PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM

Dalam era pasar bebas dimana situasi pasar yang semakin kompetitif serta penuh dengan ketidakpastian, setiap perusahaan akan dihadapan pada persaingan yang semakin ketat. Hal ini mengharuskan perusahaan untuk dapat melakukan aktivitas yang seefektif dan seefisien mungkin, sehingga perusahaan tesebut dapat meningkatkan daya saingnya dan kelangsungan hidup perusahaan terjamin dalam jangka panjang.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara, meskipun dilihat dari skala ekonominya tidak seberapa namun jumlah UMKM sangat banyak dan dominan serta sumbangan yang yang diberikan selama ini sanga besar baik untuk masyarakat maupun Negara. Peran penting tersebut telah mendorong banyak negara termasuk Indonesia untuk terus berupaya mengembangkan sektor UMKM, hal ini dibuktikan oleh Pemerintah dengan membentuk suatu kementerian yang khusus mengurusi masalah koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, yang bertujuan untuk lebih mempercepat pembangunan pada sektor Koperasi dan UMKM.

Permasalahan yang sering dihadapi oleh UMKM pada saat ini adalah masalah permodalan atau pengelolaan keuangan.

Berdasarkan pada hasil kegiatan penelitian yang kami lakukan pada UMKM Garment, UMKM makanan, UMKM keramik dan gerabah di kota Malang dapat kami simpulkan tentang pengelolaan keuangan UMKM adalah sebagai berikut :

  1. Sifat usaha yang dilakukan untuk usaha garment sebagian besar dengan mendirikan usaha sendiri, sedangkan usaha makanan serta keramik &gerabah sebagian besar dilakukan dengan meneruskan usaha orang tuanya.
  2. Sistem penjualan yang dilakukan oleh 3 kelompok UMKM tersebut adalah dengan sistem penjualan langsung, sedangkan sistem pembayaran penjualannya 3 kelompok UMKM sebagian besar menggunakan sistem tunai.
  3. Asal sumber modal usaha yang digunakan oleh UMKM garment dan makanan sebagian besar berasal dari sebagian modal sendiri dan sebagian dari pinjaman, sedangkan untuk UMKM keramik & gerabah sebagian besar modal usahanya berasal dari modal sendiri. Modal yang berasal dari modal sendiri untuk 3 kelompok UMKM tersebut berasal dari dana keluarga, sedangkan yang berasal dari pinjaman untuk kelompok UMKM garment dan makanan berasal dari perbankan sedangkan untuk kelompok UMKM keramik & gerabah berasal dari koperasi.
  4. Perbandingan Struktur modal yang digunakan usaha untuk 3 kelompok UMKM tersebut adalah 30 % modal pinjaman; 70 % modal sendiri.
  5. Sistem administrasi keuangan yang dilakukan oleh 3 kelompok UKM merupakan pembukuan sederhana, sedangkan perencanaan dan pengawasan keuangan untuk kelompok UMKM garment sudah dilakukan cukup rutin, sedangkan untuk kelompok UMKM makanan dan keramik & gerabah tidak melakukan secara rutin.
  6. Kesulitan dalam memperoleh pinjaman yang dialami oleh ke 3 kelompok UMKM tersebut adalah tidak adanya agunan, sedangkan kesulitan dalam memperoleh harta tetap untuk kelompok UMKM garment dan keramik & gerabah adalah kurangnya modal.
  7. Penyebab jumlah keuangan usaha menurun untuk 3 kelompok UMKM tersebut adalah karena diambil untuk kepentingan pribadi karena tidak ada pemisahan antara keuangan untuk usaha dan untuk rumah tangga.
  8. Harapan pengusaha yang akan datang untuk 3 kelompok UMKM tersebut adalah memperoleh bantuan modal lunak.

Sri Indrawati, STIE Malangkucecwara Malang