Serahkan pada Ahlinya…..

Sederhana kumpulan kata tersebut, bahkan sering jadi tertawaan untuk dilontarkan, namun maknanya akan menjadi luar biasa jika dipahami. Banyak kejadian di sekitar kita, serasa carut marut karena banyak hal yang ditangani atau banyak orang berada pada posisi kegiatan atau pekerjaan yang kurang pada tempatnya. Mungkin karena jumlah penduduk yang sedemikian besar sebagai penyebabnya, atau daripada tidak ada pekerjaan, maka masuklah yang bersangkutan di tempat pekerjaan yang tidak sesuai dengan disiplin ilmunya. Demikian pula jika kita perhatikan para pengamat yang mungkin bukan pada bidang ilmunya dan mereka berbicara banyak sesuai dengan asumsi mereka, akibatnya banyak hal yang terasa, terdengar semakin jauh dari upaya secara konstruktif sebagai tujuan meluruskan, alih-alih jadi lurus bahkan menjadi semakin menjauh dari baik. Contoh lain, para Mentri Negara yang di resuple, terasa aneh jika ada diantara mereka bukannya diganti tetapi kemudian dialihtugaskan pada departemen yang berbeda sama sekali, hasil akhirnya tentu bisa ditebak, semakin carut marut.
Kumpulan kata, yang kemudian menjadi kalimat, dan sering kita dengar diucapkan banyak orang, namun dalam konteks ‘guyonan’ tersebut, dapat dicontohkan sebagai berikut: suatu hari pintu rumah kita rusak, saya percaya bahwa kita dapat memperbaiki jika tidak terlalu parah, bahkan parah sekalipun. Namun coba bandingkan hasil pekerjaan kita dengan tukang kayu yang spesialisnya pekerjaan di bidang perpintuan, kita semua akan sependapat bahwa jauh lebih efisien (waktu dan biayanya) hasilnya jika pintu rusak tadi diperbaiki oleh tukang kayu di bidang perpintuan tersebut.
Uraian di atas, tidak dalam upaya mensugesti agar kita tidak mau berbuat sesuatu jika bukan bidang keahlian kita, tetapi lebih pada upaya mengingatkan kita untuk menyadari kapasitas yang ada pada diri kita dan justru lebih mengembangkan kapasitas tersebut yang pada gilirannya akan lebih berdaya guna, dibandingkan jika kita terjebak dengan hal-hal kecil akhirnya menghilangkan peluang untuk hal yang jauh lebih besar, yang dalam bahasa sehari-hari disebutkan mburu uceng kelangan dheleg.