Socrates dan Etika Informasi
Masyarakat yang ber-etika pasti memiliki integritas. Maka dari itu, salah satu tata nilai yang ditanamkan di masyarakat kampus ini adalah Integritas. Mereka yang ber-etika, sangat berhati-hati dalam hal tanggung jawab karena mereka mempertimbangkan akan dampak terhadap orang lain. Mereka akan melakukan apa yang adil dan baik dan tidak hanya melihat apa yang tampaknya adil dan baik. Paling tidak, menjadi orang ber-etika berarti bahwa seseorang menganggap serius hak orang lain serta berusaha membuat hidup menjadi lebih soleh.
Pada kenyataannya, mereka (orang ber-etika) harus menghadapi dilema yang hampir tidak terelakkan yang mana melibatkan pilihan antara sesuatu yang baik dan yang bertentangan dengan loyalitas. Socrates, pada abad ke-4 sudah membicarakan tentang “Etika”, seperti halnya diskusi mereka tentang “Bagaimana kita harus hidup” yang merupakan karakterisasi etika yang baik. Bertindak etis didefinisikan berperilaku secara berprinsip dan memperlakukan orang lain dengan martabat dan menghormati. Socrates sendiri mengungkapkan bahwa etika memang sederhana, tapi tidak selalu begitu sederhana untuk dilakukan karena beberapa situasi yang kompleks atau abu-abu. (sumber: Practical Ethics).
Ber-etika adalah alami. Terlihat bagaimana ber-etika yang baik juga secara umum selaras dengan sejarah, budaya dan agama. Dilema etika secara fakta sangat banyak sekali dijumpai, apalagi dalam masa elektronik sekarang ini yang menjadi dimensi baru dalam perdebatan etika yang terkait dengan jumlah informasi pribadi yang dapat dikumpulkan, diakses dan diproses.
Teknologi informasi baru menimbulkan pertanyaan etika baru. Itu menimbulkan banyak pertanyaan tentang bagaimana nilai-nilai yang harus kita hargai dan dipertahankan dan diterapkan dalam dunia yang kaya akan informasi ini.
Teknologi informasi yang berkembang setidaknya semakin membuat dinding yang membatasi etika dan tidak ber-etika menjadi semakin tipis, khususnya yang berhubungan dengan masalah privasi.
Sekarang, apa yang salah dengan hal penyadapan? Penyadapan informasi akan sangat berguna sebagai bahan bukti dalam suatu kasus kejahatan. Tapi, penyadapan tidak diijinkan untuk menjaga kerahasiaan negara. Wajar saja, jika kerahasiaan negara mudah terungkap maka musuh akan mudah untuk menginjakkan kakinya di negara ini. Yang menjadi masalah, bagaimana jika orang-orang dalam pemerintahan yang melakukan kejahatan? dan secara fakta, kejahatan besar biasanya dimulai dari mereka. Lalu, bagaimana akhir perdebatan ini?
Benar, seperti Socrates bicarakan, bahwa etika memang sederhana, tapi tidak selalu begitu sederhana untuk dilakukan karena beberapa situasi yang kompleks atau abu-abu. Itulah sebabnya, saat ini diperlukan orang-orang spesialis informasi untuk ikut serta meneruskan pembicaraan Socrates.




wah wah.. seru juga membahas tentang etika informasi.
Memang benar, orang-orang dalam pemerintah sering melakukan kejahatan.. dan mengapa sanki hukumanpun bisa di nego dengan uang?sangat tidak adil sekali…..tetapi kita sebagai pribadi yang beretika baik hal itu tidak akan mungkin terjadi,,etika itu keliatannya mudah tapi nyatanya sulit untuk dilakukan dan diterapkan dengan baik.. sm aja cuma belajar teori tanpa adanya praktek…sehingga harus diseimbangkan…
untuk Etika secara umum
^sebagai suatu kepercayaan atau pemikiran yang mengisi
suatu individu, yang keberadaannya bisa
dipertanggungjawabkan terhadap masyarakat
atas prilaku yang diperbuat.
^Biasanya pengertian etika akan berkaitan dengan
masalah moral.
