The Inspiring Teacher

THE GOOD TEACHER IS TEACHING
THE BETTER TEACHER IS EXPLAINING
THE BEST TEACHER IS DEMONSTRATING
THE EXCELLENT TEACHER IS INSPIRING……..

Empat kalimat tersebut pernah saya tampilkan sebagai status difacebook dan cukup mendapat comment dari teman, murid bahkan guru saya. Ter-INSPIRASI dari beragam comment tersebut, sayapun mulai meng-INSPIRASI diri saya untuk menulis artikel singkat ini dengan tajuk “The Inspiring Teacher”. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Wikipedia mendifinisikan Guru (dari bahasa Sanskerta: yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah “berat”) adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Dalam perspektif universal kita mungkin sepakat bahwa setiap kita adalah guru. Anda adalah guru bagi diri anda, Ayah adalah guru bagi istri dan anak anaknya, Ulama, Pendeta, Biksu adalah guru bagi pengikutnya, pimpinan organisasi adalah guru bagi anggotanya. Demikian hakekat guru, ia berhubungan dengan ilmu dan pengetahuan yang dia miliki dan mempunyai kewajiban mendistribusikan ilmu serta pengetahuan tersebut bagi kemaslahatan alam semesta.
Guru yang baik adalah yang mengajarkan ilmunya, Ada tiga syarat agar menjadi guru yang baik yaitu kerelaan, kesabaran dan kemudahan.
Rela dalam arti bersedia memberikan ilmu dan pengetahuan kepada siapapun tanpa harus ”pelit ilmu”. Bukankah Imam Ali ra, pernah berkata ilmu semakin diajarkan semakin bertambah jadi kenapa kita harus ”pelit” terhadap ilmu.
Sabar dalam arti telaten memberikan bimbingan karena murid yang kita hadapi tidak sama kapasitasnya.
Mudah dalam arti jangan persulit murid. Tanyakan kepada murid dengan cara bagaimana dia merasa mudah menyerap ilmu dan pengetahuan. Bukankah penemuan mutakhir telah mengklasifikasikan cara belajar murid dengan tiga karakteristik, V-A-K. Jadi kalo murid tipe auditorial sudah seharusnya sang guru akan banyak menggunakan omongannya untuk mengajarkan sesuatu kepada muridnya. Demikian juga ketika murid bertipe kinestetik sang guru akan telaten menggunakan peraga dalam mengajarkan ilmunya. Atau bertipe visual berarti sang guru harus kreatif menata tampilan presentasinya.
Dengan demikian seorang guru harus tidak pelit dengan ilmunya,harus sabar menghadapi kenakalan muridnya serta tidak suka mempersulit muridnya.

Tidak cukup hanya mengajarkan dan menjelaskan, guru yang baik juga dituntut sebuah keteladan, THE BEST TEACHER IS DEMONSTRATING. Jadi kalo sang guru sudah mengajarkan dan menjelaskan makna pentingnya Apresiasi terhadap sesama berarti sang Guru harus bisa mendemonstrasikan seperti apa perilaku apresiatif itu. Dalam istilah pesantren, seorang guru tidak cukup menyampaikan mauidhoh hasanah tapi juga dituntut bisa menunjukkan uswatun hasanah.
Kalo anda punya kebiasan setelah membaca artikel didalam blog seseorang kemudian anda tinggalkan begitu saja tanpa ada ”sekedar comment kecil atau sekedar mengucap kata OK” berarti anda belum terbiasa dengan perilaku apresiasi kepada sesama. Banyak saudara saudara kita ketika masuk ke blog seseorang, datang tidak salam pulang pun juga tidak pamitan. Mendownload isi artikel kemudian pulang tanpa ucapan terima kasih. Tidak demikian seharusnya.

Terakhir adalah THE EXCELLENT TEACHER IS INSPIRING. Menurut kamus besar bahasa Indonesia inspirasi adalah ilham. Menimbulkan inspirasi berarti mengilhami. Ketika seseorang menyimak kisah surga neraka kemudian menarik minat dirinya untuk menciptakan teori reward and punishment, itulah inspirasi. Ketika seorang guru mengajarkan dan menjelaskan apa itu wirausaha. Kemudian sang guru mendemonstrasikan seperti apa dia menjalankan prinsip prinsip kewirausahaan. Akhirnya si murid meniru jejak langkah sang guru dan bahkan menjadi wrausaha lebih hebat dari sang guru, itulah inspirasi. Demikian pula ketika sang Guru menjelaskan manfaat besar era ”Blog” kemudian sang guru rajin menulis pemikiran pemikirannya dan kemudian murid muridnya mengikuti jejak langkah sang guru menjadi blogger handal, itulah inspirasi.
Banyak guru dalam menjalankan amanat sebagai guru belum berhasil mencapai derajat sebagai inspirator. Kenapa demikian karena sang guru belum berhasil menjadi good teacher, better teacher dan the best teacher. Pesiapan apa adanya dalam mengajar berdampak pada mengajar apa adanya sehingga berakibat pada rendahnya internalisasi llmu dan pengetahuan kepada dirinya maupun kepada murid muridnya.
Jadilah inspirator, jadikan diri kita bagian dari perubahan.
Sukses untuk kita semua !

6 thoughts on “The Inspiring Teacher”

  1. saya kira pak edi termasuk salah satunya sebagai the inspiring teacher….lanjut pak ide dan inovasinya utk kampus kita

  2. Sip mas! Lanjut trus share-nya!

    Usul. Sambungin artikel2 sampean supaya skalian jd catatan/notes di facebook. Jd, ga perlu share alamat blog lg. Skdr saran. Salam.

  3. Artikel ciamik…Setuju… ada pernyataan menarik:”Barang siapa mengamalkan ilmu yang diketahuinya, maka Tuhan akan memberi ilmu yang belum diketahuinya”. Belakangan saya tahu kalau ini hadist. Nah ini yang harus diperhatikan guru/dosen. Ada definisi guru yang bagus di Jawa:”guru adalah digugu lan ditiru” bukan “digugu yen turu”, he…he….

  4. pak son….ilmu itu dari bhs arab kalo dipreteli terdiri dari tiga huruf ain, lam dan mim….menariknya ketiga huruf itu merupakan awalan dari asmaul husna nanti kalo ada waktu saya akan tulis apa makna dan hakekat tiga huruf itu…semoga tuhan selalu mempertemukan kita dalam kebaikan…

  5. Ada buku “Inspiring Teaching”, Mendidik Penuh Inspirasi…
    Tersedia di Toko Buku KHALIFAH, Jl. Soekarno Hatta kav1A. Ada yang mau pesan?? Harga Rp. 45.000. Free delivery Malang area.. (Pak Hanif.., nitip promo ya.Tq poll). Hub:0341-7010326.

Comments are closed.