Miom, Kista dan Endometriosis

Pengalaman pengangkatan miom membuat saya tersadar untuk lebih peduli dengan penyakit-penyakit yang senantiasa mengincar wanita, karena berhubungan dengan rahim serta organ intim wanita. Setelah beberapa kali browsing, ketemu beberapa artikel tentang kista, miom dan endometriosis, yang bisa saya share untuk teman-teman pembaca.

Kista indung telur adalah suatu massa berisi cairan, bisa kental seperti gel (mukus), bisa juga cair (serous). Kista ini diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa dikeluarkan, akhirnya tertampung, dan makin lama makin besar.

Perempuan yang terdeteksi mempunyai kista pada indung telurnya biasanya menghasilkan hormon hipofisis dalam jumlah yang tidak tepat. Kekurangan hormon ini menurunkan fungsi normal indung telur. Ketika kondisi indung telur tak berfungsi normal maka bisa timbul penyimpangan pertumbuhan berupa kantung yang tumbuh di bagian dalam alat vital wanita.

Lain lagi dengan miom (istilah medisnya mioma uteri), yang merupakan tumor jinak dari miometrium (otot rahim). Berdasarkan letaknya, miom bisa dibagi menjadi 3, yakni mioma intramural (di dalam otot rahim), subserosa (dibawah lapisan serous, menonjol ke arah rongga perut), dan submukosa (menonjol ke arah rongga rahim).

Pertumbuhan miom, dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain status hormonal. Hormon mempunyai peran yang sangat penting pada aktivitas rahim, khususnya hormon estrogen.

Hormon estrogen dapat merangsang pertumbuhan tumor yang satu ini. Sebab, pada jaringan miom memiliki jumlah reseptor estrogen yang lebih tinggi dari jaringan otot kandungan. Sehingga, kerap tumbuh lebih cepat pada masa usia reproduksi, terutama pada masa kehamilan.

Yang membuat miom berbahaya adalah karena ia dapat tumbuh lebih dari satu lokasi di dalam rahim, dengan berat dan ukuran bervariasi, sehingga bisa menyebabkan gangguan pada rahim.

Perbedaan kedua adalah wujudnya. Bila kista ovarium berbentuk kantong yang berisikan cairan, maka miom berbentuk padat.

Menurut Boyke Dian Nugraha, ahli kandungan dari Klinik Pasutri Tebet, Jakarta, untuk bisa membedakan kista dan miom dapat dilakukan melalui pemeriksaan ultra sonografi (USG) empat dimensi. “Karena cukup sulit membedakan keduanya dengan pemeriksaan konvensional,” katanya.

Saat ukuran kista dan miom mulai membesar, diperlukan penanganan khusus, misalnya tindakan pengangkatan laparoskopi dan laparatomy. “Tindakan ini hanya disarankan kepada wanita, yang ukuran kista atau miomnya di atas 5 centimeter,” ungkap Boyke.

Endometriosis adalah suatu keadaan dimana endometrium berada di luar tempat yang seharusnya, yaitu di dalam rongga rahim. Endometrium sendiri merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim dan dikeluarkan secara siklik saat mens sebagai darah haid.

Penyebab ketiga gangguan di atas sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti dan masih terus diteliti. Hampir semua penyakit memang diarahkan ke faktor genetik sebagai penyebab. Kanker payudara misalnya, sudah diketahui gen-nya. Kalau si ibu kena kanker payudara, anaknya harus siap-siap. Tapi mioma, kista, dan endometriosis ini belum.

Sebagian ahli berpendapat, mioma uteri terjadi karena adanya perangsangan hormon estrogen terhadap sel-sel yang ada di otot rahim. Oleh karenanya, sangat jarang ditemukan pada anak-anak usia pubertas, bahkan nyaris tidak pernah. Anak-anak  usia pubertas belum ada rangsangan estrogennya. Sementara pada wanita menopause, mioma biasanya mengecil, karena estrogen sudah berkurang.

Penyebab kista dan endometriosis pun belum diketahui persis. Sementara salah satu penyebab endometriosis diduga adalah adanya muntahan sel-sel endometriosis keluar rongga rahim saat haid. Sel-sel edometriosis ini kemudian menempel di luar rongga rahim. Ada juga yang menyebut endometriosis mengikuti aliran darah atau ikut aliran kelenjar limfa, sehingga bisa saja terjadi endometriosis di paru, mata, dan sebagainya. Ada lagi yang mengatakan endometriosis disebabkan oleh pencemaran lingkungan dan pola hidup tak sehat.

Diagnosis pasti endometriosis biasanya diperoleh lewat pemeriksaan laparoskopi. Endometriosis bisa sedang bisa berat, tergantung jumlah, lokasi, dan gejalanya. Kalau berat, bisa muncul nyeri perut, bahkan sampai menyebabkan infertilitas (kemandulan).

Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat bagi pembaca, sehingga dapat menghindari ketiga penyakit diatas.

Mioma Uteri (2)

Tetapi 2 minggu setelahnya, saya berpikir kembali untuk mencari second opinion ke dokter spesialis kandungan lainnya. Setelah di-USG kembali, ternyata diameter miomku udah menjadi 7,4 cm, kaget juga begitu cepatnya pertumbuhannya. Apa penyebab cepatnya pertumbuhan miom??? Dokter langsung menyarankan untuk segera diambil, karena ditakutkan miomku tergolong ganas, sedangkan tumor bisa diketahui ganas tidaknya setelah diambil dan di-tes patologi.

