<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Eddy Suprihadi</title>
	<atom:link href="http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys</link>
	<description>STIE-MCE &#124; Official Lecturing &#124; Teknologi Informasi &#124; Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Mar 2012 07:05:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Perempuan dan Teknologi Informasi</title>
		<link>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2012/03/22/perempuan-dan-teknologi-informasi/</link>
		<comments>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2012/03/22/perempuan-dan-teknologi-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 04:25:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Suprihadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT Culture]]></category>
		<category><![CDATA[IT for Business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/?p=862</guid>
		<description><![CDATA[Kata perempuan memang sangat indah untuk dibicarakan, seperti dalamnya samudra yang seakan-akan tidak ada batasnya. Pada tulisan ini saya mencoba menuangkan tentang perempuan dalam kaitannya pada teknologi informasi (untuk selanjutnya disingkat TI). Perkembangan TI yang begitu cepat, telah merubah cara hidup seluruh manusia di muka bumi. Dari mulai belajar, bekerja, hiburan sampai bisnis. Dari fenomena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata perempuan memang sangat indah untuk dibicarakan, seperti dalamnya samudra yang seakan-akan tidak ada batasnya. Pada tulisan ini saya mencoba menuangkan tentang perempuan dalam kaitannya pada teknologi informasi (untuk selanjutnya disingkat TI).</p>
<p>Perkembangan TI yang begitu cepat, telah merubah cara hidup seluruh manusia di muka bumi. Dari mulai belajar, bekerja, hiburan sampai bisnis. Dari fenomena ini, saya coba mengambil 2 peran penting dalam TI yaitu: pengembang TI dan pengguna TI.</p>
<p><span id="more-862"></span>Yang pertama, ketika kita bicara pengembang TI dunia, peran perempuan hampir tidak terlihat. Tokoh-tokoh yang dibahas banyak media hampir semuanya adalah laki-laki. Sebut saja: Bill Gates, Steve Jobs, Richard Stallman, Mark Zuckerberg, Jeff Bezos, Sergey and Larry, dan masih banyak lagi. Untuk di Indonesia, ada Onno Purbo, Roy Suryo, Made Wiyarna, Rusmanto, Budi Raharjo, dan masih banyak lagi, semuanya kan laki-laki.</p>
<p>Mitchell Baker, CEO Mozilla Corporation, adalah salah satu dari sedikit tokoh perempuan TI dunia. Dia sendiri sering ditanya oleh banyak orang, &#8220;it feels like to be one of the few women with a leadership role in information technology world&#8221;. Dia menjawab &#8220;I don&#8217;t know&#8221;, dan &#8220;Seharusnya TIDAK demikian, banyak yang bisa dilakukan perempuan dalam kepemimpinan TI&#8221;.</p>
<p>Rachel Sklar yang juga CEO perempuan di situs microblogging raksasa Six Apart, menulis tentang &#8220;Perempuan Terlalu Sedikit dalam Teknologi Informasi&#8221;. Dia menjelaskan bahwa perempuan adalah telah menjadi bagian dalam komunitas teknologi. Kita sebaiknya tidak saling menyalahkan mengapa hal ini bisa terjadi, dan berupaya untuk meningkatkan peran kepemimpinan perempuan TI di masa depan. Saya akan terus menulis tentang kurangnya perempuan di TI.</p>
<p>Sampai sekarang saya sendiri belum pernah menemukan tokoh perempuan Indonesia yang muncul di media. Mungkin ini adalah alami jika perempuan tidak banyak berada di ranah teknologi. Jadi ini bisa jadi PR bagi perempuan untuk dapat menjadi tokoh dalam TI biar tidak terlihat gersang.</p>
<p>Yang kedua adalah tentang pengguna TI. Di tahun 2010, lalu beberapa artikel menjelaskan bahwa 70% pengguna BBM adalah perempuan, dan 50% dari itu adalah perempuan rumah tangga, bukan kantoran. Pengguna Facebook tercatat 72% adalah perempuan. Jadi kalau saat ini member facebook ada 680juta berarti hampir 500juta adalah perempuan. 68% dari seluruh transakasi online juga perempuan (sumber: witeger.com. e-Stats.com).</p>
<p>Belum lagi, sebagian besar pekerja kantoran juga dipenuhi oleh kaum perempuan, yang saat ini semuanya menggunakan perangkat TI dalam pekerjaannya.</p>
<p>Nah, memang kalau bicara masalah pengguna teknologi informasi, kaum laki-laki memang tidak bisa unjuk gigi, karena lebih dari 70% didominasi oleh perempuan. Sangat wajar, karena separuh lebih penduduk bumi ini adalah perempuan.</p>
<p>Tidak hanya berhenti disini, masih sangat banyak yang bisa dibicarakan tentang kaitannya perempuan dan TI. Dari kecenderungan yang ada, seharusnya perempuan sekarang sudah bisa menjadi tokoh TI, karena sebagian besar penggunanya adalah perempuan.</p>
<p>Perempuan juga sangat bisa menjadi pebisnis di jalur TI (e-Commerce, e-Business) karena dia lebih tahu produk dan layanan apa yang diminati oleh para perempuan.</p>
<p>Dan yang jelas, kaum perempuan sangat bisa juga untuk mengendalikan ekonomi dunia, dan politik. Coba lihat saja kasus Prita, dimana kaum perempuan lewat facebook yang dengan mudah menggalang dana 2.5ton uang receh tidak lebih dari 1 bulan.</p>
<p><em>**Tulisan ini menjadi bahan Talkshow di RRI Malang, 22 Maret 2012 15:00</em></p>
<p><em>Eddy Suprihadi, <a href="http://www.stie-mce.ac.id">STIE Malangkucecwara</a><br />
</em></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2012/03/22/perempuan-dan-teknologi-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar e-Commerce lewat eBay</title>
		<link>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2012/01/31/belajar-e-commerce-lewat-ebay/</link>
		<comments>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2012/01/31/belajar-e-commerce-lewat-ebay/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 02:50:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Suprihadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Competitive Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[e-Business]]></category>
		<category><![CDATA[IT for Business]]></category>
		<category><![CDATA[auction]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[information]]></category>