*aktivitas utama Etika Komputer(James H. Moore)
1. waspada, dan
2. sadar
Jadi pada intinya etika itu perlu diperbaiki. bisa meemenuhi kesadaran publik, dan untuk riset yang maju buat pembelajaran kita semua..
ya.. batas antara etika dan tidak beretika dalam dunia teknologi informasi uda semakin tipis.. emang banyak orang yang menyalahgunakan teknologi informasi ini. dengan kmajuan teknologi informasi, banyak orang yang menipu. tanpa ada pemikiran bagaimana rasanya ditipu..
mengenai penyadapan saya sebenarnya sangat setuju. tetapi bukan berarti segala macam orang di pemerintahan di sadap.. apabila orang tersebut benar-benar diduga memiliki tindak kejahatan dengan bukti-bukti yang ada.. baru bole menyadap tanpa sepengetahuan.. tapi kalo ga menjadi calon tersangka.. mana boleh se enaknya menyadap telpon, dll.
sebenarnya menurut saya teknologi informasi tu digunain buat ngebantu dunia untuk kemudahan dan kenyamanan aktivitas manusia dalam mendapat informasi n pengetahuan demi kemajuan manusia itu sendiri kan..
Oleh karna itu etika dalam dunia teknologi informasi harus diperhatikan demi menghindari hal-hal yang merugikan.
menurut saya pribadi,memang sih penyadapan melanggar etika, akan tetapi selama penyadapan tersebut berguna untuk orang banyak dan membantu membongkar fakta kriminal seperti mengungkap kasus-kasus korupsi, kenapa tidak. saya pribadi mendukung adanya penyadapan terhadap pelaku tindak pidana, dan ini penting untuk membokar fakta yang sesungguhnya.
Pasti tulisannya bikin orang lain iri lho..soale menarik dan selalu menarik…tp ini iri yg positif pak unt kebaikan tulisan saya selanjutnya….
saya tertarik dengan pendapatnya Pak Socrates bahwa bahwa etika memang sederhana, tapi tidak selalu begitu sederhana untuk dilakukan karena beberapa situasi yang kompleks atau abu-abu. memang betul skali…..
ya saya setuju sekali pa tentang penyadapan informasi yang bapak katakan diatas. di negara kita ini banyak kejahatan informasi yang dapat merugikan negeeri sendiri hanya demi kekayaan pribadi saja. meenurut saya itu sangat tidak beereetika karena secara tidak langsung merugikan negara. kejahatan harus dibasmi mulai saat ini dengan bagaimana menerapkan etika dalam informasi teknologi saat ini dan selain itu contoh kasus kebudayaan kita yang dijiplak ole negara tetangga, menurut saya ini harus ada bukti yang kuat mengenai budaya2 apa saja yang menjadi ciri khas negara kita untuk dipertahaankan dan menentang negara yang menjiplak kebudayaan kita tersebut.dengan adanya informasi teknologi jaman sekarang ini segala perlakuan penyadapan yang dapat merugikan orang banyak bisa dapat terungkap.
berarti perlu dibuat lagi sistem pertahanan yang bagus yang g semua orang bisa masuk ke dalam akses itu yaitu dengan membuat suatu divisi yang bertanggung jawab atas kerahasiaan file yang ditaruh di web sehingga rang itu bertanggung jawab penuh bertugas dalam memeliahara file, memang di dunia yang sudah berteknologi canggih ini mempunyai kelemahan sendiri dibandingkan dengan sistem manual yang seperti biasanya orang dulu buat melalui perantara jka ingin terhubung
ngomong2 masalah etika dalam informasi hampir banyak informasi yg tidak ber etika taw nugkin bs d sebut juga informasi tak berkualitas…..
mang bener juga sih pak lo penyadapan tch g salah dan bahkan penting untuk bahan bukti tapi lo menurut saya lo semua situs bisa di sadap saya cukup khawatir jg sih pakah nanti penyadapan tch bener2 di gunakan untuk yang baik?? ex: bahan bukti kejahatan saja lha lo di buat yg lain2 gm haiooo pak….. hehhe…
pi semuanya tch kembali ke individu masing2 sih pak…
lo mang dasarannya dy mw menerapkan etika dg baik maka pasti dy akn selalu berbuat baik dch…..
saya jd berandai2 jika smua org sadar akan ber-etika yg baik mungkin semuanya akan terlihat indah kaliii iaaa pak????
Tidak beda dengan apa yang dilakukan kampus kita sendiri dengan menanamkan ATTITUDE pada mahasiswanya. Semuanya bertujuan baik, namun kebanyakan yang baik itulah yang sering mengalami berbagai hambatan dan halangan. Ibarat pepatah “semakin tinggi pohon semakin tinggi pula risiko tertiup angin”. Begitu juga dengan ETIKA dalam informasi… Menyinggung mengenai penyadapan yang akhir2 ini gencar dilakukan oleh pihak pemerintah khususnya badan intelejen negara. Hal ini sebenarnya bertujuan baik dimana semua bertujuan agar tingkat kriminalitas dalam negara ini bisa semakin berkurang. Namun ironisnya, banyak juga dari anggota parlemen atau pemerintah sendiri yang melakukan penyimpang dalam ETIKA tersebut. Kasus penyalahgunaan seperti inilah yang harus diberantas dahulu agar ETIKA dalam informasi dapat berguna sesuai dengan tujuan yang telah disepakati bersama.
