Keseimbangan dalam kehidupan…..

Kita sangat familier dengan siang-malam, baik-buruk, kiri-kanan, dan seterusnya. Bahkan dalam dunia pewayangan ada Kurawa-Pendawa, juga di TV ada acara hitam-putih. Saya kemukakan hal tersebut sebagai gambaran bahwa dalam kehidupan terdapat neraca keseimbangan. Lalu apa yang menarik dari gambaran tersebut…… ??? menariknya banyak dari kita terkesan kaget atau justru kehilangan keseimbangan karena lengah atau ‘besar pasak daripada tiang’ artinya harapan terlalu besar dibandingkan aksi untuk memenuhi harapan tersebut. Mungkin hal ini terkait dengan teori baru yang lebih jadi pegangan, misalnya: belajar banyak, lupa banyak, sedangkan belajar sedikit, lupa sedikit, dan tidak belajar, tidak lupa. Akhirnya memilih yang resikonya sedikit, yakni bekajar sedikit, lupa sedikit atau tidak belajar biar tidak lupa, namun tentunya hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan. Atau mungkin karena ilmu ekonomi yang sekarang lebih dominan menguasai kehidupan kita, sehingga prinsip ekonomi lebih memiliki pengaruh lebih besar, harapan memperoleh hasil sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil-kecilnya, atau seperangkat peraturan yang lebih berpihak pada aksi yang membuat pergeseran nilai agung keseimbangan tersebut, missal: kecurangan, kriminalitas, penyelewengan, dan lain sebagainya dengan sangsi yang relative ringan karena HAM, sebagai penyebab pilihan suri tauladan bukan lagi pada tokoh pahlawan pemberantas angkara murka, tapi lebih berprinsip pada pukul dahulu perkara belakang.
Penulis sangat menyadari perubahan dan pergeseran nilai tersebut, kadang masih terkaget-kaget, karena belum terbiasa, contoh: mahasiswa dengan tanpa beban mengatakan dosennya dengan kata-kata: ‘sing genah pak…..!!’. sederhana dan fun saja hal itu terucapkan, tapi mungkin bagi kita yang belum siap akan terasa aneh pernyataan tersebut disampaikan dalam kondisi tertentu. Memang bisa terjadi jika si dosen dalam tidak genah, tetapi saya mencoba menganalisis kadang lebih pada suatu pernyataan yang tanpa beban karena memang tidak selalu si dosen juga genah.
Berdasarkan uraian di atas, dan mungkin masih banyak lagi kejadian dan pernyataan yang dapat dicontohkan, maka rasanya pantas untuk kita bersiap diri menghadapi pergeseran keseimbangan dalam kehidupan karena akan terus muncul nilai-nilai yang bergeser.