MELEPASKAN KEPERGIAN CALON-CALON AHLI SYURGA.

MELEPASKAN KEPERGIAN CALON-CALON AHLI SYURGA.
1. tanggal 27 Oktober waktu shubuh kemarin, Kementrian Agama Kota, masyarakat muslim kota Malang bersama pemerintah Kota telah melepaskan calon jama’ah haji Kota Malang menuju Asrama haji Sukolilo Surabaya yang selanjutnya hari ini tanggal 28 Oktober 2011 akan diberangkatkan dengan pesawat Saudiyah dari bandara Juanda Surabaya menuju ke bandara King Abdul Aziz Jeddah, lalu kemudian menuju kota Makkah al-Mukarramah untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. Mereka para calon Hujjaj ini tercatat sebagai jama’ah haji gelombang II, yang akan memulai miqat (niat ihram) dari atas pesawat satu jam sebelum mendarat di bandara King Abdul Aziz, atau di Bandara King Abdul Aziz, sebelum memasuki tanah Haram Makkah al-Mukaramah.
2. Sebagian kecil dari para calon hujjaj ini akan melaksanakan manasik mereka dengan bentuk haji Ifrad yaitu mendahulukan ihram haji dari pada ihram umrah, sebagian kecil lainnya akan mengambil bentuk haji Qiran yaitu berihram untuk haji dan umrah sekaligus, dan sebahagian besar dari mereka akan mengambil bentuk haji Tamattu’ yaitu berihram dengan mendahulukan umrah dari pada haji . Seluruh keluarga dan masyarakat Muslim Malang melepaskan kepergian tamu-tamu Allah ini dengan do’a dan harapan agar selalu memperoleh kemudahan dan lancar selama perjalanan, begitu juga memperoleh kemudahan dalam melaksanakan seluruh kegiatan manasik haji , sehingga para tamu Allah ini kembali ke kota Malang dengan membawa ole-ole hajjan mabruran.
3. Hajjan Mabruran adalah haji yang dilaksanakan dengan khusyu’, mengatur dan melaksanakan semua perkara dalam manasik haji dengan sempurna. Para tamu Allah ini dilarang untuk melakukan perkara-perkara yang berbau rafats, fusuk dan jidal, sebagaimana dinyatakan Allah SWT di dalam surat al-Baqarah: 197 “Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji”. Ulama Islam Makkah Syaikh Abdullah ibn Baz menafsirkan kata rafats dengan melakukan senggama atau hal-hal yang mengarah kepadanya, kata fasik dimaknai dengan semua perbuatan makshiat, sedangkan kata jidal dimaknai dengan perdebatan dalam hal-hal yang tidak berguna, atau hal-hal yang sudah dijelaskan Allah SWT, debat yang membawa gaduh, mudharat atau mengurangi ketenteraman orang lain. Perdebatan yang menyeru kepada kebatilan dan mengaburkan kepada kebenaran. Kalao perdebatan itu dalam suasana yang baik untuk memperoleh sebuah kebenaran maka itu tidak dilarang.
4. Tanda bahwa para tamu Allah ini menggapai hajjan mabruran adalah paling tidak kalau sebelum berhaji shalatnya kurang bagus maka setelah berhaji menjadi lebih bagus, sebelum haji jarang berjama’ah di masjid tetapi setelah haji keinginannya untuk berjama’ah di masjid semakin meningkat. Sebelum berhaji sering mendhalimi orang lain, setelah berhaji tidak lagi mendhalimi orang lain, malah selalu bersikap santun dan ramah terhadap sesama. Pendek kata keshalehannya semakin baik apakah itu keshalehan individu ataupun keshalehan social.
5. Akhirnya Para tamu Allah “dhuyufurrahman” ini akan memperoleh syurganya Allah karena berhasil meraih gelar hajjan mabruran. Rasulullah bersabda “ haji mabrur balasannya adalah syurga”. Semogaaaa!!!!