		<category><![CDATA[lelang]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/?p=848</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, saya dan istri sempet mengunjungi beberapa kampus di Australia. Sebagai kebiasaan, kami selalu mampir ke book-store di sana untuk mencari souvenir kampus seperti kaos, gelas atau sejenisnya. Selain itu, saya suka iseng mampir ke sudut toko khusus area buku-buku yang membahas sistem informasi. Kali aja, ada yang bisa dibeli dengan harga khusus. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, saya dan istri sempet mengunjungi beberapa kampus di Australia. Sebagai kebiasaan, kami selalu mampir ke book-store di sana untuk mencari souvenir kampus seperti kaos, gelas atau sejenisnya. Selain itu, saya suka iseng mampir ke sudut toko khusus area buku-buku yang membahas sistem informasi. Kali aja, ada yang bisa dibeli dengan harga khusus.</p>
<p>Nah kebetulan mata saya tertuju pada buku-buku teks yang membahas tentang eBay (eBay adalah salah satu situs e-Commerce terbesar di dunia). Yang aneh lagi, banyak sekali mahasiswa di sana yang membeli buku tentang eBay tersebut. Hal yang sama terjadi di semua kampus yang sempat saya kunjungi waktu itu.</p>
<p><span id="more-848"></span><a href="http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/files/2011/11/eddy_ebusiness.jpg"><img class="size-full wp-image-799 alignright" src="http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/files/2011/11/eddy_ebusiness.jpg" alt="eddy.suprihadi.ebusiness" width="160" height="195" /></a>Cari-cari tahu, ternyata memang ada mata kuliah terkait e-Business yang menggunakan buku itu sebagai buku pegangan. Pantas saja, buku yang harganya sekitar AUD$30 itu laris dibeli oleh para mahasiswa disana. Pertanyaannya adalah, kenapa harus eBay yang menjadi rujukan belajar untuk e-Commerce ?</p>
<p>Saya coba iseng-iseng bertanya pada seorang mahasiswa yang baru saja membeli buku tersebut. Dia bilang begini:</p>
<blockquote><p>&#8220;The 7Cs framework in e-Commerce: Commerce, Context, Content, Community, Customization, Communication, and Connection. e-Bay web site is very useful for teaching the tools of online commerce, because students can actually list items for sale, receive payments, and fulfill orders&#8221;.</p></blockquote>
<p>Jadi pada intinya, mengapa eBay yang menjadi salah satu alat belajar e-Commerce, karena situs eBay adalah situs e-Commerce yang paling komplit, dimana dia mempunyai 7C tadi. Istilah 7Cs framework dikenalkan oleh Rayport &amp; Jaworski (2002), sebagai basic-online-interface pada e-Commerce.</p>
<ol>
<li><strong>Commerce</strong>. Didefinisikan sebagai &#8220;menjual barang, produk atau jasa pada situs&#8221;. eBay menyediakan kesempatan bagi siswa untuk menjual barang secara online. Dengan daftar lelang di eBay, seorang siswa mempunyai pengalaman dasar-dasar transaksi e-commerce, termasuk memilih sebuah produk untuk menjual, membuat dan menyajikan menawarkan, menerima pembayaran, dan memenuhi pesanan.</li>
<li><strong>Context</strong>. &#8220;Konteks website eBay mempunyai tampilan yang estetis dan fungsional.&#8221; Sekarang, aspek estetika dan fungsional dari sebuah situs sangat dipertimbangkan. Sebuah situs yang estetis canggih (misalnya dilengkapi dengan media kaya seperti full-motion video) dengan mempertimbangkan koneksi bandwidth pengguna akan menyajikan pengalaman yang tidak terlupakan.</li>
<li><strong>Content</strong>. Konten didefinisikan sebagai &#8220;semua subjek digital&#8221; dalam situs web. eBay mempunyai konten yang secara terus menerus diperbarui. Situs dapat memberikan layanan informasi sampai deskripsi dan foto di lelang, reputasi pengguna, transaksi aman dan informasi account informasi, dan referensi informasi. Informasi Lelang diperbarui detik demi detik, agar pengguna dapat menempatkan tawaran secara realtime.</li>
<li><strong>Community</strong>. eBay tidak hanya sekedar situs jual beli. eBay juga membangun komunitas. Selain pelanggan, kenyataannya eBay juga membangun komunitas orang-orang yang belajar e-Commerce. Banyak sekali forum-forum diskusi tentang eBay.</li>
<li><strong>Customization</strong>. eBay menunjukkan beberapa hal penting tentang kustomisasi. Para user dapat memodifikasi halaman membernya sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya saja, mereka dapat menset jenis barang apa yang mereka sukai. Jika tidak diset, maka eBay akan menampilkan seluruh jenis barang yang tentu saja sebagian besar tidak kita butuhkan.</li>
<li><strong>Communication</strong>. eBay menyediakan beberapa media untuk berkomunikasi antara pelanggan dan eBay. Online self-help dan FAQ menjadi andalan komunikasi selain hal umum seperti e-mail.</li>
<li><strong>Connection</strong>. eBay juga didukung oleh link-link yang tersedia pada situs diluar eBay. Intinya, eBay mempunyai banyak koneksi dengan para partner, salah satunya adalah UPS untuk partner pengiriman barang.</li>
</ol>
<p>Bertransaksi di eBay akan memberikan pengalaman yang baik untuk pembelajaran e-Commerce. Dan, apa yang telah saya jabarkan diatas belum sepenuhnya dapat menjelaskan tentang eBay. Jika pembaca tertarik, silahkan saja akses ke situsnya. Anda pasti terkesan dengan sebuah link yang berjudul: <a href="http://pages.ebay.com/sellerinformation/howtosell/university.html" target="_blank">eBay University</a>.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2012/01/31/belajar-e-commerce-lewat-ebay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Open Source: Faham dan Mitos</title>
		<link>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2012/01/24/open-source-faham-dan-mitos/</link>
		<comments>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2012/01/24/open-source-faham-dan-mitos/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 06:23:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Suprihadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Competitive Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[IT Culture]]></category>
		<category><![CDATA[IT for Business]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[development]]></category>
		<category><![CDATA[evolusi]]></category>
