Transaksi Murabahah, apa menariknya ?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak akan terlepas dari transaksi ekonomi, diantaranya adalah transaksi jual beli. Andaikan kita tidak pernah jadi penjual, tetapi pasti pernah jadi pembeli. Dalam jual beli yang terjadi, hampir tidak ada penjual yang menyebutkan harga perolehannya, dan pembelipun juga tidak menanyakannya.

Pada praktik ekonomi syariah, ada transaksi jual beli yang disebut transaksi Murabahah. Nah, yang menarik, penjual harus menyebutkan harga perolehannya. Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Syariah No. 102 disebutkan bahwa Murabahah adalah menjual barang dengan harga jual sebesar harga perolehan ditambah keuntungan yang disepakati dan penjual harus mengungkapkan harga perolehan barang tersebut kepada pembeli. Hal ini diperkuat juga dengan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) tentang transaksi Murabahah, yang mana penjual harus memberitahu secara jujur harga pokok barang kepada pembeli berikut biaya yang diperlukan.

Ada lagi yang menarik, jika penjual mendapatkan diskon dari pemasok sebelum akad jual beli terjadi, maka diskon tersebut menjadi hak pembeli, hal ini tidak dapat ditawar. Kecuali jika diskon diperoleh setelah akad maka tergantung yang diperjanjikan dalam akad jual beli. Sehingga pembelipun akan mendapatkan harga jual yang lebih fair, Ijab kabul akan dilakukan setelah barang dan harga disepakati.

Transaksi murabahah dapat dilakukan berdasarkan pesanan atau tanpa pesanan. Murabahah berdasarkan pesanan, penjual melakukan pembelian barang setelah ada pemesanan dari pembeli. Murabahah berdasarkan pesanan dapat bersifat mengikat atau tidak mengikat. Untuk murabahah pesanan mengikat, pembeli tidak dapat membatalkannya.

Pembayaran murabahah dapat dilakukan secara tunai atau tangguh. Pembayaran tangguh adalah pembayaran yang dilakukan tidak pada saat barang diserahkan kepada pembeli tetapi pembayaran dilakukan dalam bentuk angsuran atau sekaligus pada waktu tertentu. Harga ditentukan oleh penjual setelah pembeli memberikan informasi cara pembayaran dan jangka waktunya (untuk pembayaran tangguh). Jika pelunasan dilakukan lebih awal maka penjual boleh saja memberikan potongan pelunasan.

Bila pembeli sengaja menunda-nunda pembayaran sementara yang bersangkutan mampu untuk membayar, maka boleh diberlakukan denda terhadapnya. Selanjutnya denda yang diterima akan diakui sebagai qardhul hasan atau dana kebajikan. Tujuan denda tersebut adalah memberikan pelajaran bagi pembeli, bahwa menurut syariah hutang wajib untuk dibayar.

Bagaimana ?, tertarik untuk melakukan transaksi murabahah . . . silakan bertransaksi dengan entitas syariah.

murabahah


Istutik

STIE Malangkucecwara

Author: istutik

Istutik adalah Dosen STIE Malangkucecwara. Lahir di Surabaya, 27 Nopember 1963, menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi – jurusan Akuntansi Universitas Airlangga tahun 1987. Sejak Pebruari 1989 menjadi Dosen Tetap STIE Malangkucecwara, dan resmi menjadi arema hingga sekarang. Pendidikan S2 di Magister Manajemen Universitas Indonesia, tahun 1992. Bersertifikat Pendidik No. 101282204848.

16 thoughts on “Transaksi Murabahah, apa menariknya ?”

  1. Menurut saya Transaksi Murabahah sangat menarik….
    apalagi ada yang menarik di transaksi ini salah satunya Murabahah commodity sendiri bisa menjadi salah satu alternatifnya jika dilakukan dengan batasan-batasan ketat yang dipatuhi pihak perbankan syariah lokal maupun asing dengan sebenar-benarnya tanpa harus mengorbankan fungsi perbankan syariah sesungguhnya.

