Mioma Uteri (1)

Awal Februari 2011, perut saya sakit hebat, seperti biasanya saya ke dokter untuk minta resep sakit maag. Karena berkali-kali maag saya kambuh, maka diputuskan pergi ke dokter lainnya untuk mencari second opinion. Dokter memberi surat pengantar untuk tes laborat+usg.

Hasil tes gula darah, kolesterol dan asam urat bagus, dan jauh dari batas minimal, tetapi terus terang kaget dengan hasil USG yang menyatakan bahwa  rahim saya terdapat satu MIOM yang sudah besar dengan diameter 5,2 cm yang harus segera diambil…..

Terkejut, takut, cemas, khawatir…….semua perasaan bercampur aduk…..Saya pulang dengan menangis tersedu-sedu serta berpikir keras…apa penyebab sebuah miom nempel di rahim saya????  Olah raga rutin at least seminggu 3 kali sudah saya lakukan, sayur dan buah-buahan seringkali saya konsumsi, POKOKNYA saya  merasa SUDAH melakukan hidup sehat, SO WHY ….????!!!!!!

Setelah acara menangis selesai, akal sehat saya cepat berputar untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya apa itu MIOM…???

Dari mbah GOOGLE mioma uteri (disingkat miom) adalah tumor jinak  dari miometrium (otot rahim). Berdasarkan letaknya, mioma uteri bisa dibagi menjadi 3, yakni mioma intramural (di dalam otot rahim), subserosa (dibawah lapisan serous, menonjol ke arah rongga perut), serta juga submukosa (menonjol ke arah rongga rahim).

Pertumbuhan miom dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain status hormonal. Hormon mempunyai peran yang sangat penting pada aktivitas rahim, khususnya hormon estrogen. Hormon estrogen dapat merangsang pertumbuhan tumor yang satu ini. Sebab, pada jaringan miom memiliki jumlah reseptor estrogen yang lebih tinggi dari jaringan otot kandungan. Sehingga, kerap tumbuh lebih cepat pada masa usia reproduksi, terutama pada masa kehamilan.

Yang membuat miom berbahaya adalah karena ia dapat tumbuh lebih dari satu lokasi di dalam rahim, dengan berat dan ukuran bervariasi yang dapat  menyebabkan gangguan pada rahim. Saat ukuran miom mulai membesar, diperlukan penanganan khusus, misalnya tindakan pengangkatan laparoskopi dan laparatomy, yang disarankan kepada wanita, yang ukuran miomnya di atas 5 centimeter.

Hasil USG saya konsultasikan ke dokter spesialis kandungan untuk memperoleh kepastian tindakan yang harus diambil atas tumor jinak ini, dibiarkan saja karena saya tidak mengalami gangguan apapun selama ini atau sebaliknya  harus segera diambil (dioperasi).

Karena tidak mengalami masalah apapun, seperti pendarahan, nyeri pada saat menstruasi, maka dibiarkan saja, tunggu 6 bulan lagi untuk melihat perkembangannya. Alhamdulillah tidak ada masalah, dokter hanya menyarankan pola hidup sehat dengan banyak olahraga dan diet. Tidak ada masalah kalo hanya itu, pasti bisa…batinku

Karena artikel agak banyak, maka saya putuskan untuk menulis mioma uteri bagian 2

4 thoughts on “Mioma Uteri (1)”

  1. Pingback: diet rendah kalori

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *