IELTS

Senin malam jam 12, tgl 13 Februari, saya terbangun karena suara anak-anak yang belum tidur. Seperti biasa, saya langsung pegang hp utk lihat apa ada pesan masuk. Satu pesan dari suami, dia msh otw Malang, dan satunya dari Bos Manajemen (Bu Nita): congrats diterima plthn ielts di ITB. Kabar itu serta merta saya sambut gembira, seneng…pokoknya okelah…..Udah 3 kali apply, baru skrg lolos…Alhamdulillah banget. Malam itu juga saya bicarakan mslh ini dengan suami, akhirnya suami ACC karena  tidak tega melihat wajah saya sedih klo forbidden going there. Thank GOD.

Konfirmasi keikutsertaan plg lambat 19 Februari 2012, karena kelas dimulai 20 Februari. Galau muncul lagi, karena DIKTI akan memberikan allowances dan akomodasi PP dengan syarat: minimal skor ielts 6,5 dan kehadiran min 90%. Antara ragu-ragu dan confidence bisa dpt skor 6,5, akhirnya saya nekat aja berangkat, modal dengkul…. Temen saya Ibu Rini Maryuni seharusnya juga brgk, but she didn’t get permission from her husband, jadi ya sutralah I went by my self.

Hari terakhir di kampus, saya mulai say good bye dengan teman-teman yang biasa ngocol dan begejekan…Mbak Ida, Bu Yayuk, Mb.Utik, Mb.Indah, Bu Linda+Bu Nita+ Mb.Nina (very supporting me), Mb.Yuyuk, Mb.Enggar, Mb.Yeti,Fia, Mb. Rina, Mas Hanif. Dan  Bu Nevi, Bu Dahniar, Om Toyib (as P3M people) finally Pak Benny (our dean)…ada rasa campur aduk ketika berjabat tangan dengan mereka. Rasa berat ANTARA meninggalkan teman-teman dan peluang (yang mungkin tidak akan datang 2 kali) yang harus diambil.

How about my kids…??? They’re very nice…do knew what their mother will do. My 1st son said: just take it mom….It made me easy. Finally, the time came. Sunday, 19th Feb, My husband, also took me to Bandung. Sesampai di Bandung, my husband relative mengantar kami ke rumah kos, yang mungkin saya cocok. Kamar terlalu kecil untuk ukuran my body (haha….saya tergolong overweight) but inexpensive for my wallet. It’s oke, terlalu pemilih jug tidak baik dan yang jelas takes time. Rumah kos di daerah Dago atas, sekitar 10 menit ke kampus ITB by public transportation. But, malam itu we’re stay at Hotel, which close to Bandung Train Station.

Besok paginya, jam 7.30 kami check out dan sampai ITB about 08.15. Very surprised, that class began. No introduction like I entered the new class on the new semester, without basa-basi, hehe….That’s why, my husband left me to back to Malang. 1st day in class oke-oke aja….byk teman yang juga berasal dari Sumatra meskipun sebagian besar (about 70%) dari Malang. Mereka sangat fluent in English, jd minder juga nih, but they’re very kindly, sharing something, that, I don’t know.

Hari pertama selesai diiringi hujan deras, karena lupa masukkan payung ke tas, jadi pulang dengan basah kuyup…dan masih harus cari angkot untuk balik ke tempat kos. Sesampai di tempat kos saya bener-bener nangis….nelangsa banget….keujanan, sendirian, jauh dari keluarga, especially my kids, my husband. Rasanya udah mau balik malang aja…..Aduh gak enak bgt…. Saya tlp suami saya, dan menangis tersedu-sedu lagi, tp justru suami memberi semangat utk tetap ikut plthn di Bandung. Finally saya tertidur, mungkin  mata pedas karena menangis lama atau capek atau both of them.

