Tidak hanya IT, SPMI pun . . . tergantung Managernya ! (bag 2)

Melanjutkan tulisan sebelumnya . . .

Pada awal sebuah sistem diimplementasikan, memang komitmen kuat dari top manajemen sangat berpengaruh. Dalam perjalanannya, tetap dibutuhkan komitmen kuat dari top manajemen tersebut, namun harus ada keterlibatan semua personil secara aktif untuk melakukan continues improvement, sehingga tujuan utama yang berfokus pada customer satisfaction dapat tercapai.

Sistem penjaminan mutu STIE Malangkucecwara dengan model SMM ISO 9001 telah berlangsung 5 tahun dan juga telah melalui audit eksternal oleh United Registrar of System (URS) 11 kali. Alhamdulillah, temuan tidak pernah major, hanya minor atau bersifat saran aja. Hal ini menjadi tanggung jawab Internal Auditor Mutu untuk melakukan verifikasi sampai tuntas.

Sebagai bagian dari upaya sosialisasi tentang pengembangan sistem penjaminan mutu STIE Malangkucecwara ke stakeholder, terutama warga kampus, perlu disampaikan hal berikut.

Dari pelatihan SPMI yang diselenggarakan Dikti tanggal 8 dan 9 Oktober 2010, telah diputuskan melalui rapat tinjauan manajemen, bahwa dokumen mutu yang selama ini digunakan perlu dilengkapi dengan dokumen ‘standar mutu’ beserta manual standarnya agar sesuai dengan pedoman SPMI-Dikti. Kesanggupan dalam surat pernyataan Institusi yang ditujukan ke Dikti, akan diselesaikan Maret 2011.

spmi

Terdapat 15 standar mutu berikut digunakan untuk merealisasi visi, misi, dan kebijakan mutu Institusi dan Prodi, melebihi jumlah standar yang disebutkan dalam PP N0.19 Tahun 2005, yaitu hanya 8 standar.

  1. Standar Isi
  2. Standar Proses
  3. Standar Kompetensi Lulusan
  4. Standar Sumber Daya Manusia
  5. Standar Sarana Prasarana
  6. Standar Pengelolaan
  7. Standar Pembiayaan
  8. Standar Penilaian
  9. Standar Penelitian
  10. Standar Pengabdian kepada Masyarakat
  11. Standar Pelayanan
  12. Standar Sistem Informasi
  13. Standar Pengembangan Berkelanjutan
  14. Standar Internalisasi Tata Nilai
  15. Standar Pengendalian Dokumen

Sebagai bagian dari tim SPMI, saya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi menyelesaikan manual mutu dan standar mutu lebih awal dari jadwal yang disepakati dalam rapat tinjauam manajemen. Berkat kerjasama semua pihak maka verifikasi dari hasil evaluasi SPMI STIE Malangkucecwara oleh Dikti di Hotel Garden Palace tanggal 4 Desember, berjalan lancar. Sebagai bukti bahwa budaya ATTITUDE mulai terinternalisasi sesuai dengan standar mutu no.14, yaitu Standar Mutu Internalisasi Tata Nilai.

Istutik

STIE Malangkucecwara

Author: istutik

Istutik adalah Dosen STIE Malangkucecwara. Lahir di Surabaya, 27 Nopember 1963, menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi – jurusan Akuntansi Universitas Airlangga tahun 1987. Sejak Pebruari 1989 menjadi Dosen Tetap STIE Malangkucecwara, dan resmi menjadi arema hingga sekarang. Pendidikan S2 di Magister Manajemen Universitas Indonesia, tahun 1992. Bersertifikat Pendidik No. 101282204848.

2 thoughts on “Tidak hanya IT, SPMI pun . . . tergantung Managernya ! (bag 2)”

  1. Gayung Bersambut!, banyak sekali orang yang tidak tahu apa itu “sistem penjaminan mutu”. Padahal, sistem penjaminan mutu itu benar-benar bisa dijadikan ukuran untuk menentukan apakah sebuah institusi tersebut berkualitas atau tidak, Begitu njlimetnya pembuatan dan pemeliharaan sistem tersebut, sehingga tentu saja banyak perguruan tinggi yang tidak bisa melakukannya.

    Harapannya, blog ibu dapat menjadi media sosialisasi kepada semua orang. Terima kasih.

Comments are closed.