Menurut saya : etika itu sangat harus diterapkan di dalam berbagai karakter manusia. tetapi apa bila seseorang menyadap telp dll, itu melanggar hak-hak orang yang berhubungan langsung. tetapi selama penyadapan tersebut dilakukan untuk membasmi para kriminal-kriminal diberbagai divisi negara ini. tak masalah dan manusiawi banget klo sesama manusia saling dicurigai.
peyadapan telepon sebenarnya adalah melanggar hak dan privasi seseorang akan tetapi kalau memang di butuhkan dan perlu untuk tujuan tertentu tindakan ini bisa dianggap benar salah satu contohnya adalah untuk mengungkap kasus kriminal
iya, etika ini sangat penting sekali keberadaanya. tanpa etika orng2 pada tidak ada aturan sama sekali
tetapi dengan penyadapak informasi itu memang tela melanggar privasi orng, tapi penyadapamn informasi itu snagat penting, karena qt bisa menguak segala jenmis kejahatan yang di lakukan dengan penyadapan informasi. penyadapan informasi itu meskipun melanggar privasi tp sangat penting di lakukan, tapi bukan berarti penting dilakukan qt bisa seenaknya sendiri, kita juga harus menghargai peivasi itu dengan menyimpan bukti sadapan itu dengan baik, jangan sampai informasi2 itu jatuh ke orng lain/ orng yang tidak berurusan/ yang tidak bertanggung jawab. dan informasi itu seharusnya di gunakan dalam kondisi2 yang sangat penting saja
Etika pada zaman sekarang ini menjadi suatu hal yang sulit untuk diwujudkan. Kita kadang belum bisa melaksanakan bahkan melanggar suatu etika. Penyadapan mungkin ada kalanya dibutuhkan dan tidak tergantung dari tujuan dilakukannya penyadapan itu sendiri.
Seru juga pak… memang perlu dikaji ulang etika di era teknologi informasi seperti sekarang… dimana jarak antar orang bahkan negara semakin tipis…
banyak dampak ketika etika berinformasi tidak dijalankan dengan aturan yang baik… contoh ajah… kesalahpahaman akibata mis-komunikasi saat penyampaian informasi yang kurang berkenan…
jadi sangat penting para pakar informasi mengkaji etika informasi…
Etika emang perlu tapi dalam kenyataan sulit untuk dilakukan karena masing2 dari individu ingin semaunya sendiri. Dalam konteks penyadapan telepon sebenarnya melanggar etika karena privasi seseorang telah dibongkar. tapi jika memang penyadapan telepon itu benar2 dibutuhkan dalam kasus kriminal ya gpp dan harus melalui aparat yang bersangkutan.
hemmmm…bener2 menarik jika membahas ethics n integrity….
apalagi jika dikaitkan dengan IT dan pemerintah…
malah sempat juga terpikir andai IT (penyadapan) bisa dilakukan untuk membongkar suatu kejahatan dan kebohongan….
memang sih kalo dikaitkan dg etika…sedikit melanggar etika…tp klo justru dg bertindak sprti itu membantu aparat..dan demi kebaikan..why not menurut sy??
cuma memang perlu ada koridor atau batasan2 yg harus diperhatikan…
Menurut saya di dunia saat ini kita sangat dimudakan oleh hal – hal yang sudah berteknologi sangat maju. banyak hal yang dapat kita kerjakan dengan cepat melalui sebuah teknologo tetapi penggunaan teknologi yang sangat cangih ini sering kali kita melupakan hal – hal yang seharusnya dapat menjadi hal + malah menjadi hal -. di sini sangat di perlukan yaitu ETIKA dalam penggunaan teknologi. Oleh karna itu etika dalam dunia teknologi informasi harus diperhatikan demi menghindari hal-hal yang merugikan.
kalau saja semua orang yang berpendidikan diimbangi dengan etika yang baik khususnya pula orang-orang yang berada di kalangan pemerintahan, pasti tidak banyak pula kejahatan-kejahatan yang di lakukan di pemerintahan dan menurut saya karena mungkin sudah menjadi budaya penyalahgunaan IT dari jaman ke jaman sehingga kejahatan bukan berkurang tapi malah bertambah besar.
menurut saya etika pada saat ini sedang mengalami kemerosotan, bukan karena teknologi informasi yang berkembang, namun manusia sendiri yang melakukan perubahan itu sendiri. banyak faktor yang enyebabkan etika menurun. moral juga menjadi penyebab suatu etika dapat berkembang dengan baik maupun menurun. bila suatu moral dapat dengan baik maka etika yang tertanam dalam diri masing-masing individu akan baik pula, bila terjadi sebaliknya maka etika yang ada mengalami penurunan atau kemerosotan. jadi etika adalah bagaimana seorang dapat berlaku sebagai manusia pada umumnya dan mempunyai tata krama atau cara untuk dianggap sebagai manusia yang mempunyai otak dan perasaan.