Anehnya, begitu terbangun esok paginya, perasaan nelangsa itu hilang, dan yang ada hanya semangat ’45 untuk ikut kelas. Alhamdulillah, saya tidak mau tahu nelangsa itu pergi kemana, yg ptg, ikut  kelas hari ini with my best. Dan sekarang sudah hari ke5, sudah terbiasa dengan rumah “kos”, teman-teman baru yang senasib (jauh dari keluarga dan harus sama-sama irit banget, klo gak mau dompet kedodoran), hehehe…

Finally, wish me luck to succeed this class until 13rd, August 2012 ya……Amin

10 thoughts on “IELTS”

  1. Hadoohh mbaaakkk.. wis gak usah nelangsa.. hujan segitu aja bukanlah halangan bagi sampeyan untuk terus belajar.. manusiawi kalau minggu-minggu pertama homesick. setlah itu insya Allah lancar.. Sekarang gaya nih, ngeblog udah pake bahasa campuran.. ntar kalo ngeblog lagi, harus sudah full in english lo yaa… wajib!! oke deh, selamat menempuh study nya ya.. and jangan lupa, kartikasari.. hehehe..

  2. apa yang kau rasakan juga tak rasakan mbak, saat hari minggu maunya aku call sampean unt mengucapkan selamat jalan tp rasane gak teko krn aku merasa takut kehilangan sampean, betapa kita sering jalan2 bareng saat ambil data alumni, dan banyak lagi sing kita critakan dan semuanya rasanya tdk dapat hilang begitu saja dalam ingatanku. Akhirnya tak batalkan arep telp sampean tp tak sempatkan untuk berdoa ben semua sing sampean kerjakan lancar jaya. Namun di balik itu juga ada rasa bangga bahwa sampean mampu untuk belajar ke Bandung. Yah, sudahlah kita pasrahkan aja sama Gusti Alloh bahwa semua pasti ada hikamhnya dan terbaik buat kita semuanya. Amin..Amin slamat berkarya dan bertugas sukses unt dirimu dan saling mendokan serta support ya…..waduh bbrp hari bhs ingrinya wis oke banget to….siplah

  3. @mb. Rina, hahaha….now student wallet…….kartikasari……?????hhmmmmm…it’s okay
    btw tq for the support… I do remember our dean said (when I told him that, I was accepted in ielts course) : everywhere we live, we’re facing the problem, he convinced me so much. So just go..go..go, hahaha…

  4. alhamdulillah mbak…dungo dinungo yo….
    btw, maeng Agustin sms aku, tracer study wis ndik bos-e de’e, ntar nek wis mari arep dikirim nang kampus, tak kon u.p. Bu Yuyuk Liana yo….
    Ngko nek tracer study BNI-Arif jarno dijupuk ponakanku wae sing ndik BNI, dadi smpyn gak perlu mrono.
    Suwon yo mbak support-nya…jadi mellow..hehehe

  5. Alhamdulillah . . .
    Yang penting sehat dik . . . , irit kan bukan berarti ndak makan hanya lebih selektif milih menu.
    Semoga semuanya lancar, tambah pinter tambah sabar, tambah ikhlas, dan tambah ayu nggak kalah karo mojang priangan.
    Insya Allah semua akan baik-baik aja, ada Allah yang senantiasa menjaga keluarga.

  6. @Bu Istutik, trm ksh supportnya…hehe…insya allah klo pas lagi mood nulis saya posting lg di blog tercinta ini
    Alhamdulillah skrg bisa komunikasi lwt blog…jadi terasa deket dan byk teman

  7. @Bu Fera, kalau membaca semangat 45 saya teringat……semangat…..ngat…ngat……ngat…. setelah itu 4 sampai 5 menit hilang….ha…ha…… jangan seperti ini loh BU. Tetap semangat Bu.

  8. @Pak Son, justru saya meniru semangat ’45 -nya Pak Son, krn tampaknya P.Son gak pernah lemes dan selalu punya ide2 brilian untuk kampus tercinta.
    Btw…tq for the supporting Pak

  9. Definitely believe that which you said. Your favorite justification seemed to be on the
    internet the easiest thing to be aware of. I say to you,
    I certainly get irked while people consider worries
    that they just do not know about. You managed to hit the nail upon the top and also defined
    out the whole thing without having side effect , people could
    take a signal. Will probably be back to get
    more. Thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *