Demam Blog

DEMAM BLOG

Demam adalah suatu gejala dimana suhu tubuh meningkat di atas normal. Demam bukanlah penyakit melainkan respon tubuh akan sesuatu. Itu berarti demam bisa diartikan sebagai gejala baik karena demam berarti tanda tanda bahwa tubuh sedang melakukan atau butuh perbaikan atas dirinya. Dengan demikian  kita akan menjadi tahu apa yang harus dilakukan.
Banyak hasil survey menyimpulkan bahwa  saat ini BLOG sudah menjadi bagian dari life style. Indonesia adalah pengguna Blog terbesar kedua dunia setelah Inggris versi wordpress.  Individu terdorong menggunakan fasilitas ini untuk membantu mengembangkan kapasitas dirinya. Semua unek unek, ide dan berbagai gagasan serta karya bisa dituangkan dalam media ini dan berpotensi akan diketahui  ratusan bahkan jutaan orang.

Seperti makanan blog juga kaya manfaat antara lain blog sebagai media aktualisasi diri dan blog sebagai media personal branding.

Sebagai Media aktualisasi diri.

Ketika  seseorang ingin diperhatikan, diakui keberadaannya, didengar harap dan keluhnya, media blog ini bisa menjadi alatnya. Tentu saja tulisan diblog ini harus terbaca, diapresiasi dan diperhatikan oleh  sipembaca. Jadi syaratnya adalah “blog kita terbaca” itu dulu!. Sebagus apapun tulisan kalau tidak ada yang membaca maka manfaatnya hanya sedikit.  Ironisnya banyak pakar pendidikan memvonis budaya membaca kita masih tergolong rendah. Oleh karena itu manfaat sebagai aktualisasi diri ini tidak akan banyak memberikan perubahan apapun tanpa ada dukungan dan kesediaan pembaca untuk memberikan apresiasi dalam arti luas tentunya.
Banyak orang sibuk dengan blog diri sendiri, maksudnya ditulis sendiri, dibaca sendiri, dipuji sendiri, dipromosikan sendiri sambil over confidence bahwa tulisannya pasti akan dibaca orang. Ini narsis banget namanya. Coba anda cek berapa banyak orang telah membaca tulisan diblog anda dan memberikan komentar atas tulisan anda?  Semakin anda lihat 0 comment, berarti ada dua kemungkinan: pertama  tulisan diBlog anda tidak ada yang baca hal ini karena budaya membaca dilingkungan anda masih rendah. Atau mungkin sudah terbaca tapi masih 0 comment hal ini berarti belum ada budaya apresiasi terhadap sesama. Jika demikan adanya maka demam blog bisa menjadi gejala dari masalah budaya membaca dan budaya apresiasi.  Coba rasakan ketika tulisan anda di comment banyak orang dengan tulisan anda tanpa ada yang comment satupun? kalau di facebook ada fasilitias “like”diatas status yang anda buat. Tujuannya tidak lain sekedar bentuk terkecil dari apresiasi. Kalo anda klik “like” berarti anda merespon tulisan itu walaupun dalam skala yang terbatas.

sebagai Media personal branding

Tujuan personal branding tidak lain adalah self potitioning. Adakah orang yang tidak ingin dikenal? Jawaban normal pasti tidak ada. Semua orang tentu ingin dikenal dalam arti positif. Media blog memberikan peluang kepada pembuatnya agar bisa dikenal lewat karya karya tulisannya. Kalau anda konsisten menulis tentang IT misalnya maka anda harus bersiap siap untuk  diposisikan sebagai orang yang perhatian terhadap dunia IT. Kalo anda konsisten menulis tentang perilaku, ahlak, moral, softskill dll maka bersiap siaplah anda akan diposisikan sebagai orang bijak, filsuf dan bahkan setengah dewa. Jika demikian adanya maka Blog bisa menjadi gejala dari posisi diri kita. Karena apa yang kita tulis disitulah kita pernah berada.

Demam Blog sudah terjadi. Namun yang tidak boleh dilupakan ketika animo menulis blog ini sudah  menjadi life style individu maupun life style organisasi jangan hanya merasa puas dan bangga telah membagun blog namun bangunan tersebut sepi pengunjung. Oleh karena itu Demam Blog harus dibarengi dengan budaya membaca, gandrung informasi, semangat apresiasi terhadap sesama dan yang terpenting adalah kebersamaan bukan ego pribadi semata. Dengan demikian semangat “bersama kita bisa” harus dikedepankan mengalahkan semangat “kalau tidak ada saya tidak akan bisa”.

Sukses MCE sukses kita semua…..


5 thoughts on “Demam Blog”

  1. Wah tulisan yang inspiratif… memang pak, tujuan adanya blogging di area kampus sebenarnya tidak lain adalah memperbaiki performa, saya, kita, lembaga dan masyarakat.

    Dampak blog menjadi life-style dan positioning saya sangat setuju. Jika kita menulis artikel tentang IT tentu kita memposisikan diri sebagai orang yang lebih banyak tahu tentang IT.

    Nah, secara tidak sadar kita telah meng-klaim dan memposisikan diri sebagai Dosen, seorang yang lebih ahli di bidang-nya. Kalau kita runtut, sudah seharusnya Blog ini menjadi pelengkap para Dosen untuk menunjang posisioning mereka.

  2. suuuiiittt””…prikitieww, keren bo’
    emang ga semua yg dah baca mw kasi apresiasi, kadang cuman sekedar baca aja…emboh males orapapun alasan nya…andai ada option (like) kyk di FB asik kali yo dik….jd yg males bwt kata’ bwt komen bisa apresiasi ma jempolnya..hehehehheh…tp itu andai….tp kadang andai jg bisa disikapi ko yooooo…Jd bisa dinilai jg dik…bwh minat baca dah ada tp kemauan mengapresiasi itu lhooo..yg kadang dipengaruhi like n dislike dalam diri thd si penulis…ya gak???…yo ben ae, sing penting kita pribadi dah belajar kluarin uneg” po sing lbh keren opini gtu dah…kalau mw mikirin org lain…ribet ribet ribet dik…hahahhaha,,,,suka” dah.. 🙂

  3. Menulis blog tambah membuat kita jd kreatif dalam menulis lho…dan semanagt teman2 kampus unt slalu berkreasi dalam menulis di blog

  4. bang Edi n kang sandi.. demam blog dikampus kita luar biasa ini adalah competitive advantage our campus..dibanding tempat lain saya pikir kita adalah the first (secara kelembagaan)..semoga demam ini tergolong virus menular yang bisa mengifeksi warga kampus…dan kepada para penggagas dan pembangun fasilitas ini kami ucapkan apresiasi..God Bless U

Comments are closed.