Hmmm… bicara tentang etika menarik sekali apalagi menurut Practical Ethics sumber etika memang sederhana, tapi tidak selalu begitu sederhana untuk dilakukan karena beberapa situasi yang kompleks atau abu-abu. kadang – kadang jadi kehilangan etika ketika seseorang emosi tingkat tinggi hehehe lalu bgaimana cara menghadapi itu??
Di jaman sekarang ini dimana begitu banyak orang lebih mudah menerima berbagai informasi membuat hal ber-etika dengan baik itu sangat dibutuhkan dimana ada unsur saling menghargai satu dengan yang lain dan rasa saling menghormati…karena menurut saya sebuah informasi akan dapat menjadi pemecah pada suatu kelompok jika tidak ada etika baik pada seorang penyampai informasi yaaa yang mungkin didalamnya dia “mengurangi” atau “menambah” hal yang tidak sesuai sehingga dapat mengurangi kebenaran yang da di dalam informasi yang sebenarnya terjadi…..
Masalah tentang etika memang terlihat gampang tetapi sebenarnya etika adalah sesuatu yang rumit karena etika tidak mempunyai aturan-aturan yang tertulis sehingga kita tidak punya pedoman tentang etika.Untuk mengatasi masalah ini sangat sulit karena yang dapat menyelesaikan adalah diri kita sendiri.Diri kita sendirilah yang dapat memutuskan apa yang akan kita lakukan,yang kita butuhkan adalah hati nurani untuk menentukan apa yang kita lakukan itu benar atau salah.Kalau dari kasus yang ada di artikel,itu merupakan kesalahan karena orang itu menjual rahasia negara ke negara lain.Hal itu akan merugikan negara kita.Oleh karena itu hal utama yang harus dibenahi adalah moralitas dan hati nurani.
Menurut saya,menjual rahasia negara adalah kesalahan yang sangat berat karena sangat merugikan negara kita dan bisa jadi berdampak sangat buruk dan fatal bagi negara kita.Orang yang menjual rahasia negara juga melanggar etika dan membuktikan bahwa orang itu tidak punya loyalitas dan nasionalisme pada negaranya sendiri.Sebagai warga negara yang baik seharusnya kita memberikan usaha yang terbaik bagi negara sesuai dengan yang kita mampu.Kita juga harus menjunjung tinggi harkat dan martabat negara Indonesia yang sangat kita cintai ini.
Saya setuju sekali dgn pernyataan bpk tentang menipisnya dinding antaran etika dan tak beretika seiring dgn perkembangan SI saat ini,terutama dalam hal Privasi yang menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang memang tidak diberi izin untuk melakukannya. Tapi akhir2 ini banyak skali kasus yang berkembang blakangan ini menyangkut penyalahgunaan privasi orang lain,misalnya:Junk mail,Manajer pemasaran mengamati e-mail bawahannya,Penjualan data akademis,dll.
Etika memang tumbuh alami dalam diri setiap orang,tapi terkadang pertumbuhan itu terhambat oleh hal yang lain.
Jadi,memang benar para spesialis informasi perlu membicarakan etika sesering mungkin,agar kasus2 diatas tidak terjadi.
yang saya dapat disini bahwa kita dalam Bertindak ,harus berperilaku secara berprinsip dengan memperlakukan orang lain dengan martabat dan saling menghormati, sesuai dengan etika, tentunya dengan memilih sesuatu yang baik..
Yupzz…
Mungkin penyadapan informasi nih harus bener2 dipake hanya untuk keadaan tertentu dan dimiliki oleh Aparat Keamanan Negara untuk bongkar kasus2 kriminal di negaranya.
kalo Pemerintahnya yang nglakuin kejahatan, mestinya juga harus dihukum seberat-beratnya dengan penyadapan informasi itu juga.
Dan Aparat Keamanan Negara Harus Bertindak tegas, biar pemerintahannya bersih dri tindak kriminaal.