PSAK 1 (Revisi 2009) : Ada Apa dengan Penyajian Laporan Keuangan Tahun 2011 ?

Bagi perusahaan yang memutuskan untuk menggunakan PSAK Umum yang berbasis IFRS, maka tidak dapat mengelak jika mulai 1 Januari 2011 harus mulai menggunakan PSAK No.1 revisi 2009 hasil adopsi dari IAS No.1 ‘Presentation of Financial Statement’,  karena Pernyataan ini diterapkan mulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011.

Ada apa dengan penyajian laporan keuangan yang akan disusun dalam tahun 2011, yang diatur dengan PSAK No.1 revisi 2009 tersebut ?. Tentu, siapa saja yang terkait dengan kepentingan penyajian laporan keuangan perusahaan, perlu memahami perbedaannya dengan PSAK No.1 sebelumnya (1998). Kita dapat mengidentifikasi perbedaan tersebut di tabel berikut,

Tentang

PSAK 1 (1998)

PSAK 1 (2009)

Penyimpangan dari PSAK

Tidak diatur

Diatur

Panduan pemilihan kebijakan akuntansi

Diatur

Tidak diatur (hal ini akan diatur dalam revisi PSAK 25)

Tepat waktu

Paling lama 4 bulan

Tidak diatur

Klasifikasi pinjaman yang dibiayai kembali

Liabilitas jangka panjang, jika perpanjangan diperoleh sebelum tanggal penyelesaian LK

Liabilitas jangka pendek, jika perpanjangan diperoleh sebelum tanggal penyelesaian LK

Liability

Kewajiban

Liabilitas

Komponen LK

  • Neraca
  • Laporan laba rugi
  • Laporan perubahan ekuitas
  • Laporan arus kas
  • Catatan atas LK
  • Laporan posisi keuangan
  • Laporan laba rugi komprehensif
  • Laporan perubahan ekuitas
  • Laporan arus kas
  • Catatan atas LK
  • Laporan posisi keuangan awal (retrospektif, restatement, atau reklasifikas)

Pernyataan kepatuhan terhadap SAK

Tidak diatur

diatur

Pos luar biasa

Ada

Tidak diperkenankan

Hak minoritas

Minority interest disajikan terpisah antara kewajiban dan ekuitas

Non-controlling interest

Pengungkapan

Tidak diatur

  • Pertimbangan dalam penerapan kebijakan akuntansi
  • Sumber informasi ketidakpastian
  • Permodalan

Sumber : Bahan Presentasi, ToT “IFRS 2010”, Ersa Tri Wahyuni

Yang menarik dalam laporan posisi keuangan, Aset hanya dikelompokkan menjadi Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar. Penyajiannyapun tidak harus berdasarkan likuiditasnya tetapi boleh berdasarkan current/non current-nya. Sehingga untuk laporan posisi keuangan per 31 Desember 2011 nanti, bisa jadi kita akan mendapati ‘Inventory’ pada urutan paling atas dalam Aset Lancar, dan ‘Goodwill’ dalam Aset Tidak Lancar.

Selain itu, hilangnya prinsip konservatism, menjadikan ‘keuntungan yang belum direalisasi’ tidak lagi disajikan dalam ekuitas di laporan posisi keuangan, tetapi disajikan di laporan laba rugi komprehensif pada komponen pendapatan komprehensif setelah laba neto,dapat dijelaskan dengan bagan berikut.ifrs3

Karena IFRS mulai dan bahkan sudah diadopsi oleh banyak negara, termasuk Indonesia (dalam proses adopsi) maka kita dapat mempelajari kesamaan penyajian laporan keuangan perusahaan di Indonesia dan yang ada di negara-negara lain sebagai bahan kajian.

ifrs

Istutik

STIE Malangkucecwara

Author: istutik

Istutik adalah Dosen STIE Malangkucecwara. Lahir di Surabaya, 27 Nopember 1963, menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi – jurusan Akuntansi Universitas Airlangga tahun 1987. Sejak Pebruari 1989 menjadi Dosen Tetap STIE Malangkucecwara, dan resmi menjadi arema hingga sekarang. Pendidikan S2 di Magister Manajemen Universitas Indonesia, tahun 1992. Bersertifikat Pendidik No. 101282204848.

2 thoughts on “PSAK 1 (Revisi 2009) : Ada Apa dengan Penyajian Laporan Keuangan Tahun 2011 ?”

  1. BU Istutik Salam Kenal Bu…………… BU bisa gak ya Tulisan ibu dibahas lebih medetail lagi karena saya cukup tertarik untuk permasalahan tersebut.. atau sebaiknya saya baca dimana ya agar perbedaan seperti yang Ibu jelaskan diatas bisa lebih dijabarkan….

    Salam
    Yudha

Comments are closed.