Pemikiran tentang Sistem Akuntansi Berbasis Syariah

Setiap organisasi yang melakukan transaksi bisnis tentu tidak akan terlepas dari kebutuhan akan sistem akuntansi, karena dengan sistem akuntansi maka manajemen mendapatkan dan memproses data mengenai berbagai aktifitas bisnis, menyimpan dan mengatur data tersebut menjadi informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, dan terselenggaranya pengawasan untuk memastikan keakuratan data & informasi serta menjaga sumber daya organisasi.

Sistem akuntansi sebagai suatu sistem informasi, maka ada input – proses – output . Dengan pemikiran bahwa sistem akuntansi yang dirancang dan diimplementasikan adalah sistem akuntansi berbasis syariah, maka inputnya adalah data yang berasal dari transaksi syariah, yaitu transaksi yang memenuhi karakteristik syariah berikut,

1. pelarangan riba dalam berbagai bentuknya

2. tidak mengenal konsep nilai waktu dari uang ( time value of money)

3. konsep uang sebagai alat tukar bukan sebagai komoditas

4. tidak diperkenankan melakukan kegiatan yang bersifat spekulasif

5. tidak diperkenankan menggunakan dua harga untuk satu barang

6. tidak diperkenankan dua transaksi dalam satu akad.

Data yang telah di-entry kemudian diproses secara manual atau dengan dukungan tehnologi informasi. Nah, selanjutnya tahap proses, dalam proses ini peran sumber daya manusia sangat penting. Sebagai pelaku sistem, tentu dibutuhkan kompetensi yang relevan dengan tugas dan kewenangannya. Namun selain itu kita semua setuju bahwa pelaku sistem juga harus mengedepankan kejujuran, keadilan, dan pertanggungjawaban. Sehingga keakuratan informasi yang akan dihasilkan dapat dijamin 100%.

Pada tahap output, sistem akuntansi menerbitkan laporan yang memuat informasi untuk pertanggungjawaban dan untuk pengambilan keputusan. Tujuan menyampaikan laporan, baik laporan keuangan maupun laporan manajerial adalah semata-mata untuk pertanggungjawaban manajemen kepada pemberi amanah. Supaya laporan tersebut juga memberikan manfaat maka design laporan harus disesuaikan untuk keperluan pengambilan keputusan.

model-sia

Jadi, andaikan sistem akuntansi berbasis syariah ini diimplementasikan maka hasil usaha dari organisasi ini akan barokah, Insya Allah . . . .

Istutik

STIE Malangkucecwara



Author: istutik

Istutik adalah Dosen STIE Malangkucecwara. Lahir di Surabaya, 27 Nopember 1963, menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi – jurusan Akuntansi Universitas Airlangga tahun 1987. Sejak Pebruari 1989 menjadi Dosen Tetap STIE Malangkucecwara, dan resmi menjadi arema hingga sekarang. Pendidikan S2 di Magister Manajemen Universitas Indonesia, tahun 1992. Bersertifikat Pendidik No. 101282204848.

2 thoughts on “Pemikiran tentang Sistem Akuntansi Berbasis Syariah”

  1. wah ibu yang satu ini rajin banget…..BTW saya ingin tahu lebih lanjut solusi dari karakteristik syariah yang enam itu mungkin bisa jadi artikel baru lagi di blognya bu is…makasih bu

  2. menurut saya sistem akuntansi syariah sangatlah menarik karena tidak memberatkan lawan apabila terjadi suatu transaksi tapi juga tidak merugikan kita.selain itu saya juga bisa tau bu bahwa informasi keakuratannya sangat di jamin 100% hal ini jadi tidak menimbulkan keragu-raguan dalam kedua belah pihak……hal ini tercermin dalam 6 karakteristik yang ibu sebutkan.namun sayang ya bu kalo di Indonesia sangat sedikit yang memakai transakasi yang bersyariah padahal sangat menguntungkan……

Comments are closed.