  2. Menurut saya transaksi ini sangat menarik….apalagi di dalam transaksinya ada yang menarik yaitu Murabahah commodity sendiri bisa menjadi salah satu alternatifnya jika dilakukan dengan batasan-batasan ketat yang dipatuhi pihak perbankan syariah lokal maupun asing dengan sebenar-benarnya tanpa harus mengorbankan fungsi perbankan syariah sesungguhnya.

    terimakasih bu…SEMANGAT ya bu..

  3. sudah terbukti dan tak terbantahkan lagi bahwa Islam memang agama yang sempurna bagi umat manusia, semua ilmu pengetahuan terangkum lengkap di Al-Qur’an salah satunya ialah ilmu bagaimana manusia bertransaksi murabahah, dengan ilmu ini baik penjual maupun pembeli tidak akan terugikan dengan kata lain sama – sama diuntungkan dan yang terpenting pembeli tidak akan tertipu oleh penjual

  4. artikelnya menarik, memang kita tidak akan bisa lepas dr transaksi murabahah, tetapi dalam transaksi murabahah ini adal hal2 yg perlu diperhatikan krn tidak semua jual-beli diperbolehkan dlm syariat islam, misal jual beli saham (lihat fatwa MUI ttg saham) konvensional, jual beli dg sistem ijon (bidang pertanian), jual-beli hewan sembelihan yg tidak disebut nama Alloh saat menyembelihnya dll. Bu istutik ini alamat blog saya : satriaindrakusuma@wordpress.com. Tolong di comment juga….^_^

  5. artikelnya sangat menarik sekali, satu hal yang membedakan transaksi murabahah dengan cara penjualan yang lain adalah bahwa penjual secara jelas memberi tahu kepada pembeli berapa nilai pokok barang tersebut dan berapa besar keuntungan yang di bebankannya pada nilai tersebut. inilah yang menarik pada transaksi jual beli ini. sehingga para pelaku transaksi ini jauh dari riba dan insyaALLAH barokah.

  6. assalamualaikum,,,

    menurut saya transaksi syariah itu sangat menarik dan benar-benar memberi keadilan bagi pihak penjual maupun pihak pembeli.
    tetapi sayangnya, operasional dari transaksi murabahah kurang begitu dimengerti bagi sebagian masyarakat yang sudah terlanjur terpikat dengan berbagai transaksi konvensional sehingga ada baiknya juga dilakukan pengenalan lebih dalam melalui promosi kepada masyarakat mengenai transaksi murabahah yang justru lebih memudahkan kedua belah pihak.
    selain itu, untuk bertransaksi secara syariah juga perlu diperhatikan mengenai keadaan barang atau cara mendapatkan barang tersebut, apakah di dapat secara halal atau tidak karena juga akan berpengaruh terhadap kemurnian transaksinya.

    terima kasih bu….

  7. Assalamualaikum…..
    Artikelnya nenarik,. karena traksaksi murabahah berhubungan dengan transaksi jual beli dalam kehidupan sehari-hari yang berpedoman pada syariah Islam… dan hal itu sangat menguntungkan kita karena transaksi mudarabah jauh dari Riba atau kerugian.

  8. artikelnya sangat menarik. qt jadi tahu bahwa dalam Islam tidak ada hal-hal yang ditutup-tutupi terutama dalam bertransaksi. dengan begitu, antara penjual dan pembeli menjadi tahu keuntungan dari masing-masing pihak, apabila di Indonesia menerapkan transaksi Murabahah ini mungkin tidak banyak pihak yang merasa dirugikan seperti penjualan daging gelonggongan dan ayam tiren serta makanan berformalin yang marak terjadi seperti sekarang ini……

  9. assalamualaikum bu istutik

    saya tertarik dengan artikel transaksi murobahah,karena menurut saya transaksi ini berbeda dari transaksi lainya..?masalah pembayaran murobahah dapat dilakukan secara tunai atau tangguh..jadi jika pembeli menginginkan barang tersebut tetapi tidak mempunyai uang yang cukup bisa melakukan pembayaran secara tangguh,jadi sama-sama memberikan kemudahan bagi si penjual dan pembeli..setelah harga sudah di sepakati oleh ke 2 belah pihak.

    terima kasih bu istutik..

