PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM

Dalam era pasar bebas dimana situasi pasar yang semakin kompetitif serta penuh dengan ketidakpastian, setiap perusahaan akan dihadapan pada persaingan yang semakin ketat. Hal ini mengharuskan perusahaan untuk dapat melakukan aktivitas yang seefektif dan seefisien mungkin, sehingga perusahaan tesebut dapat meningkatkan daya saingnya dan kelangsungan hidup perusahaan terjamin dalam jangka panjang.

Continue reading “PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM”

FAKTOR PENGHAMBAT PERKEMBANGAN USAHA KECIL

Usaha kecil merupakan kegiatan ekonomi yang mendominasi lebih dari 95 % struktur perekonomian Indonesia. Sektor ini memiliki peran yang strategis baik secara ekonomi maupun social politis. Fungsi ekonomi sector ini antara lain menyediakan barang dan jasa bagi konsumen berdaya beli rendah sampai sedang; menyumbang lebih dari separuh pertumbuhan ekonomi serta kontributif dalam perolehan devisa Negara.

Continue reading “FAKTOR PENGHAMBAT PERKEMBANGAN USAHA KECIL”

MENANGKAP PELUANG USAHA

MENANGKAP PELUANG USAHA
Oleh :
SRI INDRAWATI
STIE MALANGKUCECWARA MALANG

Kadang kita berfikir enaknya punya usaha apa ya ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebetulnya kita bisa mempunyai usaha dengan melihat peluang :
1. Ditempat tersebut banyak terdapat bahan yang dapat diolah menjadi suatu barang lain  yang mempunyai nilai tambah.
Misalnya : disuatu daerah tertentu banyak menghasilkan pisang dan ketela pohon. Masyarakat didaerah tersebut biasanya langsung menjual barang tersebut tanpa diolah lagi menjadi barang lain dengan harga yang murah. Kita melihat hal tersebut dapat mempunyai ide bagaimana kalau pisang tersebut diolah menjadi kripik pisang, pisang sale atau getuk pisang. Dengan adanya nilai tambah dari barang tersebut akan dapat meningkatkan harga dan pendapatan dari masyarakat tersebut.
2. Mempunyai hobby tertentu.
Hobby seseorang dapat dijadikan suatu usaha, selain dapat menyalurkan hobbynya juga dapat dijadikan suatu usaha yang menghasilkan pendapatan.
Misalnya yang mempunyai hobby menyanyi membuka kursus vocal atau tempat karaoke, mempunyai hobby memasak dapat membuka depot atau rumah makan.
3. Melihat peluang kebutuhkan masyarakat.
Karena saat ini sulit mencari pembantu rumah tangga dan sekarang kebanyakan ibu-ibu banyak yang bekerja sehingga kesulitan dalam mengurus putranya, maka hal tersebut dapat menjadi peluang untuk membuka usaha penitipan anak.
4. Barang tersebut saat ini lagi ngetrend.
Misalnya saat ini lagi demam main playstation, maka kita bisa membuka usaha persewaan playstation atau menjual CD dari playstation. Kalau saat ini sedang musim main game on line lewat internet, maka dapat membuka usaha warnet.