Setelah berunding dengan suami, akhirnya keputusan mengambil miom dilakukan sabtu depan, dengan pertimbangan hari sabtu libur dan senin ada libur nasional, sehingga  ijin sakit tidak terlalu lama.

Hari H itu akhirnya datang juga, jantungku berdegup keras sekali….Rasa cemas dan takut itu tetap muncul, meskipun ini operasi kedua setelah caesar 2 tahun yang lalu. Perasaan takut akan mati karena operasi muncul, sehingga keringat dingin pun keluar. Setelah semua dipersiapkan, saya masuk ruang operasi pukul 07.30 wib, kurang lebih setengah jam ritual pra operasi dilakukan (yang saya tidak tahu apa itu), jam 08.30 tepat operasi dimulai, dimana saya sepenuhnya tidak sadar.

Dua jam setelahnya, saya mulai mendengar obrolan tim dokter tanda aku mulai siuman. Setelah proses pengambilan miom selesai, saya didorong keluar ruang operasi yang langsung disambut senyum sayang suami dan para kerabat yang menunggu saya selama proses operasi berlangsung.

Alhamdulillah operasi lancar, saya harus menginap di klinik 2 hari lagi untuk memulihkan kondisi tubuh. Banyaknya kerabat dan teman-teman tercinta yang menjenguk, bagaikan obat mahal, yang bisa mempercepat pulihnya kondisiku. Waktu pulang pun tiba, hasil dari tes patologi pun menyatakan miom bukan  tumor ganas, meskipun diameter miom tergolong besar, yaitu 7 cm (lebih besar dari bola tenes) sehingga tidak perlu tindakan lanjut.

Dalam perjalanan pulang, saya berpikir bahwa, teman-teman wanitaku harus tahu apa itu miom dan penyakit sejenisnya, sehingga at least mereka bisa mencegah timbulnya. Qta ketemu di artikel berikutnya untuk menjelaskan lebih detil penyakit-penyakit yang mengincar wanita dan cara pencegahannya.

Mioma Uteri (1)

Awal Februari 2011, perut saya sakit hebat, seperti biasanya saya ke dokter untuk minta resep sakit maag. Karena berkali-kali maag saya kambuh, maka diputuskan pergi ke dokter lainnya untuk mencari second opinion. Dokter memberi surat pengantar untuk tes laborat+usg.

Hasil tes gula darah, kolesterol dan asam urat bagus, dan jauh dari batas minimal, tetapi terus terang kaget dengan hasil USG yang menyatakan bahwa  rahim saya terdapat satu MIOM yang sudah besar dengan diameter 5,2 cm yang harus segera diambil…..

Terkejut, takut, cemas, khawatir…….semua perasaan bercampur aduk…..Saya pulang dengan menangis tersedu-sedu serta berpikir keras…apa penyebab sebuah miom nempel di rahim saya????  Olah raga rutin at least seminggu 3 kali sudah saya lakukan, sayur dan buah-buahan seringkali saya konsumsi, POKOKNYA saya  merasa SUDAH melakukan hidup sehat, SO WHY ….????!!!!!!

Setelah acara menangis selesai, akal sehat saya cepat berputar untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya apa itu MIOM…???

Dari mbah GOOGLE mioma uteri (disingkat miom) adalah tumor jinak  dari miometrium (otot rahim). Berdasarkan letaknya, mioma uteri bisa dibagi menjadi 3, yakni mioma intramural (di dalam otot rahim), subserosa (dibawah lapisan serous, menonjol ke arah rongga perut), serta juga submukosa (menonjol ke arah rongga rahim).

Pertumbuhan miom dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain status hormonal. Hormon mempunyai peran yang sangat penting pada aktivitas rahim, khususnya hormon estrogen. Hormon estrogen dapat merangsang pertumbuhan tumor yang satu ini. Sebab, pada jaringan miom memiliki jumlah reseptor estrogen yang lebih tinggi dari jaringan otot kandungan. Sehingga, kerap tumbuh lebih cepat pada masa usia reproduksi, terutama pada masa kehamilan.

Yang membuat miom berbahaya adalah karena ia dapat tumbuh lebih dari satu lokasi di dalam rahim, dengan berat dan ukuran bervariasi yang dapat  menyebabkan gangguan pada rahim. Saat ukuran miom mulai membesar, diperlukan penanganan khusus, misalnya tindakan pengangkatan laparoskopi dan laparatomy, yang disarankan kepada wanita, yang ukuran miomnya di atas 5 centimeter.

Hasil USG saya konsultasikan ke dokter spesialis kandungan untuk memperoleh kepastian tindakan yang harus diambil atas tumor jinak ini, dibiarkan saja karena saya tidak mengalami gangguan apapun selama ini atau sebaliknya  harus segera diambil (dioperasi).

Karena tidak mengalami masalah apapun, seperti pendarahan, nyeri pada saat menstruasi, maka dibiarkan saja, tunggu 6 bulan lagi untuk melihat perkembangannya. Alhamdulillah tidak ada masalah, dokter hanya menyarankan pola hidup sehat dengan banyak olahraga dan diet. Tidak ada masalah kalo hanya itu, pasti bisa…batinku

Karena artikel agak banyak, maka saya putuskan untuk menulis mioma uteri bagian 2