MEMBANTU ANAK MERENCANAKAN dan MENGGAPAI CITA-CITA

Tidak ada rencana matang untuk berlibur dengan anak-anak, tapi tiba-tiba saja ide muncul untuk mengajak anak-anak ketika suami saya mendapat tugas ke Jakarta. Dengan pertimbangan ketika anak-anak libur, saya pas tidak bisa cuti karena pas sibuk-sibuknya urusan dengan mahasiswa, dan ketika musim liburan tiba, pasti semua tiket pesawat atau KA dan tempat-tempat permainan harganya melejit, Nah.. ini kesempatan yang baik

dan anak-anak mumpung masih awal-awal masuk sekolah jadi belum banyak PR atau ulangan, lalu saya mencuri waktu di sela-sela kesibukan di kantor untuk cuti mendadak, Rabu pagi berangkat, Selasa saya baru mengajukan cuti. Alhamdulillah, cuti saya dikabulkan.

Karena tidak mempunyai rencana matang, maka saya berusaha telpon teman dan mencari info melalui internet untuk mendapatkan info tentang tempat-tempat wisata sekitar Jakarta. Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 terlintas ingatan ada salah satu tempat permainan yang kata teman-teman menyenangkan yaitu KIDZANIA. Untung lokasinya dekat dengan tempat kami menginap di daerah Bendungan Hilir, jadi kurang lebih 30 menit saja kami sudah sampai di Pasific Plaza di jalan Jend.Sudirman.

Pertama-tama kami membeli tiket di kasir (murah kok harganya). Dulunya ragu, saya pikir saya salah tempat karena design loketnya seperti tempat menjual tiket pesawat karena disitu ada miniatur pesawatnya. Tangan kami dipasangi alat seperti jam tangan dan anak-anak diberi kartu ATM (tentunya bukan beneran). Ketika kami masuk, kami sempat bingung, permainan mana dulu yang akan dikunjungi. Oh ya.. permainan ini boleh dimainkan oleh anak-anak mulai umur 4 – 16 tahun. Orang tua boleh masuk tapi tidak boleh ikut dalam permainannya

Jenis pekerjaan

Karena bukan musim liburan, maka tidak terjadi antrian panjang sehingga anak-anak mempunyai kesempatan untuk mengikuti banyak permainan. Pada saat itu hanya ada 3 – 4 rombongan anak TK yang datang. Permainan diawali dari menjadi operator taxi, menjadi tukang batu, teknisi telpon seluler, petugas pemadam kebakaran, pilot, wartawan, pembuat nugget, dan pembuat coklat. Karena sudah jam 16.00 permainan harus diakhiri, padahal masih banyak permainan lain yang belum dicoba misalnya menjadi dokter, dokter gigi, tukang cat bangunan, pembuat mi, pembuat pizza, pembuat kue,pemanjat tebing, pesulap, polisi, foto model, suster, penyiar radio, bahkan tukang semir sepatu dan masih banyak lagi.

Ketika menjadi dokter gigi, anak-anak memakai jas putih, lalu dijelaskan oleh petugas bagaimana memeriksa gigi pasien pada boneka yang diletakkan dikursi periksa. Ketika menjadi polisi, mereka harus mengejar pencuri dan memasukkannya ke sel. Ketika menjadi wartawan, anak-anak harus mewawancari seseorang dan menuliskan berita dengan komputer lalu mencetak korannya yang ada foto mereka serta banyak lagi pekerjaan yang menarik.

Dari pengalaman itu, yang paling menarik bagi anak saya adalah ketika menjadi petugas pemadam kebakaran, karena mereka harus menggunakan jas kunimg anti air dan api, lalu keliling lokasi naik (seperti) mobil pemadam kebakaran lengkap dengan sirinenya, lalu mereka menyemprotkan air ke sebuah bangunan terbakar dan diakhir tugasnya mereka mengungkapkan kesuksesannya dengan yel-yel bersama.

kisaran gaji yang diterima

Anak-anak melakukan aktifitas seperti bekerja sungguhan, dan diakhir pekerjaannya mereka mendapatkan gaji dengan alternatif dibayar tunai (dalam bentuk uang-uangan kertas) atau ditransfer ke rekening bank.

Dari berbagai jenis pekerjaan yang ada, gaji yang diterima berkisar 1 kidzdollar – 35 kidzos. Tapi ada yang menarik dari jumlah gaji yang mereka terima. Ketika menjadi petugas pemadam kebakaran anak-anak hanya mendapat 1 kidzos, tapi ketika menjadi tukang semir sepatu mendapat 10 kidzos, photo model 20 kidzos, operator taxi 10 kidzos. Pembuat coklat/nugget 5 kidzos. Kok aneh ya..??? Padahal kalau dipikir kenapa pekerjaan yang tingkat resiko dan kesulitannya tinggi gajinya kecil, dan yang lain bisa lebih tinggi gajinya. Ternyata setelah saya amati, mungkin hal tersebut dilakukan karena ada beberapa permainan pekerjaan yang paling diminati banyak anak sehingga menyebabkan antrian yang panjang, sehingga di kasih iming-iming dengan memberikan gaji kecil agar mereka tidak banyak memilih permainan itu, dan memilih permainan yang lain yang memberi iming-iming gaji yang besar, jadi besarnya gaji bukan karena resiko atau membutuhkan keahlian tertentu.

