Pemikiran tentang Sistem Akuntansi Berbasis Syariah

Setiap organisasi yang melakukan transaksi bisnis tentu tidak akan terlepas dari kebutuhan akan sistem akuntansi, karena dengan sistem akuntansi maka manajemen mendapatkan dan memproses data mengenai berbagai aktifitas bisnis, menyimpan dan mengatur data tersebut menjadi informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, dan terselenggaranya pengawasan untuk memastikan keakuratan data & informasi serta menjaga sumber daya organisasi.

Sistem akuntansi sebagai suatu sistem informasi, maka ada input – proses – output . Dengan pemikiran bahwa sistem akuntansi yang dirancang dan diimplementasikan adalah sistem akuntansi berbasis syariah, maka inputnya adalah data yang berasal dari transaksi syariah, yaitu transaksi yang memenuhi karakteristik syariah berikut, Continue reading “Pemikiran tentang Sistem Akuntansi Berbasis Syariah”

Dampak Konvergensi ke IFRS: PSAK dari Rule Based ke Principle Based

Setiap perubahan pasti ada dampaknya, jika perubahan tersebut memang sesuatu yang harus dilakukan maka tentu akan lebih arif untuk mengungkap manfaat dari perubahan tersebut dan mengeliminir kemungkinan kerugiannya.

Begitu juga dengan konvergensi ke IFRS, beberapa manfaat akan diperoleh yaitu memudahkan pemahaman pengguna kelas internasional terhadap laporan keuangan yang disusun atas dasar standar akuntansi keuangan yang dikenal secara internasional pula sehingga harapannya akan meningkatkan arus investasi global, membuka peluang fund raising melalui pasar modal, dan juga pada akhirnya akan dapat meningkatkan efisiensi penyusunan laporan keuangan.

Salah satu karakteristik IFRS adalah principle based, berbeda dengan US-GAAP yang rule based. Kita tahu bahwa standar akuntansi keuangan di Indonesia semula merujuk ke GAAP tersebut, sehingga terdapat perubahan mendasar yaitu dari rule based ke principle based. Bagaimana dampaknya ?

Continue reading “Dampak Konvergensi ke IFRS: PSAK dari Rule Based ke Principle Based”

Transaksi Murabahah, apa menariknya ?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak akan terlepas dari transaksi ekonomi, diantaranya adalah transaksi jual beli. Andaikan kita tidak pernah jadi penjual, tetapi pasti pernah jadi pembeli. Dalam jual beli yang terjadi, hampir tidak ada penjual yang menyebutkan harga perolehannya, dan pembelipun juga tidak menanyakannya.

Pada praktik ekonomi syariah, ada transaksi jual beli yang disebut transaksi Murabahah. Nah, yang menarik, penjual harus menyebutkan harga perolehannya. Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Syariah No. 102 disebutkan bahwa Murabahah adalah menjual barang dengan harga jual sebesar harga perolehan ditambah keuntungan yang disepakati dan penjual harus mengungkapkan harga perolehan barang tersebut kepada pembeli. Hal ini diperkuat juga dengan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) tentang transaksi Murabahah, yang mana penjual harus memberitahu secara jujur harga pokok barang kepada pembeli berikut biaya yang diperlukan.

Continue reading “Transaksi Murabahah, apa menariknya ?”

PSAK 1 (Revisi 2009) : Ada Apa dengan Penyajian Laporan Keuangan Tahun 2011 ?

Bagi perusahaan yang memutuskan untuk menggunakan PSAK Umum yang berbasis IFRS, maka tidak dapat mengelak jika mulai 1 Januari 2011 harus mulai menggunakan PSAK No.1 revisi 2009 hasil adopsi dari IAS No.1 ‘Presentation of Financial Statement’,  karena Pernyataan ini diterapkan mulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011.

Ada apa dengan penyajian laporan keuangan yang akan disusun dalam tahun 2011, yang diatur dengan PSAK No.1 revisi 2009 tersebut ?. Tentu, siapa saja yang terkait dengan kepentingan penyajian laporan keuangan perusahaan, perlu memahami perbedaannya dengan PSAK No.1 sebelumnya (1998). Kita dapat mengidentifikasi perbedaan tersebut di tabel berikut,

Continue reading “PSAK 1 (Revisi 2009) : Ada Apa dengan Penyajian Laporan Keuangan Tahun 2011 ?”

Mengembangkan Model BALANCED SCORECARD untuk Pengukuran Kinerja ENTITAS SYARIAH

Dikutip dari tulisan Kaplan dalam bukunya “Balanced Scorecard”, bahwa agar perusahaan berhasil bersaing pada abad informasi maka perlu kemampuan prima dalam hal,

  • mengembangkan hubungan dengan pelanggan
  • memperkenalkan produk & jasa yang inovatif
  • memproduksi produk & jasa berkualitas tinggi, harga murah, dan lead time
  • memobilisasi kemampuan danmemotivasi pekerja
  • mengembangkan teknologi informasi, database, dan sistem

Balanced scorecard digunakan untuk mengukur kinerja organisasi/perusahaan, dalam kaitannya dengan proses perumusan strategi, karena balanced scorecard merupakan seperangkat ukuran finansial kinerja masa lalu dengan drivers kinerja masa depan. Sehingga dikenal ada empat perspektif dalam menilai kinerja perusahaan.

Continue reading “Mengembangkan Model BALANCED SCORECARD untuk Pengukuran Kinerja ENTITAS SYARIAH”

Bagaimana Merintis Profesi Akuntan ?

Bagi mahasiswa yang mengambil program studi Akuntansi, tentunya memiliki peluang untuk kelak dapat memilih beberapa alternatif profesi. Ketika di kelas, macam-macam profesi akuntan tentu pernah juga disinggung dan dijelaskan bidang pekerjaannya. Namun bagaimana merintisnya, mungkin masih menjadi pertanyaan. Sehingga sangat penting bagi mahasiswa Akuntansi untuk dapat menata sejak dini pilihan profesi akuntan yang diminatinya.

Ikuti workshop “Bagaimana Merintis Profesi Akuntan” , khusus untuk mahasiswa Akuntansi STIE Malangkucecwara. Daftar segera ke Customer Service, dengan jumlah satuan kredit kegiatan mahasiswa (SKKM) 5 kredit. Workshop akan diselenggarakan pada hari Selasa , tanggal 30 Nopember 2010.

Istutik

STIE Malangkucecwara

Mengungkap SAK SYARIAH

Seperti yang kita ketahui bahwa PSAK Umum secara bertahap sedang dilakukan perubahan dengan mengadopsi penuh International Financial Reporting Standard (IFRS) karena pada tahun 2012 Indonesia sudah harus menerapkan PSAK yang sudah terkonvergensi dengan IFRS.

PSAK Umum tersebut tidak ditujukan untuk entitas yang melakukan transaksi syariah. Komiti Akuntansi Syariah (KAS) telah menghasilkan standar akuntansi syariah, beberapa PSAK Syariah berikut telah disahkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) melalui DSAK nya,

Continue reading “Mengungkap SAK SYARIAH”

Respon AKUNTAN Pendidik Atas Penerapan PSAK UMUM dan PSAK ETAP

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabiitas Publik (PSAK ETAP) akan diberlakukan per 1 Januari 2011, meskipun penerapan lebih awal juga diperkenankan yaitu untuk penyusunan laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2010. PSAK ETAP memberikan peluang kemudahan bagi entitas yang tidak memiliki akuntanbilitas publik secara signifikan dan tidak menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal. Continue reading “Respon AKUNTAN Pendidik Atas Penerapan PSAK UMUM dan PSAK ETAP”