…miris hati….(bagian 1)

kata “instan” sepertinya sangat lekat dgn siapa saja.

ada” mie instan”, yang sebagian masyarakat indonesia sangat suka, tapi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi tiap hari karena dalam jangka panjang akan berpengaruh negatif terhadap kemampuan daya pikir dan kondisi fisik secara global.

Ada juga “cara instan” untuk ngetop. Contoh yang paling gress adalah Sinta dan Jojo yang ngetop lewat “Keong Racunnya”. Gak perlu susah2 untuk belajar vokal mulai dari kecil, tp cukup bergaya unik di depan webcam-laptopnya dan keberaniannya meng-upload hasil gayanya di youtube (yang notabene siapa saja bisa) langsung melejit namanya di blantika musik tanah air.

“Alhamdulillah sejak beredarnya video mereka di dunia maya, anak saya semakin ngetop dan berhasil memperoleh banyak fasilitas serta sering diundang menjadi tamu di acara2 tv” demikian ucap Ibu-nya Sinta dengan penuh bangga dan bahagia pada awal2 beredarnya video Keong Racun versi Sinta+Jojo atas “prestasi” anaknya kepada salah satu infotainment tv.

“Cara instan” lainnya untuk ngetop di jagad indonesia masih banyak, seperti Indonesia Mencari Bakat, Indonesian Idol, Indonesia Got Talent, sehingga tak pelak lagi banyak ABG-ABG yang rela antri berjam-jam untuk menunggu proses casting, demi mencapai popularitas secara instan.

Banyak mahasiswa juga melakukan cara instan untuk memperoleh nilai bagus. Mulai dari sistem kebut semalam (bukan cinta semalam) demi mempersiapkan jawaban2 pada saat middle maupun final test sampai dengan persiapan-persiapan last minutes untuk menyerahkan tugas ke dosen.

Nggak kalah dengan ABG, ibu-ibu dan bapak-bapak juga mempunyaicara instan demi mencapai tujuan yangmulia. Tidak sedikit ibu-ibu dan bapak-bapak rela merogoh koceknya dalam-dalam demi sebuah tujuan “mulia” dengan menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah favorit. Tidak peduli apakah anaknya mampu dan mau ke sekolah favorit itu, asal gengsinya sebagai ortu terpenuhi…”why not”….toh itu untuk masa depan anak saya, pikir ortu. Bahkan pernah ada cerita (dari salah satu guru sma favorit di kota malang), bahwa salah satu muridnya sebelum lulus sma sudah diterima di fakultas kedokteran ternama dengan membayar 400 juta rupiah…..dan sayangnya lagi setelah pengumuman kelulusan dipasang, anak tersebut dinyatakan tidak lulus sma, dan harus mengikuti ujian sma susulan. nah…lho….???

Banyak hal serupa yang terjadi disekitar kita….

Apakah mereka yang memanfaatkan cara-cara instan sadar apa yang mereka perbuat???? Pemenang Indonesian Idol bukan melalui jalur instan. Umumnya mereka sudah melatih vokalnya mulai dari kecil, diikutkan ortunya dalam bina vokalia, atau memang sudah bertahun-tahun  menjadi penyanyi gereja, penyanyi pub atau kafe, ataupun anggota paduan suara di sekolah atau kampusnya.

Begitu juga dengan pemenang Indonesia Mencari Bakat. Klanting misalnya, pengamen jalanan itu sudah bertahun-tahun beredar dari terminal satu  ke terminal lainnya di Surabaya. Hudson, sudah bertahun-tahun bergaya duo (suara+gaya pria dan wanita), Ayu juga mulai kecil dibina ortunya untuk menjadi penyanyi handal. So….What gitu lho….????

Mereka  pantas menyandang predikat sang juara. Sangat pantas….!!!!!  Mereka sudah melalui jalan panjang yang berliku demi sebuah prestasi dengan sangat baik. Proses panjang  yang sangat melelahkan, membosankan, terkadang membuat mereka putus asa, namun mereka berdiri tegak kembali untuk meneruskan perjalanan yg  panjang. Airmata, peluh keringat tak jarang menemani mereka demi mewujudkan cita-cita.

Bagaimana dengan kita…???? ….to be countinued

5 thoughts on “…miris hati….(bagian 1)”

  1. Klanting, . . . . setuju, dengan kerja kerasnya menjadikan apresiasi masyarakat sangat positif.
    Semua harus dengan usaha . . . , ditunggu instan jilid 2

  2. walah,,,,mau nambahin Bu,,,,
    dalam hal kecantikan prakteknya jg banyak yang instan,
    contohnya hairextension ( rambut tempel ),oprasi hidung,sedot lemak,dll.
    saya heran mereka mau melakukan smua itu untuk terlihat cantik,,
    bukankah kecantikan yang sejati itu dari pancaran hati,
    wanita yang terlihat biasa tapi pintar secara akademik mereka jg terlihat cantik,,,
    gimana,,,,BU Vera setuju khan??
    hegheheheheheh….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *