalah musyarakah dengan ketentuan bagian dana entitas akan dialihkan secara bertahap kepada mitra sehingga bagian dana entitas akan menurun dan pada akhir masa akad mitra akan menjadi pemilik penuh usaha tersebut.

Mekanisme penghitungan bagi hasil pada transaksi dengan akad Mudharabah dan akad Musyarakah ditentukan atas nisbah bagi hasil yang disepakati. Sebelumnya, ketika PSAK No.59 (tentang Akuntansi Perbankan Syariah)  diberlakukan, maka hasil yang dimaksud masih boleh menggunakan Revenue, atau menggunakan Profit. Alhamdulillah, dengan disahkannya PSAK Syariah yang sekaligus mencabut PSAK 59, dasar Revenue tidak lagi digunakan. Dalam PSAK 105, hasil yang dimaksud adalah betul-betul Profit , yaitu gross profit atau net profit.

bagihasil41

bagihasil5

Semoga bermanfaat . . .

Istutik

STIE Malangkucecwara

Author: istutik

Istutik adalah Dosen STIE Malangkucecwara. Lahir di Surabaya, 27 Nopember 1963, menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi – jurusan Akuntansi Universitas Airlangga tahun 1987. Sejak Pebruari 1989 menjadi Dosen Tetap STIE Malangkucecwara, dan resmi menjadi arema hingga sekarang. Pendidikan S2 di Magister Manajemen Universitas Indonesia, tahun 1992. Bersertifikat Pendidik No. 101282204848.

13 thoughts on “Sistem Bagi Hasil, Hasil yang mana . . . ?”

  1. assalamualaikum wr wb.
    saya ada pertanyaan bu
    Dalam penentuan nisbah bagi hasilnya itu apakah boleh bila pihak bank menentukan setinggi-tingginya??
    atau ada batasan tertentu untuk pihak bank dalam menentukan nisbahnya, contohnya max 50%???
    karena sepertinya cukup sulit utk menentukan kesepakatan bila masing2 pihak menginginkan bagi hasil setinggi-tingginya,,sehingga aturan apa yang dipakai dalam penentuan nisbah??
    terima kasih bu…

  2. Wa’alaikumsalam Wr. Wb
    Nisbah bagi hasil dapat ditawarkan lebih dahulu oleh pihak Bank (sebagai pemilik dana), kemudian tarik ulur sampai terjadi kesepakatan, begitu . . .
    Tidak ada ketentuan batasan besaran nisbah bagi pihak pemilik modal ataupun bagi pengelola.

  3. assalamualaikum bu
    1.bagaimana bank syariah dpt berkembang di indonesia, padahal kita tahu sendiri bahwa masyarakat indonesia lebih mengenal sistem bunga bank?
    2.menurut ibu apakah bank syariah dpt bersaing dgn bank konvensional?
    3.apa2 aja jenis2 pembiayaan sistem bagi hasil yg dijlankan oleh bank syariah? klo bisa dengan contohnya ya bu
    terima kasih

  4. Insya Allah dapat, buktinya bank umum dan unit syariah jumlahnya makin banyak, jumlah transaksi makin meningkat, dll. Untuk lebih jelasnya data statistik perkembangan perbankan syariah dapat dibaca di web-nya BI.

    Baca ulang isi blog diatas, kan ditulis tuh, transaksi mudharabah dan transaksi musyarakah merupakan transaksi untuk investasi sehingga menggunakan sistem bagihasil.
    Bagaimana ?

  5. @Perdana : Untuk tabungan Mudharabah, hasil yang dibagi ke nasabah adalah pendapatan bagi hasil yang telah diterima Bank dari Pengelola dan atau Mitra Aktif.

    Menurut PSAK 101, untuk keperluan bagi hasil, maka digunakan Cash Basis, berarti bagi hasil yang sudah diterima (Kas) yang akan dibagikan ke nasabah.

  6. assalamu’alaikum wr.wb.

    Bu saya mau tanya, apabila ada para pihak yang ingin melaksanakan transaksi musyarakah yang ingin bekerjasama untuk meningkatkan nilai asetnya, apakah ada ketentuan-ketentuan untuk dapat melaksanakan transaksi musyarakah ini?
    terimakasih Bu……

  7. @Fitri: Tujuan utama dari pemberian Pembiayaan Musyarakah adalah untuk usaha yg profitable, jd bukan untuk semata-mata meningkatkan aset. Meskipun menerima pembiayaan Musyarakah dalam bentuk Kas atau Aset selain Kas tentu jg akan menambah Aset.

  8. Bagi hasil adalah sistem bunga di dalam syariah yang perhitungannya tidak menguntungkan sebekah pihak,jika ada penyelewengan dari bank tentu yang nanggung bank..di dalam sistem perbankan islam ada produk diantaranya musyarakah,murabahah.Murabahah ada pemilik (yang menyalurkan dana)sedangkan pengelola dana(yang menghimpun).Bu.. giamana dengan produk musyarakah?saya kemaren kurang paham..

  9. @Ninda : Produk Murabahah pake prinsip jual beli Nin …
    yang Ninda maksud ada pihak pemilik dana dan pengelola dana itu namanya Mudharabah say . . .
    Untuk Musyarakah, coba dibaca ulang tulisan diatas, ada penjelasannya, selanjutnya boleh diskusi lagi dg bu Is, Ok !?

  10. Assalamu”alaikm…

    bu,,,sya ada pertanyaan..
    apa nisab itu hanya di tentukan atas kesepakatan saja atau bisa berdasarkan waktu bu?,
    misalnya, setelah 1bln atau lebih nisabny baru terpenuhi.. trus angka 30% dan 70% itu brdasarkan kesepakatan ya bu??
    bu.. salah satu produk bank syariah yang ” jual beli emas”, apa bank juga mendapatkan keuntungan dari produk itu bu?..

    trima kasih bu..

  11. @Fuada : Wass. Wr. Wb.
    Istilahnya bukan NISAB Fud, tapi NISBAH, nisbah itu seperti proporsi dalam pembagian hasil usaha. Nisbah disepakati di awal setelah semua informasi diperoleh dalam rangka menentukan nisbah yang fair. Nisbah bisa saja suatu saat berubah jika memang dikehendaki oleh kedua belah pihak.
    Selamat belajar . . . !!!

Comments are closed.