		<category><![CDATA[information]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/?p=838</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita bicara tentang open source, maka sebagian besar orang langsung berpikir tentang &#8220;gratis dan Linux&#8221;. Memang tidak salah, namun banyak salah informasi dan misteri dengan istilah open source software (OSS). Banyak orang berpikir bahwa open OSS hanya sebagai alternatif software dari software yang bermerk dan komersial. Sampai akhir tahun 2010, telah dideteksi 2.724 SMA [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau kita bicara tentang open source, maka sebagian besar orang langsung berpikir tentang &#8220;gratis dan Linux&#8221;. Memang tidak salah, namun banyak salah informasi dan misteri dengan istilah open source software (OSS). Banyak orang berpikir bahwa open OSS hanya sebagai alternatif software dari software yang bermerk dan komersial.</p>
<p>Sampai akhir tahun 2010, telah dideteksi 2.724 SMA di negara bagian Indiana, US, telah beralih ke open source untuk menggantikan beberapa software utama dalam operasional mereka. Mereka mengganti sebagian besar sistem operasi Ms. Windows menjadi Linux, dan menggunakan OpenOffice untuk menggantikan Ms. Office.</p>
<p><span id="more-838"></span>OSS menunjukkan cara baru dalam menghadapi hak cipta. Software bukan seperti barang nyata yang dapat disimpan dalam lemari. Bukan software yang harus dibeli, tapi HAK untuk menggunakan software tersebut dengan perjanjian lisensi. Nah ini yang sering salah dalam pemahaman bagi sebagian besar pengguna.</p>
<p>Isi perjanjian itu yang sering terlewatkan. Bukan berarti ketika kita membeli sebuah software (dalam keping DVD) lalu kita bisa mengkopi ke seluruh komputer di kantor. Ada sebuah lisensi yang hanya mengijinkan sebuah software dapat dikopi ke 4 komputer. Lalu, bagaimana kalau di-sharing? Ada sebuah lisensi yang lebih detail, hanya mengijinkan di-share oleh maksimal 10 pengguna, dan sebagainya. Ini hanya sebagai contoh, dimana kita harus lebih mengerti apa itu lisensi.</p>
<p>Tidak hanya istilah GRATIS pada OSS, ada hal lain yang lebih penting dalam jiwa OSS. Sebuah software dapat dilabeli OSS dengan beberapa hal berikut:</p>
<ul>
<li><strong>Distribusi bebas</strong>. Banyak software gratis yang kita bisa dapatkan di Internet, namun tidak semua software gratis itu adalah open source. Tidak ada kata TAPI dalam OSS. Sebagai contoh ada sebuah software gratis yang bisa digunakan, TAPI hanya 3 bulan. TAPI tidak semua fitur diberikan, dan masih banyak TAPI lainnya.</li>
<li><strong>Kode sumber program</strong>. Namanya saja open source (sumber terbuka). Jadi sebuah OSS selain menyediakan software yang siap pakai, mereka juga harus menyediakan kode programnya. Tidak ada yang disembunyikan dalam OSS. Tujuannya, agar semua orang dapat membuka, mempelajari dan bahkan meneruskan pengembangannya.</li>
<li><strong>Distribusi lisensi</strong>. Lisensi harus tidak khusus pada sebuah produk. Lisensi juga tidak harus membatasi pada software lain. Lisensi juga harus netral teknologi. Misalnya, tidak mungkin Mozilla Firefox bebas digunakan di Linux, tapi tidak bebas di Ms. Windows. Mozilla Firefox bebas di mana saja, tidak seperti produk Microsoft yang membedakan platform dan teknologi.</li>
</ul>
<p>Beberapa mitos keliru tentang OSS yang beredar di masyarakat. Ini mencerminkan adanya ketidakpahaman yang cukup tentang istilah open source itu sendiri, sebagai contoh:</p>
<ul>
<li>Free/Open Source adalah GRATIS dan bukan berarti tidak ada bisnis.</li>
<li>Free/Open Source bukan berarti tidak ada SUPPORT.</li>
<li>Free/Open Source bukan berarti SULIT untuk dikembangkan.</li>
<li>Free/Open Source bukan berarti tidak AMAN.</li>
</ul>
<p>Istilah Open Source Software (OSS) pun ber-evolusi. Untuk menekankan bahwa software ini adalah benar-benar GRATIS, maka OSS kemudian dikenal dengan Free/Open Source (FOSS). Lalu, di awal tahun 2007, untuk menekankan kembali bahwa software ini benar-benar bebas total, maka FOSS kemudian disebut dengan Free Libre Open Source (FLOSS). Libre yang artinya bebas tanpa kendali pihak-pihak tertentu.</p>
<p>Pertanyaan yang sering dilontarkan berikutnya adalah &#8220;Dari mana OSS mendapatkan dana?&#8221;. Sebelum pertanyaan ini dibahas, sebaiknya mempertimbangkan adanya hukum Tuhan yang jika kita ikhlas memberi tanpa pamrih, maka rejeki akan selalu datang. Linux dan OSS lainnya terus berkembang, terus baru, walaupun terus GRATIS.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2012/01/24/open-source-faham-dan-mitos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penerapan ERP di Perguruan Tinggi: Sukses atau Gagal?</title>
		<link>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2012/01/20/penerapan-erp-di-perguruan-tinggi-sukses-atau-gagal/</link>
		<comments>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2012/01/20/penerapan-erp-di-perguruan-tinggi-sukses-atau-gagal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 10:06:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Suprihadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Competitive Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[e-Business]]></category>
		<category><![CDATA[IT for Business]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[erp]]></category>
		<category><![CDATA[evolusi]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[information]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[Seperti pada cerita-cerita sebelumnya, bahwa konsep ERP telah diidam-idamkan oleh banyak perusahaan dan sebagian dari mereka sudah mencoba untuk mengimplementasikan dengan dukungan teknologi informasi. Pada kenyataannya, ERP tidak hanya diidamkan oleh perusahaan berjenis manufaktur, namun banyak institusi pendidikan perguruan tinggi (universitas) juga sudah mencoba untuk mengimplementasikannya. ERP secara umum adalah sistem informasi berskala besar yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti pada cerita-cerita sebelumnya, bahwa konsep ERP telah diidam-idamkan oleh banyak perusahaan dan sebagian dari mereka sudah mencoba untuk mengimplementasikan dengan dukungan teknologi informasi.</p>
