Esensi do’a sapu jagat I

  1. Do’a adalah satu ibadah yang sangat disukai oleh Allah swt. Manusia yang sadar, sesungguhnya sangat banyak melakukakan kegiatan do’a, karena manusia yaqin bahwa apapun upaya  untuk mencapai suatu maksud do’a menjadi sangat urgen.  Allah dan Rasulnya menuntun kita ttg doa yang dibaca di dalam al-Quran dan al-Hadits, jumlahnya sangat banyak. Salah satunya adalah doa sapujagat
  2. Lafadh do’a sapu jagat : RABBANA ATINA FIDDUNYA HASANATAN WA FIL AKHIRATI HASANATAN WAQINA AZAABAN NAAR yang artinya “ya Allah berilah kami kebaikan di dunia dan juga kebaikan di akhirat dan selamatkan kami dari api neraka” Lafadz doa ini bersumber dari al-Quran, ketika kita kesulitan untuk mencari doa apa yang akan dibaca maka lafadz do’a ini dipandag telah mencukupi, karena kandungan  maknanya sangat luas, sampai-sampai disebut dgn DO’A SAPUJAGAT
  3. Makna yang terkandung dalam lafadz do’a ini adalah meminta kebaikan di akhirat yakni nanti dapat melihat Dzat Allah SWT , Sedangkan kebaikan di dunia mengandung empat hal: Memohon kepada Allah smg diberikan kesehatan yang baik, memohon semoga diberikan ilmu yang bermanfa’at, memohon semoga diberikan isteri yang shalehah dan memohon smg Allah memberikan anak yang berbakti.
  4. Memohon kepada Allah smg diberikan  kesehatan. Sehat sangat penting bagi manusia, karena ketika orang sehat maka dia akan mampu melaksanakan  segala kewajibannya dengan baik, apakah itu kewajiban yang terkait dengan Allah maupun kewajiban yang terkait dengan kedudukannya sebagai manusia. Ajaran syari’at Islam telah mengatur dan menuntun manusia tentang aturan-aturan Dasar untuk menjadikan manusia yang hidup sehat seperti firmanNya “Makanlah dan minumlah tapi jangan berlebihan, Sesungguhnya Allah tidak suka kepada siapa saja yang berlebih-lebihan” kajian para mufassir mengatakan bahwa ayat ini terkai dengan urusan perut yakni persoalan makan yang tidak boleh berlebihan atau melampaui batas, Rasulullah dalam sabdanya mengatakan makan yang sehat itu adalah sepertiga perut untuk makanan sepertiganya untuk minuman dan sisa yang sepertiga untuk bernafas. Firman Allah ini sesungguhnya mengatur tentang kuantitas makanan yang harus dikonsumsi manusia. Sedangkan secara kualitas Allah mengingatkan dalam firmanNya “KULUU  MIN RIZKILLAH HALAALAN THAYYIBAH” yang artinya makanlah dari rizki Allah yang halal dan baik. Islam mengajarkan makanlah yang halal berarti sumber makanan dari yang halal memperolehnya, dan dzatnya harus baik bergizi. Dalam kaitan ini, Allah lalu melarang manusia mengkonsumsi jenis-jenis makan tertentu seperti firmanNya yang intinya melarang manusia mengkonsumsi bangkai binatang, darah yang segar, dan daging babi, yang itu merupakan najis atau sesuatu yang kotor. Anehnya, ayat-ayat Allah itu sering dibaca oleh kita tetapi sering dalam memenuhi kebutuhan nafsu makan, masih saja dengan sadar mendapatkan makanan dgn cara yang tidak bagus, bahkan sampai-sampai jenis makanan yang dilarangpun kadang tidak dihiraukan.
  5. Tampaknya kurang elok juga, bahwa ada orang yang setiap saat membaca do’a sapu jagat tetapi orang ini selalu terlibat dalam mengkonsumsi makanan yang diharamkan baik dari dzatnya atau cara memperolehnya, ini namanya sama dengan orang yang hanya berdo’a tetapi tidak mau berikhtiar. Padahal kaidah dalam Islam ttg kesehatan yang sudah dikumdangkan Rasul berabad-abad lalu udah jelas mengatakan “AL-WIQAYATUN KHAIRUN MINAL ‘ULAJ” = mencegah lebih baik dari pada mengobati. Kaidah ini muncul jauh sebelum istilah “Preventive dan curative” yang dimunculkan dalam dunia kedokteran  modern.
  6. Akhirnya do’a sapu jagat ini akan bermakna ketika orang yang berdoa,  selalu menjaga dirinya dari makanan yang haram,  dan tidak berlebihan, serta menjaga kualitas makanannya dgn cermat. sehingga menjadi manusia yang sehat