Saking asyiknya bermain, tidak terasa begitu cepat sampai di jam 16.00, sehingga terpaksa permainan harus diakhiri. Dan di akhir permainan itu, mereka bisa menguangkan gajinya yang telah ditransfer ke rekening sebuah bank melalui ATM yang sudah disediakan untuk dibelanjakan di toko souvernir yang ada.

Apa yang mereka dapat?

Jika kemudian anak-anak ditanya tentang pengalaman apa yang mereka dapatkan dari permainan tersebut, jawabnya sanga-sangat senang dan ingin kembali lagi. Dan ketika ditanya apa cita-cita mereka nanti, mereka dengan mudah menyebutkan cita-citanya karena mereka sudah mampu membayangkan atau sedikit merasakan pekerjaan sesuai cita-citanya.

Luar biasa sekali, dengan permainan seperti itu kita dapat membantu anak-anak merencanakan cita-cita yang ingin dicapainya nanti.

Jadi salah satu cara membantu anak-anak kita untuk merencanakan cita-citanya nanti adalah dengan memberikan berbagai pengalaman yang menarik yang dapat mereka rasakan dan bagaimana melakuannya.

Lalu kalau anak sudah punya cita-cita, bagaimana kita mengawal dan memotivasi mereka untuk meraih cita-cita dan keinginannya? Ini hal yang perlu dilakukan

Untuk mencapai cita-cita

Untuk mencapai keinginan atau cita-cita sehingga mencapai kesuksesan nantinya maka hal-hal berikut yang harus kita lakukan yaitu :

  1. memiliki passion (menurut Rene Suhardono, seorang career coach)adalah bagaimana kita melakukan sesuatu dengan senang dan membuat orang lain bahagia serta apa yang kita sudah lakukan akan bermakna bagi orang lainmisalnya dengan Misi 2-1 : lakukan hal-hal yang baru (tentunya yang positif ya) dan “dasyat” selama 21 hari.
  2. mempunyai impian (menurut Rudy Lim, seorang motivator termuda di Indonesia)Sukses adalah ketika orang lain mengatakan bahwa kita tidak bisa, tetapi kita dapat melakukannya dengan baik. Untuk mencapai sukses kita harus mempunyai impian. Misalnya 3 tahun yang akan datang kita mau jadi apa dan harus jelas goalnya.Sama seperti jika kita menjadi supir taxi, dan penumpangnya tidak jelas memberi tahu tujuan arah / alamat nya, maka supir taxi pun bingung, tidak terarah jalannya, tidak jelas sampainya kapan dan dimana berhentinya.
  3. kekuatan pikiran (self talk) (menurut Romy Rafael)Dalam melakukan sesuatu yang ingin kita capai 88% dasarnya adalah percaya (ada di daerah bawah sadar) yang menunggu dimanfaatkan sedangkan 12% nya adalah mengetahui.( pikiran sadar). Rasa percaya yang selama ini kita kenal ada di bawah sadar. Pikiran (self talk) bawah sadar mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk mempengaruhi tindakan, tindakan mempengaruhi kebiasaan, dan kebiasaan membentuk karakter. Nah untuk mencapai kesuksesan maka yang 88% (percaya) harus kita manfaatkan secara optiman. Bagaimana kita bisa sukses, kalau pikiran kita sendiri tidak percaya bahwa kita bisa melakukannya.Jadi kalau ingin sukses, maka kita harus memiliki impian dengan goal yang jelas; lalu mengunakan kekuatan pikiran, keyakinan dan percaya bahwa “kita bisa” melakukannya, kita bisa mencapainya dan kita bisa meraihnya serta passion, melakukannya dengan senang dan bermanfaat bagi orang banyak.

Note: terima kasih kepada acara di TV “It’s your time” shg saya terinspirasi membuat blog ini.

3 thoughts on “MEMBANTU ANAK MERENCANAKAN dan MENGGAPAI CITA-CITA”

  1. Keren, tulisan yang harus dibaca khususnya anak muda, karena dari pengalaman memberikan pelatihan pada siswa SMA, saat saya minta angkat tangan yang sudah memiliki “dream” rata-rata hanya 5% dari peserta yang sudah memiliki. Itu pun cara angkat tangannya hanya separoh, tidak seluruh lengannya diangkat tinggi-tinggi. “Dream the big dream”, demikian kata Martin Luther King. Bagaimana?

  2. iya bu, saya aja yang orang jakarta belum sempet ngajak anak-anak ke kidzania. gimana kalau kita bikin acara gitu di malang? biar bisa membantu anak2 memulai bermimpi, kan kata pak Son, anak2 sekarang punya harapan aja nggak (sebagian besar)…

Comments are closed.