<p>Pada kenyataannya, ERP tidak hanya diidamkan oleh perusahaan berjenis manufaktur, namun banyak institusi pendidikan perguruan tinggi (universitas) juga sudah mencoba untuk mengimplementasikannya.</p>
<p><span id="more-832"></span>ERP secara umum adalah sistem informasi berskala besar yang mengintegrasikan semua fungsi bisnis menjadi satu kesatuan fungsi. Harapannya dapat menghasilkan manfaat yang jauh lebih besar dari biaya yang telah dikeluarkan saat membangunnya.</p>
<p>Sebuah artikel menarik yang barusan saya baca, adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Christoper Lee (Central Washington University), tentang Penerapan sistem ERP di Perguruan Tinggi. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa ternyata banyak universitas di US dan Eropa telah membangun sistem ERP untuk mendukung aktifitas bisnis universitas. Akan tetapi, pada kenyataannya banyak juga dari mereka yang tidak berhasil sampai garis akhir. Maksud saya, proyek mereka berhenti di tengah jalan.</p>
<p>Dr. Lee penasaran dengan apa yang menyebabkan kegagalan tersebut. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan kesulitan pelaksanaan proyek ERP karena: (1) kurangnya keterlibatan pada pengguna akhir, (2) dana yang tidak memadai, (3) kurangnya rekayasa ulang proses bisnis, (4) waktu perencanaan yang kurang, (5) kurangnya analisis yang dilakukan vendor (6) dukungan teknis yang tidak tepat, dan (6) kurangnya pelatihan.</p>
<p>Menarik disini, bahwa keterlibatan pengguna akhir menjadi kunci utama yang menentukan berhasilnya penerapan ERP. Faktor ini yang ternyata berkorelasi dengan rendahnya kualitas data, ketepatan waktu perencanaan dan kelengkapan mengungkapkan masalah.</p>
<p>Menanggapi kurangnya dana yang memadai, ini menunjukkan bahwa menerapkan ERP adalah sesuatu hal yang sulit dan ruwet. Ini adalah proyek yang sangat besar. Sehingga seringkali, perencanaan anggaran meleset jauh dari kenyataannya. Ini juga berdampak pada perancanaan jadwal waktu implementasi, yang mundur jauh dari jadwal.</p>
<p>Tidak hanya itu, kredibilitas vendor juga punya peranan yang penting. Kebanyakan dari mereka kurang berhasil dalam melakukan analisis sistem yang tepat untuk diterapkan. Walaupun sebagian besar hambatan adalah sulitnya berkomunikasi dengan para pengguna akhir dalam mengungkapkan masalah dan kebutuhannya.</p>
<p>Rencananya, Dr. Lee akan melanjutkan penelitiannya dengan memasukkan faktor-faktor dugaan yang baru seperti: (a) membandingkan pada vendor-vendor yang berbeda, (b) kemudahan penggunaan, (c) dukungan konsultasi vendor, dan (d) dukungan konsultasi oleh konsultan independen.</p>
<p>Diakhir tulisannya, Dr. Lee menjelaskan bahwa penelitian ini akan memberikan arah manajerial yang baik bagi calon administrator di universitas yang ingin menerapkan sistem ERP di masa depan.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2012/01/20/penerapan-erp-di-perguruan-tinggi-sukses-atau-gagal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>E-Commerce: B2B vs B2C</title>
		<link>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/12/29/e-commerce-b2b-vs-b2c/</link>
		<comments>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/12/29/e-commerce-b2b-vs-b2c/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 11:35:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Suprihadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[e-Business]]></category>
		<category><![CDATA[IT for Business]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[evolusi]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/?p=823</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi informasi dan komunikasi memang telah mengacaukan sistem, salah satunya adalah menyebabkan kacaunya sistem pasar yang telah ada. Karena kacau, akhirnya perlahan demi perlahan struktur industri, struktur pasar dan model bisnis berubah. Sistem perdagangan berbasis elektronik, yang biasa disebut dengan e-commerce setidaknya bisa memotong jalur distribusi pemasaran tradisional yang telah ada. Yang tadinya consumer baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teknologi informasi dan komunikasi memang telah mengacaukan sistem, salah satunya adalah menyebabkan kacaunya sistem pasar yang telah ada. Karena kacau, akhirnya perlahan demi perlahan struktur industri, struktur pasar dan model bisnis berubah.</p>
<p>Sistem perdagangan berbasis elektronik, yang biasa disebut dengan e-commerce setidaknya bisa memotong jalur distribusi pemasaran tradisional yang telah ada. Yang tadinya consumer baru bisa mendapatkan barang lewat toko eceran, sekarang bahkan mereka bisa memesan langsung ke pabriknya.</p>
<p><span id="more-823"></span>Dengan e-commerce, si pabrik tinggal membuat situs web dan menerima order. Setelah pembayaran diterima, mereka tinggal mengirim barang langsung ke consumer. Dengan begitu, jelas sistem dan struktur pasar jadi berubah. Tidak hanya consumer, pabrik lain pun bisa langsung order ke sebuah pabrik dengan mudah.</p>
<p>Itulah sebabnya, maka dalam e-commerce dibedakan menjadi 4 model yaitu: B2B (business-to-business), B2C (business-to-consumer), dan C2C (consumer-to-consumer), C2B (consumer-to-business).</p>
<ul>
<li>B2B (Business-to-Business)<br />
Perusahaan melakukan bisnis dengan satu sama lain seperti produsen menjual kepada distributor dan grosir menjual ke pengecer. Harga didasarkan pada jumlah pesanan dan sering dinegosiasikan.</li>
<li>B2C (Business-to-Consumer)<br />
Bisnis menjual kepada masyarakat umum biasanya melalui katalog menggunakan perangkat lunak keranjang belanja. Amazon.com yang merupakan situs retail B2C sejak tahun 1995.</li>
<li>C2C (Consumer-to-Consumer)<br />
Ada banyak situs yang menawarkan ruang iklan gratis, lelang, dan forum di mana individu dapat membeli dan menjual. Dengan sistem pembayaran online seperti PayPal di mana orang dapat mengirim dan menerima uang secara online dengan mudah. Layanan lelang eBay adalah contoh yang bagus di mana orang-ke-orang transaksi sehari-hari juga berlangsung sejak tahun 1995.</li>
<li>C2B (Consumer-to-Business)<br />
