MENYAMBUT KEDATANGAN TAMU-TAMU CALON SYURGA

Hari-hari ini para jama’ah haji Reguler mulai berdatangan dari lawatan mereka ke Tanah Suci. Termasuk juga jama’ah haji dari kota Malang, beberapa hari lagi akan kembali ke Tanah air dan pulang ke rumah  masing-masing. Berbagai persiapan sudah mulai dilakukan oleh keluarga yang ada di rumah untuk menyambut kedatangan mereka. Baik persiapan pangan maupun oleh-oleh yang akan diberikan sebagai kenangang-kenangan berhaji. Sebagian kecil oleh-oleh dibawa sendiri oleh para tamu Allah ini, akan tetapi saya yakin 100 % bahwa sebagian besar mungkin telah mempersiapkan oleh-oleh hajinya di tanah air / daerah asal. Semua kita akan bertanya-tanya kira-kira oleh-oleh apakah yang paling berharga dari jama’ah haji? jawabannya tak lain dan bukan adalah Hajjan Mabruran. Hanya oleh-oleh inilah yang akan bertahan lama dalam diri setiap jama’ah haji

Standar hajjan mabruran secara syar’iy, dijelaskan bahwa manakala orang yang telah berhaji selalu menampakkan tutur kata, sikap dan perilakunya yang lebih santun dan bersahabat bila dibandingkan dengan sebelum berangkat berhaji. Dalam hal beribadah, hajjan mabruran akan tampak lebih meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas. Sebelum berhaji jarang ke masjid untuk shalat berjama’ah atau bahkan tidak sama sekali, tetapi setelah kembali dari berhaji menjadi orang yang tampil ke garis depan untuk shalat berjama’ah di Masjid. Sebelum berhaji jarang atau bahkan tidak pernah melakukakn kegiatan ibadah nawafil ( sunnah). Hajjan mabruran juga harus menampakkan kepekaan sosial yang tinggi, mempunyai rasa iba yang sangat dalam ketika ada saudaranya yang lain sedang dalam susah atau butuh pertolongan, Kehidupannya selalu dalam keadaan hayatan thaiyyiban = kehidupan yang baik.

Demikianlah beberapa stndar hajji mabrur yang mampu membawa para jama’ah haji ini ke syurganya Allah, sungguh ini akan menjadi perhatian utama dari masyarakat muslim terhadap mereka yang baru saja kembali dari tanah suci Makkah almukarramah. Ketika penampakkan para jama’ah haji yang baru datang ini berlawanan dengan standar hajjan mabruran, maka sering dicap oleh kaum muslim sebagai hajjan mardudan= haji yang tertolak. Sayang sekali kalau sampai perjalanan haji yang begitu mahal secara finansial, lalu setelah kembali dari berhaji tidak membawa suatu perubahan dalam diri seseorang yang berhaji, tidak membuatnya lebih shaleh baik secara individual maupun sosial.

Semoga jama’ah haji kita pada tahun ini membawa oleh-oleh yang berharga  yakni hajjan mabruran, sehingga akan memberikan kontrbusi yang positif bagi pembinaan dan pendidikan keagamaan di negeri tercinta ini. Amiiinnn.

HARI ARAFAH YANG INDAH

Alhamdulillah sejak  tgl 8 Zulhijjah kemarin 2,5 juta muslim yang berhaji telah diberangkatkan ke padang Arafah, guna menunaikan  serangkaian manasik haji di kawasan ARMINA (Arafah, Muzdalifah dan Mina). Sebagian kecil dari mereka berangkat menuju Mina sejak pagi sudah berangkat menuju Mina untuk berhaji melakukan Tarwiyah bermalam di Mina baru pagi ini mereka akan menuju Arafah untuk mElakukan Wukuf bersama sejak tergelincir matahari, kurang lebih tiga puluh menit yang lalu.

