Realita dan fakta Remaja akhir-akhir ini

Remaja adalah kelompok yang paling berisiko terpapar HIV/AIDS. Perilaku menyimpang seks bebas dan pemakaian narkoba dikalangan remaja sudah pada taraf yang sangat mencekam, maraknya industri hiburan berbasis seks dan narkoba serta mudahnya mengakses situs-situs online pornografi menjadi salah satu pemicunya. Kejadian ini membuat pemerintah dan semua lapisan masyarakat khawatir akan masa depan bangsa ini. Lingkungan sekitarlah yang sangat berperan dalam menjadikan jati diri seorang pelajar (remaja), seperti lingkungan rumah dan lingkungan sekolah. Pergaulan yang kurang baik akan membuat seorang pelajar berperilaku kurang baik juga. Peran orang tua pun sangat berpengaruh, dalam pembentukan perilaku dan kepribadian seorang siswa.
BKKBN online melansir hasil temuan penelitian yang memprihatinkan, pada penelitian tersebut Jawa Barat diwakili kota Tasikmalaya dan Cirebon. Hasilnya, 17% remaja Tasik mengaku sudah melakukan seks pra nikah, dan 6,7% remaja Cirebon mengaku penganut seks bebas. Di Bandung temuan BKKBN menyebutkan, sekitar 21-30% remaja melakukan seks pra nikah, menyamai DKI Jakarta dan Jogjakarta.
Data di atas tidak akan berbanding lurus dengan realitas di lapangan, karena sifatnya yang epidemik. HIV/AIDS adalah fenomena gunung es, teridentifikasi di permukaan dibawah akan jauh lebih besar. Study kasus HIV/AIDS hanya terdeteksi di kalangan pemakai narkoba saja karena ketika akan menjalani rehabilitasi diwajibkan menjalani tes HIV, sedangkan untuk pengidap heteroseksual belum ada mekanisme untuk menjaringnya. Sehingga tidaklah mengherankan persentase HIV/AIDS melalui heteroseksual ini relatif kecil, http://www.satuportal.net/content/hiv-dan-remaja
Melihat fenomena diatas, sangat diperlukan adanya Perencanaan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR), agar remaja dapat terhindar dari resiko pernikahan dini, seks bebas, HIV AIDS, serta narkoba. Resiko-resiko tersebut dalam program PKBR sering disebut dengan istilah triad KRR. PKBR (Program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja) berperan secara aktif dan intensif memberikan penyuluhan bagi remaja untuk lebih peduli terhadap dirinya, sehingga remaja dapat terhindar dari resiko-resiko pergaulan bebas yang tidak diinginkan, serta dapat merencakan masa depannya. Adapun alat pelaksanaan program PKBR adalah dengan membentuk wadah kegiatan remaja yang disebut PIK (Pusat Informasi dan Konseling) Remaja. Kegiatan ini diawali dari remaja dilakukan oleh remaja dan diperuntukkan kepada remaja, dengan nafas peer education (pendidikan sebaya).

One thought on “Realita dan fakta Remaja akhir-akhir ini”

  1. tulisan Bapak dapat meramaikan dan dapatmemotivasi teman2 untuk mengikutinya, akan lebih baik ke depan ditambah dengan pembahasan yang bekaitan dengan tugas Bapak,sehingga dapat untuk membantu menambah poin di BKD. sukses yaaaaa.

Comments are closed.