Dampak Konvergensi ke IFRS: PSAK dari Rule Based ke Principle Based

Setiap perubahan pasti ada dampaknya, jika perubahan tersebut memang sesuatu yang harus dilakukan maka tentu akan lebih arif untuk mengungkap manfaat dari perubahan tersebut dan mengeliminir kemungkinan kerugiannya.

Begitu juga dengan konvergensi ke IFRS, beberapa manfaat akan diperoleh yaitu memudahkan pemahaman pengguna kelas internasional terhadap laporan keuangan yang disusun atas dasar standar akuntansi keuangan yang dikenal secara internasional pula sehingga harapannya akan meningkatkan arus investasi global, membuka peluang fund raising melalui pasar modal, dan juga pada akhirnya akan dapat meningkatkan efisiensi penyusunan laporan keuangan.

Salah satu karakteristik IFRS adalah principle based, berbeda dengan US-GAAP yang rule based. Kita tahu bahwa standar akuntansi keuangan di Indonesia semula merujuk ke GAAP tersebut, sehingga terdapat perubahan mendasar yaitu dari rule based ke principle based. Bagaimana dampaknya ?

akuntan2

PSAK Umum yang telah direvisi (wujud dari konvergensi ke IFRS) menggunakan principle based, berbeda dengan rule based yang didalamnya lebih detail aturannya.

Dampaknya, penerapan PSAK Umum ini akan memerlukan profesional judgement Akuntan untuk menentukan bagaimana suatu transaksi keuangan dicatat. Dengan demikian peran Akuntan sebagai suatu profesi makin dibutuhkan.

Wah . . . harga pasar Akuntan jadi naik nih !

Dampak lain adalah persyaratan pengungkapan yang lebih banyak dan lebih rinci. Pengungkapan tersebut terkait dengan pertimbangan yang digunakan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki pengaruh signifikan, sumber estimasi ketidakpastian yang memiliki risiko signifikan dan berpotensi mengakibatkan penyesuaian material pada periode berikutnya, dan informasi lain yang memiliki risiko baik kualitatif maupun kuantitatif.

Kita ambil satu contoh, pada PSAK No.4 (sebelumnya) disebutkan bahwa laporan keuangan konsolidasi disajikan untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan yang meliputi posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas dari suatu kelompok perusahaan, yang secara ekonomis dianggap merupakan satu kesatuan usaha. Suatu induk perusahaan yang memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaan lebih dari 50% saham berhak suara pada perusahaan lain, harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi.

Nah, dalam PSAK No.4 yang akan berlaku efektif per 1 Januari 2011, tidak lagi menyebutkan besarnya prosentase pemilikan saham. Ukurannya bukan >/< 50% pemilikan, tetapi prinsipnya adalah apakah perusahaan investor melakukan pengendalian ke perusahaan investee. Meskipun pemilikan kurang dari 50%, tetapi mampu untuk mengendalikannya, maka laporan keuangan harus dikonsolidasikan, atau sebaliknya. Sehingga Akuntan harus mampu mengidentifikasi alasan yang digunakannya.

Istutik

STIE Malangkucecwara

Author: istutik

Istutik adalah Dosen STIE Malangkucecwara. Lahir di Surabaya, 27 Nopember 1963, menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi – jurusan Akuntansi Universitas Airlangga tahun 1987. Sejak Pebruari 1989 menjadi Dosen Tetap STIE Malangkucecwara, dan resmi menjadi arema hingga sekarang. Pendidikan S2 di Magister Manajemen Universitas Indonesia, tahun 1992. Bersertifikat Pendidik No. 101282204848.

6 thoughts on “Dampak Konvergensi ke IFRS: PSAK dari Rule Based ke Principle Based”

  1. yang saya ingin tanyakn apakah yang dimaksud dengan RULE bASED dan PRINCIPLE BASED?
    Kemudian maksud dari perubahan PSAK dari RULE BASED ke PRINCIPLE BASED itu bagaimana?
    Adakah dampak yang didapat akuntan Indonesia jika tidak menyesuaikan dengan standar internasional?

    SONY ARFIANDi A.2008.1.30965

  2. bu apa perbedaan ruke based dan principle based?
    dan apa dampak perubahan PSAK yang lebih senigfikan bagi laporan keungan?terima kasih bu

    VERA DWI JAYANTI A.2008.1.31053

  3. nostalgia konsul ama dosen ah…

    ibu saya alumni… IFRS ni saya update waktu bantuin ade’ saya kejain skripsinya..

    ternyata perubahannya pun dari PSAK ke IFRS ni juga masih butuh sosialisasi lagi sepertinya bu.. mengingat sepertinya juga di perusahaan tempat saya bekerja walaupun memiliki banyak subsdiary company tetapi penerapannya masih belum optimal, terlihat pada saat audit juga masih menggunakan standart PSAK sepertinya, apakah memang perubahan significantnya hanya pada point2 terakhir yang ibu jelaskan kah?

    mmmmm kemudian untuk yg pengen ambil spesialis “Ak” sdah diwajibkan IFRS juga y buu,,,

    tq.. smngt buat ade2 ABM…

  4. Wah, . . . hallo mas Anas,
    Tentang Konvergensi ke IFRS, th 2009-2010 mulai memasuki tahap adoption, th 2011 nanti masuk tahap preparation, beberapa PSAK hasil revisi 2009 dan 2010 mulai diberlakukan per 1 Januari 2011, dan th 2012 masuk tahap implementation.
    Jadi semua akuntan yang berkepentingan dengan penggunaan PSAK ya perlu untuk belajar.
    Pengen ‘Ak.’, ikut aja PPAk. di STIE-MCE, pasti materi Akuntansi Keuangannya sudah disesuaikan berbasis IFRS.
    Selamat dan sukses selalu ya . . .

Comments are closed.