Semua jama’ah haji baik yang melakukan tarwiyah atau yang langsung menuju arafah kemarin mengawali proses ritual haji dengan berpakaian ihram dan berniat ihram  dari Maktab/pemondokan masing-masing di Makkah al Mukarramah. Dengan niat ihram itu maka semua perbuatan yang dilarang selama ihram harus dijauhi, termasuk perkara-perkara yang secara syar’iy itu halal tapi karena berihram maka terlarang, misalnya memburu binatang ternak, memotong kuku, menikah atau menikahkan, bercumbu dan bermesraan /kontak seks antara  suami isteri begitu juga perkara lainnya. Ada sebuah harapan yang tersimpan dalam peristiwa ihram yakni bagaimana manusia ini setelah berhaji selalu dalam \semangat untuk berbuat kebaikan atau yang makruf dan jauh dari yang makshiyat.

Tadi, sekitar jam 12.00 waktu Saudi arabiyah (tgl 9 nZulhijjah) para hujjaj telah memulai wukuf mereka dengan mendengarkan khutbah wukuf, dilanjutkan dengan shalat dhuhur dan ashar yang dilakukan dengan jama’ taqdim qashar, baru setelah itu mereka para hujjaj akan berdzikir bertahmid beristighfar dan berdo’a sampai dengan terbenamnya matahari. Doa dan permohonan ampun yang dilantunkan hari ini selalu disertai dengan cucuran air mata, hari ini semuanya merasa dekat dengan al-Khaliq Allah SWT. tidak ada seorang jama’ah hajipun yang menyia-nyiakan kesempatan wukuf ini untuk mohon ampun dan berdoa memohon pada Allah atas segala keinginan. Siapa saja jama’ah haji yang menyia-nyiakan hari ini maka benar-benar memperoleh kerugian, lebih-lebih  kalau dikaitkan dengan biaya perjalanan haji yang begitu mahal sementara wukuf di arafah hari ini tidak di maksimalkan.

Hari arafah adalah hari yang sangat agung, hari yang sangat mulia, hari yang sangat berharga bagi para hujjaj, bahkan bagi mereka yang tidak sempat berhadir di arafah di sunnahkan untuk berpuasa pada hari itu.  Hari ini menjadi puncaknya ibadah haji sesuai dengan firman Allah ALHAJJU ‘ARAFAH = Haji itu adalah Arafah.  dalam beberapa referensi syar’iy dijelaskan bahwa tak ada hari yang baik  di mana Allah mengabulkan permohonan doa , permohonan ampun dari  manusia selain hari Arafah.  Para malaikat Allah akan turun dari langit mengantarkan doa dan permohonan mereka yang sedang wukuf sampai dengan terbenamnya matahari, bahkan semakin mendekati terbenam matahari maka semakin  doa dan permohon itu diijabahi oleh Allah swt. Kita doakan smg para hujjaj mampu melaksanakan wukuf ini dengan sempurna pada hari ini karena hari ini tak ada bandingannya dengan hari-hari yang lain. Mereka akan mendoakan diri mereka sendiri, keluarga mereka, famili dan handaitaulan,  bahkan sampaiu negara pun didoakan oleh para hujjaj.

Saya yakin para hujjaj terutama dari Indonesia membawa titipan doa yang sangat banyak, sampai-sampai ada juga yang keblinger menitipkan foto untuk diletakkan atau di tanam di Arafah. Hal terakhir ini sesungguhnya agak aneh tapi sering dilakukan oleh sebagian kecil masyarakat muslim berkirim photo untuk diletakkan di arafah,  Maaf …. ini adalah perbuatan yang tidak disukai dalam Islam dan juga tidak pernah dituntunkan oleh Nabi. Bahkan mengotori perbuatan wukuf dengan hal-hal yang bersifat bid’ah dan khurafat.

Semoga saja hari ini membawa kesejukan,  kedamaian, dan juga keindahan, bagi semua kaum muslim di mana saja. Amiinnnn…….