Mengungkap SAK SYARIAH

Seperti yang kita ketahui bahwa PSAK Umum secara bertahap sedang dilakukan perubahan dengan mengadopsi penuh International Financial Reporting Standard (IFRS) karena pada tahun 2012 Indonesia sudah harus menerapkan PSAK yang sudah terkonvergensi dengan IFRS.

PSAK Umum tersebut tidak ditujukan untuk entitas yang melakukan transaksi syariah. Komiti Akuntansi Syariah (KAS) telah menghasilkan standar akuntansi syariah, beberapa PSAK Syariah berikut telah disahkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) melalui DSAK nya,

1. Kerangka Dasar Penyusunan & Pelaporan Lap. Keuangan Syariah

2. PSAK 101 Penyajian Laporan Keuangan Syariah

3. PSAK 102 Akuntansi Murabahah

4. PSAK 103 Akuntansi Salam

5. PSAK 104 Akuntansi Istishna

6. PSAK 105 Akuntansi Mudharabah

7. PSAK 106 Akuntansi Musyarakah

8. PSAK 107 Akuntansi Ijarah

9. PSAK 108 Transaksi Asuransi Syariah

Dalam Perumusan Teori Akuntansi Islam dikenal ada aliran Pragmatis dan aliran Idealis, aliran Teoritis dan Praktis, Rekonstruksi dan Dekonstruksi. Perbedaan aliran tersebut tidak untuk diperdebatkan, tetapi menjadi modal untuk merumuskan Prinsip Akuntansi Syariah yang Berlaku Umum atau Generally Accepted Syariah Accaunting Principles (GASAP) dalam rangka mengakomodir kebutuhan para praktisi bisnis syariah. Berikut perkembangan standar akuntansi syariah di Indonesia.

1992

Berdiri Bank Muamalat Indonesia sebagai bank syariah pertama di Indonesia

1992 s/d 2002

Bank Syariah tidak memiliki PSAK khusus untuk mencatat transaksi syariah dan melaporkannya

1 Mei 2002

PSAK 59 disahkan oleh DSAK–IAI, efektif berlaku 1 Januari 2003, sebagai titik awal adanya pengakuan atas eksistensi akuntansi syariah di Indonesia

27 Juni 2007

PSAK 101-106 disahkan oleh DSAK-IAI, efektif berlaku 1 Januari 2008, sekaligus menggantikan PSAK 59

1 Juli 2009

PSAK 107-108 disahkan oleh DSAK-IAI, efektif berlaku 1 Januari 2010.

Kita dapat berharap beberapa exposure draft pernyataan standar akuntansi syariah lainnya segera disahkan, sehingga setiap entitas syariah dapat menerapkan pelaporan yang standar, dengan demikian transparansi dan akuntabilitas entitas syariah di Indonesia akan semakin terjaga dan meningkat.

Istutik

STIE Malangkucecwara

Author: istutik

Istutik adalah Dosen STIE Malangkucecwara. Lahir di Surabaya, 27 Nopember 1963, menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi – jurusan Akuntansi Universitas Airlangga tahun 1987. Sejak Pebruari 1989 menjadi Dosen Tetap STIE Malangkucecwara, dan resmi menjadi arema hingga sekarang. Pendidikan S2 di Magister Manajemen Universitas Indonesia, tahun 1992. Bersertifikat Pendidik No. 101282204848.