Asas ‘Adalah dalam Syariah

Transaksi syariah berasaskan juga pada prinsip keadilan (‘adalah). Kata adil dapat diarti menempatkan sesuatu pada tempatnya dan memberikan sesuatu hanya pada yang berhak. Penerapan keadilan berupa aturan muamalah yang melarang adanya unsur :

1. Riba, yaitu setiap tambahan pada jumlah tagihan yang dipersyaratkan dalam transaksi pinjam-meminjam uang serta derivasinya dan transaksi tidak tunai lainnya.

2. Kezaliman, yaitu menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya; memberikan sesuatu tidak sesuai ukuran, kualitas dan waktunya; mengambil sesuatu yang bukan haknya dan memperlakukan sesuatu tidak sesuai posisinya.

3. Maysir, yaitu setiap transaksi yang bersifat spekulatif dan tidak berkaitan dengan produktivitas serta ada unsur perjudian (gambling).

4. Gharar, yaitu setiap transaksi yang berpotensi merugikan salah satu pihak karena mengandung unsur ketidakjelasan, manipulasi dan eksploitasi informasi serta tidak adanya kepastian pelaksanaan akad.

Contoh bentuk-bentuk gharar :

– tidak adanya kepastian penjual saat transaksi akad

– barang masih belum menjadi hak si penjual

– tidak jelas kriteria dan kualitas barang

– tidak ada kepastian harga yang dibayarkan

– salah satu pihak eksploitasi informasi

Mengenal Prinsip Ukhuwah dalam Transaksi Syariah

Prinsip Ukhuwah (persaudaraan) merupakan prinsip yang mempunyai nilai universal yang mengatur interaksi sosial dan keharmonisan pihak-pihak yang bertransaksi untuk memberikan manfaat dan semangat saling tolong menolong.

Dalam transaksi harus menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam memperoleh manfaat secara bersama-sama, sehingga tidak diperbolehkan seseorang mendapat keuntungan di atas kerugian orang lain.

Ukhuwah dalam bertransaksi berdasarkan :

1. Ta’aruf ; saling mengenal. Dengan saling mengenal dapat saling memahami latar belakang pihak-pihak yang bertransaksi

2. Tafahum; saling memahami. Dengan saling memahami pihak-pihak yang bertransaksi dapat meminimalkan perselisihan

3. Ta’awun; saling menolong. Hal mendasar dalam bertransaksi adalah sifat dari pihak yang bertransaksi harus menjiwai sikap tolong menolong

4. Takaful; saling menjamin. Supaya pihak-pihak yang bertransaksi merasa aman dari kecurangan, maka harus ada akad saling menjamin. Dapat berupa fisik alat jaminan (surat-surat berharga, aset dll)

5. Tahaluf; saling bersinergi dan beraliansi. Hal ini berhubungan dengan dasar-dasar sebelumnya, yaitu supaya dapat bersinergi harus didasari saling kenal, saling memahami, saling menolong dan saling menjamin.