Seorang dapat memposting sebuah proyek dengan anggaran yang ditetapkan online. Perusahaan lalu meninjau kebutuhan konsumen dan menyampaikan tawarannya pada proyek. Konsumen mereview tawaran tersebut dan memilih perusahaan yang akan menyelesaikan proyek tersebut.</li>
</ul>
<p>e-Commerce terus berkembang dan cenderung mengarah pada persaingan harga. Ini disebabkan karena konsumen semakin mudah untuk mengumpulkan informasi tentang produk dan harga. Ini akan sulit dilakukan pada pasar tradisional. Kita harus keliling dari toko ke toko untuk mencari brosur dan membandingkan harga.</p>
<p>Beberape peneliti, untuk sementara e-commerce berkembang pesat untuk jenis toko buku dan agen perjalanan. Walaupun perkembangan e-commerce paling pesat saat ini adalah Inggris untuk kategori jumlah total belanja masyarakat yang dilakukan lewat online, e-Commerce di China juga terus meningkat seiring dengan jumlah pengguna Internet masyarakatnya yang terus meningkat tajam. Saat ini pengguna Internet masyarakat China lebih dari 380juta, sedangkan Inggris hanya 50juta.</p>
<p>Tapi jangan lupa, Indonesia juga merupakan kandidat pasar e-Commerce yang juga besar dengan pengguna Internet saat ini mencapai 80juta. Ayo kita mulai dengan berbisnis online.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/12/29/e-commerce-b2b-vs-b2c/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Magic &#8220;e&#8221;, Hi! my name is e-ddy</title>
		<link>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/11/09/magic-e-hi-my-name-is-e-ddy/</link>
		<comments>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/11/09/magic-e-hi-my-name-is-e-ddy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 04:53:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Suprihadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[e-Business]]></category>
		<category><![CDATA[Introduction to IS]]></category>
		<category><![CDATA[IT for Business]]></category>
		<category><![CDATA[computer]]></category>
		<category><![CDATA[development]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[evolusi]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/?p=798</guid>
		<description><![CDATA[Sadarkah kita, bahwa secara perlahan huruf &#8220;e&#8221; telah merubah cara hidup kita? Sehingga saya harus menulis ini, &#8220;the Magic e&#8221; (si e yang gaib dan sakti). Ini bukan bicara tentang ilmu sihir atau sejenisnya, tapi bicara tentang embel huruf &#8220;e&#8221; yang melengkapi hidup kita seperti e-mail, e-commerce, e-banking, dan sebagainya. Embel huruf &#8220;e&#8221;, pertama kali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sadarkah kita, bahwa secara perlahan huruf &#8220;e&#8221; telah merubah cara hidup kita? Sehingga saya harus menulis ini, &#8220;the Magic e&#8221; (si e yang gaib dan sakti). Ini bukan bicara tentang ilmu sihir atau sejenisnya, tapi bicara tentang embel huruf &#8220;e&#8221; yang melengkapi hidup kita seperti e-mail, e-commerce, e-banking, dan sebagainya.</p>
<p>Embel huruf &#8220;e&#8221;, pertama kali digunakan pada term e-mail yang mulai diperkenalkan disekitar tahun 1972 untuk membedakannya dengan surat biasa (berbentuk kertas dan amplop). &#8220;E&#8221; sendiri yang sebenarnya kependekan dari kata &#8220;Elektronik&#8221;, sehingga e-Mail bisa berarti electronic mail (surat elektronik). Berbentuk elektronik (format berbasis komputer) sehingga bisa dikirim lewat jaringan Internet.</p>
<p><span id="more-798"></span>Bagi sebagian besar dari kita, e-Mail bukan merupakan sebuah benda yang aneh, tapi coba bayangkan jika kita menggunakannya di tahun 70an, sudah tentu pasti sebagian besar orang akan berpikir sesuatu yang gaib dan sakti. Bagaimana tidak, jika kita mengirim surat biasa pada orang di luar negeri di tahun 70an akan membutuhkan waktu tidak kurang dari 1 bulan. Akan tetapi, dengan menggunakan e-Mail tidak kurang dari 1 menit.</p>
<p><a href="http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/files/2011/11/eddy_ebusiness.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-799" src="http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/files/2011/11/eddy_ebusiness.jpg" alt="eddy.suprihadi.ebusiness" width="160" height="195" /></a>Semakin berkembangnya teknologi komputer dan Internet, secara dahsyat embel huruf &#8220;e&#8221; juga semakin banyak melengkapi aktifitas-aktifitas lainnya dan barang-barang yang bisa dirubah dalam format digital. Aktifitas perdagangan (Commerce), sekarang sudah banyak menggunakan sistem berbasis komputer dan Internet sehingga muncul istilah e-Commerce. Buku tidak lagi tersedia hanya dalam format kertas, dengan format digital dikenal dengan e-Book.</p>
<p>Aktifitas belajar (Learning) menjadi e-Learning. Karena konsep belajar pada era sekarang sudah sangat berubah sejak Internet mulai dikenalkan. Aktifitas pelayanan pemerintahan yang disediakan lewat jalur digital melahirkan istilah e-Government. Semakin banyak lagi, ada e-Banking, e-Auctions, e-Retail, e-Marketing, e-Business, e-Wallet, e-Cash, e-Payment, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Pengaruh the magic &#8220;e&#8221; akan semakin terasa di masa depan seiring dengan perkembangan teknologi dan sumber daya manusia yang ramah teknologi. Mungkin itulah yang diprediksi oleh orang tua saya, sehingga saya diberi nama yang dimulai dengan huruf &#8220;E&#8221;, dengan maksud kelak saya bisa mempengaruhi dan membantu banyak orang dalam ranah teknologi informasi. <img src='http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/11/09/magic-e-hi-my-name-is-e-ddy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gaya SDLC: &#8220;Cut Off&#8221; vs Parallel</title>
		<link>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/11/05/gaya-sdlc-cut-off-vs-parallel/</link>
		<comments>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/11/05/gaya-sdlc-cut-off-vs-parallel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 05:27:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Suprihadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Development IS]]></category>
		<category><![CDATA[IT for Business]]></category>
