Saran, masukan……

Suatu pernyataan yang sering dilontarkan orang tua, orang yang merasa punya pengalaman lebih, dengan maksud meredam rasa tidak nyaman bagi yang diajak berbicara, atau semacam harapan agar yang bersangkutan (yang diajak berbicara) kembali dalam keseimbangan.
Enteng sekali pernyataan tersebut dilontarkan, serasa semudah atau seenteng itu jika yang mengatakan tersebut mendapatkan pernyataan serupa dari orang lain.
Agak mengganggu dan menggelitik untuk tidak mencoba menganalisisnya, masalahnya terkadang yang mengatakannya melakukan dengan tulus, tidak menggurui, bahkan ada keinginan atau kemauan yang sungguh-sungguh dalam upaya memberikan informasi atau dalam menyampaikan pernyataan tersebut. Persoalannya adalah: apakah medan magnit yang menyampaikan sama dengan medan magnit yang diajak berbicara. Dilain pihak, sebaik apapun saran atau masukan, antara yang memberi saran atau masukan dengan yang diberi tentunya yang lebih tahu tentang permasalahannya adalah yang bersangkutan.
Berdasarkan uraian di atas, yang bisa dipetik untuk dapat dijadikan pelajaran adalah: yang memberi saran atau masukan, pantas kiranya menyadari bahwa tidak semua masukan dapat diterima atau sesuai dengan kondisi yang diberi masukan. Konon ada kata bijak yang kiranya sering kita dengar namun sering kali kita lupakan, yang berbunyi: jangan membuat ukuran baju orang lain dengan ukuran baju kita, maknanya: baik menurut kita belum tentu sebaik yang kita rasakan untuk orang lain.
Menariknya kita sering terjebak, bahwa mengabarkan keberhasilan yang identik (seakan-akan menyarankan orang lain bertindak seperti kita) sering kali membuat kita kurang control, justru orang lain mencibir atau tidak tertarik untuk sependapat atau orang lain berada dalam kondisi ‘defense mecanism’ terhadap apa yang kita sampaikan. Lebih jauh agar kita berada dalam jalur berpikir positif terhadap orang lain, sangat penting untuk kita mengadopsi pernyataan yang mengatakan ‘jangan dilihat orang yang mengatakan, tapi resapi apa yang dikatakan’ maka pantas kiranya untuk kita meluangkan waktu guna mendengar dan menghargai masukan tersebut, mungkin ada baiknya untuk lebih mempercantik hasil pemikiran kita sebelumnya, atau mungkin karena tidak sejalan dengan kondisi kita akhirnya belum dapat diterapkan, dan insya’Allah pada saatnya justru bisa menjadi referensi keputusan kita.