BAGAIMANA MEMULAI USAHA

BAGAIMANA MEMULAI USAHA

Setiap bisnis yang dijalankan (untuk usaha awal atau pengembangan), tidak selalu menghasilkan keuntungan, akan tetapi bertujuan untuk memperoleh keuntungan.
Untuk memulai suatu usaha ada 4 pertanyaan yang harus dijawab :
Produk apa yang akan dijual atau diproduksi , berapa jumlah produk yang akan dijual atau diproduksi, kelompok konsumen mana yang dituju , bagaimana membuat dan memasarkan produk .
Produk apa yang akan dijual atau diproduksi ?
Untuk menjawab pertanyaan produk apa yang akan dijual atau diproduksi ada beberapa alasan memilh jenis produk yang dapat dijadikan pertimbangan : Melihat peluang yang dapat dijadikan usaha, Mempunyai sesuatu hobby yang dapat dijadikan usaha .
Berapa jumlah produk yang akan dijual atau diproduksi ?
Jawaban dari pertanyaan ini akan mempengaruhi tentang proyeksi kebutuhan pembiayaan, karena jumlah dari produk yang diproduksi akan mempengaruhi besar kecilnya dana yang disediakan. Ada 5 cara membuat perkiraan penjualan , yaitu Menggunakan pengalaman, Membandingkan dengan perusahaan sejenis, Melakukan uji lapangan , Melakukan penelitian.
Kelompok konsumen yang bagaimana yang akan membeli produk tersebut ?
Konsumen yang akan dibidik apakah konsumen kalangan atas, menengah atau bawah, karena hal ini juga akan berpengaruh dengan kwalitas bahan baku yang disediakan dan tenaga kerja yang digunakan.
Bagaimana membuat produk dan memasarkan produk tersebut ?
Banyak pengusaha pemula yang tidak berhasil memproyeksikan kebutuhan biayanya. Proyeksi kebutuhan pembiayaan ini memegang peranan yang sangat penting untuk memperkirakan berapa sebenarnya kebutuhan modal yang dibutuhkan dan harus disediakan untuk membuka usaha tersebut.
Untuk menjawab pertanyaan bagaimana membuat produk, hal-hal yang harus diperhatikan adalah : Barang atau bahan baku tersebut dibeli dari mana apakah dapat dipenuhi dari lingkungan daerah sendiri atau dari luar daerah, Berapa jumlah kebutuhan bahan bakunya, bagaimana kwalitas bahan bakunya , Tenaga kerja yang dibutuhkan baik jumlah maupun tingkat pendidikannya . Untuk membuat produk tersebut membutuhkan peralatan atau mesin yang bagaimana, apakah yang canggih ataukah yang sederhana dan berapa kapasitasnya.
Seluruh biaya yang berhubungan dengan usaha (kecil) harus dieksplorasi dan dimatangkan. Termasuk juga pengeluaran jangka panjang yang berhubungan dengan perlengkapan, seperti penyusutan tahunan, sebaiknya dihitung sehingga seluruh biaya dapat diketahui oleh pengusaha sebelum terjun kedalam bisnis.
Perkiraan modal awal yang diperlukan adalah terdiri dari Modal investasi (terdiri dari fasilitas fisik misalnya gedung dan peralatan) dan modal kerja yang digunakan untuk membiayai operasional rutin perusahaan, misal membeli persediaan bahan , biaya promosi, gaji karyawan, sewa, asuransi , dan biaya lainnya .

Bagaimana memasarkan produk ?
Untuk menjawab pertanyaan diatas diperlukan tindakan-tindakan strategi dan taktik untuk mencapai tujuan perusahaan.
Untuk mendapatkan pembeli-pembeli yang memungkinkan (berapa banyak yang mereka inginkan dan berapa harganya), kita harus mencari jawaban untuk beberapa pertanyaan berikut : Dimana produk tersebut akan dijual , Dengan harga berapa produk tersebut akan ditawarkan, siapakah pembelinya dan dimana mereka tinggal, siapa pesaingnya, bagaimana promosi yang dilakukan
Setelah melewati seluruh hal-hal diatas, kemudian saudara dapat memutuskan apakah sebuah usaha berharga untuk dikerjakan.
MEMILIH BENTUK USAHA BERDASARKAN HUKUM
Faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan bentuk usaha :Biaya memulai dan mendaftarkan usaha, Kemudahan memulai usaha, Resiko keuangan yang ditanggung pemilik usaha, Kemungkinan mendapatkan mitra usaha, Pembuatan keputusan dalam perusahaan, Pajak yang harus ditanggung.
Faktor yang dipertimbangkan adalah :Memulai usaha sebaiknya dengan modal sendiri , jumlahnya tidak terlalu besar / banyak , sederhana , biaya murah, boleh hutang , tetapi dengan tanggung jawab pribadi yang rendah

MENGETAHUI TANGGUNG JAWAB ANDA
Pemilik usaha harus mengetahui tanggung jawab / persyaratan hukum , meliputi PAJAK ( PPh pasal 21 , PPh pasal 22, PPh pasal 23, PPh pasal 26, PPh pasal 4 ayat 2 , PPH pasal 15 , PPN , PPN BM ., PBB ) ;IJIN USAHA DAN SERTIFIKAT ( Ijin usaha : H O – ijin gangguan , IJIN OPERASI , SIUP, TDP , Sertifikat dari Kadin ); KONDISI KERJA ( Kebisingan , Penerangan, Penggunaan dan Penyimpanan barang berbahaya ); ada peraturan Depnaker / Disnaker tentang kondisi kerja dalam perusahaan , PERATURAN DAN PERUDANG-UNDANGAN KETENAGAKERJAAN