		<category><![CDATA[evolusi]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[information]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[Setelah semua persiapan ready, tahapan yang paling ditunggu-tunggu adalah tahap Implementasi. Karena pada tahap ini, aktifitas akan melibatkan para pengguna baik itu internal maupun eksternal. Clifton, dalam bukunya &#8220;Business Information Systems&#8221; menjelaskan bahwa tahap implementasi adalah suatu tahap yang paling mendebarkan dan mengerikan, karena ini berhubungan dengan orang lain khususnya pelanggan. Implementasi yang gagal karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah semua persiapan ready, tahapan yang paling ditunggu-tunggu adalah tahap Implementasi. Karena pada tahap ini, aktifitas akan melibatkan para pengguna baik itu internal maupun eksternal.</p>
<p>Clifton, dalam bukunya &#8220;Business Information Systems&#8221; menjelaskan bahwa tahap implementasi adalah suatu tahap yang paling mendebarkan dan mengerikan, karena ini berhubungan dengan orang lain khususnya pelanggan. Implementasi yang gagal karena kurang persiapan, akan menimbulkan presepsi buruk pada banyak orang.</p>
<p><span id="more-780"></span>Banyak sekali aktifitas yang dilakukan pada tahap implementasi, seperti pembelian barang-barang seperti komputer dan software, instalasi jaringan, penyediaan training, dokumentasi dan konversi sistem (pengalihan sistem baru dari sistem lama).</p>
<p>Khususnya pada aktifitas &#8220;Pengalihan Sistem&#8221; inilah Clifton menekankan perlunya strategi saat diaplikasikan. Secara umum ada 2 alternatif strategi konversi yaitu Cut-Off Implementation dan Parallel Implementation.</p>
<p>Perbedaan terpenting pada keduanya, adalah jika pada Cut-Off sistem yang lama segera disingkirkan pada waktu implementasi yang sudah disepakati, dan pada Parallel, sistem masih tetap diberlakukan dan dijalankan sampai pengguna benar-benar yakin sistem yang baru berjalan dengan baik.</p>
<p style="text-align: center">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://eddys2007.files.wordpress.com/2011/11/cutoff.jpg?w=500"><img class=" " src="http://eddys2007.files.wordpress.com/2011/11/cutoff.jpg?w=500" alt="" width="400" height="290" /></a><p class="wp-caption-text">Cut-Off Implementation</p></div>
<p>Cut-Off dan Parallel bukan bicara mana yang lebih baik saat diaplikasikan. Keduanya merupakan alternatif yang bisa digunakan sesuai dengan kondisi lapangan dan model bisnis. Cut-Off terlihat paling simple dan hemat biaya, karena tidak adanya biaya tambahan dalam sumber daya.</p>
<p style="text-align: center">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://eddys2007.files.wordpress.com/2011/11/parallel.jpg?w=500"><img src="http://eddys2007.files.wordpress.com/2011/11/parallel.jpg?w=500" alt="" width="400" height="290" /></a><p class="wp-caption-text">Parallel Implementation</p></div>
<p>Parallel cukup memakan biaya dan waktu, akan tetapi alternatif ini dirasa paling aman saat implementasi, karena jika sistem baru masih terjadi error, maka sistem lama masih berjalan. Tidak seperti Cut-Off yang telah menyingkirkan sistem lama saat sistem baru dijalankan.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/11/05/gaya-sdlc-cut-off-vs-parallel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua faktor penentu Etika</title>
		<link>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/10/30/dua-faktor-penentu-etika/</link>
		<comments>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/10/30/dua-faktor-penentu-etika/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 09:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Suprihadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT Culture]]></category>
		<category><![CDATA[IT for Business]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[information]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/?p=766</guid>
		<description><![CDATA[Meneruskan diskusi Socrates tentang &#8220;Etika&#8221; terkait dengan sistem informasi, sebenarnya: Bagaimana kita mengumpulkan, menyimpan, mengakses dan menggunakan informasi akan tergantung pada etika yang kita miliki (apa yang kita anggap benar dan salah). Ada dua faktor yang mempengaruhi bagaimana kita membuat keputusan ketika dihadapkan pada dilema etis. Yang pertama, adalah struktur dasar etika kita, yang telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meneruskan diskusi Socrates tentang <a href="http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/10/19/socrates-dan-etika-informasi/">&#8220;Etika&#8221;</a> terkait dengan sistem informasi, sebenarnya: Bagaimana kita mengumpulkan, menyimpan, mengakses dan menggunakan informasi akan tergantung pada etika yang kita miliki (apa yang kita anggap benar dan salah).</p>
<p>Ada dua faktor yang mempengaruhi bagaimana kita membuat keputusan ketika dihadapkan pada dilema etis. Yang pertama, adalah struktur dasar etika kita, yang telah berkembang selama kita hidup dan tumbuh. Yang kedua, adalah serangkaian keadaan praktikal yang terlibat ketika kita mencoba membuat keputusan dalam area abu-abu. Nah kedua faktor ini, kita sebut: (1) <strong>struktur etika</strong>, dan (2) <strong>tantangan etika</strong>.</p>
<p><span id="more-766"></span>Kedua faktor ini, seringkali kita hadapi pada beberapa tingkatan. Tingkatan paling luar dimana kebanyakan orang tidak berpendapat bahwa ini adalah salah. Sebagai contoh dimana kita membawa pulang bolpen kantor, atau menggunakan facebook pada saat waktu kerja.</p>
<p>Pada tingkat menengah tantangan etika lebih signifikan, sebagai contoh adalah mengakses &#8220;personal records&#8221; untuk alasan personal. Membaca email orang lain juga merupakan contoh untuk tingkatan ini. Apa yang menjadi alasan pribadi yang sangat menarik sehingga mereka tidak merasa tidak nyaman ketika melakukan ini?</p>
<p>Pada tingkat terdalam, adalah &#8220;pelanggaran etika&#8221; dimana sebagian besar orang pasti akan mempertimbangkan dengan serius bahwa ini adalah salah, seperti menggelapkan dana atau menjual catatan perusahaan untuk pesaing. Namun, dari waktu ke waktu, struktur etika akan dapat mengubah sehingga tindakan seperti ini bisa jadi &#8216;lebih atau kurang&#8217; dapat diterima.</p>