  10. kalo kita bicara mengenai transaksi apalagi jual beli, mgkin sangat sedikit atau bahkan tidak ada seorang penjual yang mau jujur mengakui berapa modal mereka untuk setiap unit yang barang yang dijual. contohnya saja ketika kita kepasar untuk belanja, seorang penjual memang tidak melarang pembeli untuk menawar harga. tapi apakah sekali kita menawar harga langsung disetujui? tentu tidak, ditambah lagi jika pembeli menawar dengan harga yang terlalu rendah, kemungkinan kita tidak akan mempoleh barang tersebut bahkan kita akan memperoleh bonus “diomeli”.
    Namun, dengan adanya transaksi berbasis syariah seperti transaksi dalam akuntansi murabahah ini, akan sangat membantu seorang pembeli. pembeli pastinya akan memberikan margin sebagai laba penjual menurut kemampuannya, memang jika terjadi demikian maka penghasilan penjual flukttuatif, meskipun tetap untung. karena marginnya yang berbeda-beda dari tiap pembeli
    Karena prinsip syariah yang juga menjunjung kejujuran, maka penjualpun juga harus jujur tentang berapa modal mereka…
    dan pastinya dilarang untuk mengatakan” duh maaf,,, itu terlalu murah, modalnya aja belum dapet”

  11. Transaksi Murabahah ini sangat menarik memang. Dimana Margin tidak berubah sedang kan bunga berubah sesuai tingkat bunga, bla macet juga tidak ada bunga berbunga. apalagi saya pernah membaca tentang ==> Jika nasabah tidak mampu membayar, tidak ada denda (QS.2:283)
    padahal di bank ain kita pasti sudah kena denda/bunga. Jika nasabah dinilai mampu, tetapi tidak bayar, dikenakan denda untuk mendidik. Dananya utk sosial, bukan pendapatan bank. Sedangkan kalo dibank lain denda /bunga berbunga cendrung menzalimi/eksploitasi,tidak mendidik,Denda bunga menjadi pendapatan bank. Apalagi di dalam syariah islam jika memperjual belikan suatu barang kita pasti diberitahukan kekurangan dan kelebihan barang itu dengan sebenarnya. Keuntungan lainnya juga diebutkan, Jika nasabah dalam transaksi murabahah melakukan pelunasan pembayaran tepat waktu atau lebih cepat dari waktu yang telah disepakati. Lembaga keuangan syariah boleh memberikan potongan dari kewajiban pembayaran tersebut, dengan syarat tidak diperjanjikan dalam akad. Potongan ini berdasarkan kebijakan dan pertimbangan Lembaga keuangan syariah (LKS).

    Demikian komentar saya. Tetap semangat ya bu nulis blognya

  12. Semangat juga . . . untuk Angel !,
    bu Is juga pingin baca tulisan dalam Blog Angel, ta’ tunggu ya . . . !

  13. An absorbing communication is designer report. I anticipate that you should correspond many on this matter, it mightiness not be a inhibition mortal but generally fill are not enough to mouth on such topics. To the succeeding. Cheers like your Istutik’s Blog » Transaksi Murabahah, apa menariknya ?.

  14. Menurut saya sangat menarik, seperti yang telah di jelaskan sebelumnya..
    Namun ada yang masih dipertanyakan, apakah Murabahah ini dapat di aplikasikan dalam jualbeli saham syariah? agar dapat membantu nasabah dan perushaan sekuritas dalam menghindari transaksi margin trading.
    Apakah perlakuannya sama terhadap sukuk?
    tolong dibantu untuk menjawabnya.
    Terimakasih

Comments are closed.