<p>Salah satu pelajaran dasar etika yang terlalu sering dilupakan, adalah bahwa sesuatu yang jelek secara moral akan dapat diterima hanya karena kebanyakan orang melakukannya. Contohnya saja, kebanyakan dari kita secara tidak sadar akan berupaya untuk memberi tips kepada petugas agar urusan kita bisa lebih didahulukan. Karena semua melakukannya, akhirnya sesuatu yang salah ini menjadi biasa.</p>
<p>Berikut adalah beberapa pertimbangan ketika digunakan dalam membuat keputusan terkait dengan dilema etika:</p>
<ol>
<li><em>Konsekwensi</em>, seberapa banyak, sedikit atau bahaya akan datang dari suatu keputusan tertentu? Jika manfaat tersebut sedikit, seberapa kuat kita dapat menanggung konsekwensinya?.</li>
<li><em>Opini Masyarakat</em>, apa yang akan masyarakat pikirkan jika kita benar-benar melakukan tindakan tersebut?</li>
<li><em>Efek Kemungkinan</em>, jika ini benar-benar diputuskan, dampak negatif apa yang akan terjadi?</li>
<li><em>Waktu Konsekwensi</em>, seberapa lama kita dapat menanggung konsekwensinya. Jika dirasa tidak cukup lama, go ahead!</li>
<li><em>Keterkaitan</em>. Siapa saja orang-orang yang terkait yang akan menerima manfaat atau menderita membahayakan?</li>
<li><em>Mencapai Hasil</em>, seberapa banyak orang-orang yang terpengaruh pada tindakan tersebut?</li>
</ol>
<p>Tidak peduli seberapa kuat rasa etika, aspek-aspek praktis dari situasi dapat mempengaruhi kita dalam membuat keputusan. Jadi, dilema etika biasanya muncul tidak keluar dari situasi yang sederhana tetapi dari bentrokan antara tujuan bersaing, tanggung jawab, dan loyalitas.</p>
<p>Beberapa waktu lalu, saya mengurus paspor di imigrasi. Ketika masuk ke dalam antrian, seorang mendekati saya dan menawari jasa, &#8220;pak, bisa saya bantu? lewat saya cukup 1 jam, paspor anda siap&#8221;. Bagaimana menurut Anda terkait pembicaraan Etika, pertimbangkan jika Anda yang mengurus paspor dalam kasus ini?</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/10/30/dua-faktor-penentu-etika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Socrates dan Etika Informasi</title>
		<link>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/10/19/socrates-dan-etika-informasi/</link>
		<comments>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/10/19/socrates-dan-etika-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 03:59:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Suprihadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT Culture]]></category>
		<category><![CDATA[IT for Business]]></category>
		<category><![CDATA[development]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[evolusi]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[information]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/?p=755</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat yang ber-etika pasti memiliki integritas. Maka dari itu, salah satu tata nilai yang ditanamkan di masyarakat kampus ini adalah Integritas. Mereka yang ber-etika, sangat berhati-hati dalam hal tanggung jawab karena mereka mempertimbangkan akan dampak terhadap orang lain. Mereka akan melakukan apa yang adil dan baik dan tidak hanya melihat apa yang tampaknya adil dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masyarakat yang ber-etika pasti memiliki integritas. Maka dari itu, salah satu tata nilai yang ditanamkan di masyarakat kampus ini adalah Integritas. Mereka yang ber-etika, sangat berhati-hati dalam hal tanggung jawab karena mereka mempertimbangkan akan dampak terhadap orang lain. Mereka akan melakukan apa yang adil dan baik dan tidak hanya melihat apa yang tampaknya adil dan baik. Paling tidak, menjadi orang ber-etika berarti bahwa seseorang menganggap serius hak orang lain serta berusaha membuat hidup menjadi lebih soleh.</p>
<p><span id="more-755"></span><img class="alignleft" src="http://www.practicalethics.net/images/socrates.png" alt="" width="250" height="161" />Pada kenyataannya, mereka (orang ber-etika) harus menghadapi dilema yang hampir tidak terelakkan yang mana melibatkan pilihan antara sesuatu yang baik dan yang bertentangan dengan loyalitas. Socrates, pada abad ke-4 sudah membicarakan tentang &#8220;Etika&#8221;, seperti halnya diskusi mereka tentang &#8220;Bagaimana kita harus hidup&#8221; yang merupakan karakterisasi etika yang baik. Bertindak etis didefinisikan berperilaku secara berprinsip dan memperlakukan orang lain dengan martabat dan menghormati. Socrates sendiri mengungkapkan bahwa etika memang sederhana, tapi tidak selalu begitu sederhana untuk dilakukan karena beberapa situasi yang kompleks atau abu-abu. (sumber: <a href="http://www.practicalethics.net/">Practical Ethics</a>).</p>
<p>Ber-etika adalah alami. Terlihat bagaimana ber-etika yang baik juga secara umum selaras dengan sejarah, budaya dan agama. Dilema etika secara fakta sangat banyak sekali dijumpai, apalagi dalam masa elektronik sekarang ini yang menjadi dimensi baru dalam perdebatan etika yang terkait dengan jumlah informasi pribadi yang dapat dikumpulkan, diakses dan diproses.</p>
<p>Teknologi informasi baru menimbulkan pertanyaan etika baru. Itu menimbulkan banyak pertanyaan tentang bagaimana nilai-nilai yang harus kita hargai dan dipertahankan dan diterapkan dalam dunia yang kaya akan informasi ini.</p>
<p>Teknologi informasi yang berkembang setidaknya semakin membuat dinding yang membatasi etika dan tidak ber-etika menjadi semakin tipis, khususnya yang berhubungan dengan masalah privasi.</p>
<p>Sekarang, apa yang salah dengan hal penyadapan? Penyadapan informasi akan sangat berguna sebagai bahan bukti dalam suatu kasus kejahatan. Tapi, penyadapan tidak diijinkan untuk menjaga kerahasiaan negara. Wajar saja, jika kerahasiaan negara mudah terungkap maka musuh akan mudah untuk menginjakkan kakinya di negara ini. Yang menjadi masalah, bagaimana jika orang-orang dalam pemerintahan yang melakukan kejahatan? dan secara fakta, kejahatan besar biasanya dimulai dari mereka. Lalu, bagaimana akhir perdebatan ini?</p>
<p>Benar, seperti Socrates bicarakan, bahwa etika memang sederhana, tapi tidak selalu begitu sederhana untuk dilakukan karena beberapa situasi yang kompleks atau abu-abu. Itulah sebabnya, saat ini diperlukan orang-orang spesialis informasi untuk ikut serta meneruskan pembicaraan Socrates.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/10/19/socrates-dan-etika-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MIS vs DSS vs EIS</title>
		<link>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/06/13/mis-vs-dss-vs-eis/</link>
		<comments>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/06/13/mis-vs-dss-vs-eis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 10:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Suprihadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Competitive Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Introduction to IS]]></category>
		<category><![CDATA[IT for Business]]></category>
		<category><![CDATA[dss]]></category>
		<category><![CDATA[eis]]></category>
		<category><![CDATA[keputusan]]></category>
		<category><![CDATA[manager]]></category>
		<category><![CDATA[mis]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/?p=744</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya kemarin membahas tentang Sistem Informasi, salah satu mahasiswa saya bertanya, &#8220;apa sebenarnya yang membedakan MIS, DSS dan EIS ?&#8221;. Sebelum membahas lebih detail tentang mereka, sebenarnya sama saja pertanyaan ini &#8220;apa bedanya sedan, jip dan bis&#8221;. Mereka adalah mobil, dimana dibuat untuk keperluan yang berbeda. Dengan begitu, muncul-lah berbagai jenis mobil yang semakin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika saya kemarin membahas tentang Sistem Informasi, salah satu mahasiswa saya bertanya, &#8220;apa sebenarnya yang membedakan MIS, DSS dan EIS ?&#8221;.</p>
<p>Sebelum membahas lebih detail tentang mereka, sebenarnya sama saja pertanyaan ini &#8220;apa bedanya sedan, jip dan bis&#8221;. Mereka adalah mobil, dimana dibuat untuk keperluan yang berbeda. Dengan begitu, muncul-lah berbagai jenis mobil yang semakin banyak dan beraneka ragam. Mereka semua tidak bisa dibandingkan karena memang beda keperluan. Misal saja, &#8220;bagus mana sedan vs jip ?&#8221;.</p>
<p><span id="more-744"></span>Sedan memang bisa didisain mewah, nyaman untuk dikendarai, shock yang lembut. Akan tetapi, semua itu tidak berguna jika harus berkendara lewat sungai dan masuk hutan. Bis, didisain untuk dapat mengangkut orang dengan jumlah yang banyak tidak seperti sedan dan jip yang secara umum mempunyai kapasitas tidak lebih dari 4 orang.</p>
<p>MIS, DSS dan EIS, mereka semua adalah Sistem Informasi yang dibuat untuk keperluan yang berbeda. Saat ini semua perusahaan secara operasional mempercayakan sepenuhnya pada sistem komputer. Sistem tersebut dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan metodologi kerja setiap perusahaan.</p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>MIS (Management Information Systems)</strong>, adalah salah satu jenis utama dari sistem komputer karena sistem ini adalah kepala dari semua sistem lain dalam menjaga dan mengendalikan mereka. Secara umum pengguna utama dari sistem ini adalah karyawan khususnya bagian operasional. Sistem ini merekam dan mengelola data-data dasar dari perusahaan. MIS meng-integrasi-kan seluruh wilayah operasional. Laporan akhir hari, mingguan, bulanan dan akhir tahun, adalah laporan-laporan yang dihasilkan dari sistem ini.</p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>DSS (Decision Support Systems)</strong>. Berbeda dengan MIS yang secara umum digunakan oleh para karyawan operasional, DSS secara umum digunakan oleh para manajemen senior untuk membantu mengambil keputusan. Sistem informasi ini bekerja dengan membuat summary yang berasal dari MIS. Data-data historis dirangkum dan kemudian dimodelkan dan dianalisa sehingga si pengguna dapat mengambil keputusan cepat. Sebagai contoh, seorang manajer keuangan mempunyai uang yang sangat banyak. &#8220;Investasi apa yang paling menguntungkan?&#8221;. Dengan sekali klik, sistem dengan jenis DSS memberikan informasi cepat&#8230; 30% investasi ke $USD, 10% ke Reksadana, 41% membeli Saham xx, sisanya dalam bentuk Deposito. Bentuk laporan yang dihasilkan biasanya berbentuk grafik (chart) dan bersifat on-demand (kapan dibutuhkan). Perlu dipertimbangkan, pengambilan keputusan adalah proses penting yang melibatkan mempertimbangkan semua operasi besar, perkiraan, kegiatan, perencanaan dan pengelolaan berbagai fungsi.</p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>EIS (Executive Information Systems)</strong>. Berbeda lagi dengan semuanya, sistem informasi ini dirancang untuk para pejabat tinggi dalam perusahaan besar. Dengan fitur dan fungsi yang jauh lebih baik dari DSS, sehingga dapat digunakan oleh para eksekutif untuk membantu mereka dalam mengambil keputusannya. Bisa dibayangkan, Bill Gates dengan sebuah laptopnya yang terhubung ke EIS pada Microsoft dapat memutuskan berapa harga jual sahamnya, berapa kantor yang harus dibangun dalam saat bersamaan di waktu liburannya.</p>
<p>Perbedaan antara 3 sistem diatas terletak pada fungsi mereka. Fungsi utama dari MIS berkaitan dengan mengelola operasi internal dan dokumen. DSS membantu karyawan dalam membuat keputusan bahkan untuk tugas-tugas sehari-hari. EIS ini membantu para manajer tingkat senior dalam membuat keputusan serius yang sangat penting dan kritis. MIS dan dua sistem lainnya masih saling terkait karena MIS memegang semua dokumentasi yang digunakan oleh dua lainnya. Dengan cara yang sama, DSS dan EIS memang agak mirip yang keduanya berfokus pada pengambilan keputusan, dimana EIS mempunyai cakupan yang lebih luas ketimbang DSS.</p>
<p>Nah, yang paling penting lagi, DSS dan EIS tidak mungkin dapat dibangun bila MIS belum berhasil diimplementasikan secara baik dalam sebuah perusahaan.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stie-mce.ac.id/eddys/2011/06/13/mis-vs-dss-vs-eis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

