Ke Pegadaian, Mengapa Tidak?

Pada saat kita mendesak butuh uang hari ini juga, pikiran kita pasti pinjam (ya ke teman, ke saudara, atau ke bank “thithil”/rentenir yang bunganya sangat tinggi).. tapi apakah mereka bisa langsung membantu kebutuhan kita?. Pernahkan kita berpikir untuk ke pegadaian? Kenapa tidak dicoba?

Benar… di pegadaian hanya dengan waktu sekitar 15 menit… uang yang kita butuhkan bisa kita dapatkan..Lalu caranya gimana, bagaimana hitungannya; mau pilih gadai konvensional atau gadai syariah?

Cara/prosesnya:

Baik dipegadaian konvensional atau syariah sama, yaitu.

1. bawa barang yang akan digadaikan:

  • barang kantong (emas, berlian)

  • barang gudang (TV,radio, lap top dsb)

  • BPKB motor atau mobil

  • kain juga bisa

2. siapkan juga foto copy KTP atau identitas yang lain.

3.datangi kasir, serahkan barang nya lalu barang tersebut akan ditaksir oleh juru taksir.

4.setelah mendapat informasi harga taksiran kita bisa ambil uangnya di kasir dan membayar biaya administrasi

5.simpan baik-baik Surat Bukti Kredit (kalau di gadai konvensional) atau Surat Bukti Rahn (kalau di gadai

syariah) untuk dibawa pada saat akan menebus nanti

Kalau mau menebus, caranya adalah :

  1. Bawa uang dan Surat Bukti Kredit / Rahn

  2. datangi kasir, lalu akan dihitung jasa sewanya atau jasa ijarah

  3. setelah dibayar, tunggu sebentar

  4. kasir akan memanggil kita lalu barang diserahkan

Lalu, bagaimana cara menghitung bunga atau ijarahnya?

1. GADAI KONVENSIONAL

Misalnya kita mempunyai emas 20 karat 2.1 gram digadaikan pada tanggal 7 Desember 2010

Ditaksir oleh pegadaian sebesar Rp. 486.203,- dan uang yang kita pinjam Rp.400.000 (lihat tabel 1 maka Uang pinjaman Rp 400.000 masuk golongan B dengan sewa modal 1.2%)

biaya administrasinya yang harus dibayar pada saat menerima uang pinjaman adalah

= 1% X UP = 1% X 400.000 = Rp.4.000.-

tabel1gadai

contoh 1:

Jika kita menebus tanggal 11 Desember 2010 (5 hari) maka :

sewa modal yang harus dibayar = 400.000 x 1,2% = Rp. 4.800

pokok uang pinjaman = Rp.400.000

total yang harus dibayar = Rp.404.800

contoh 2:

jika kita menebus tanggal 22 Desember 2010 (16 hari) maka :

sewa modal yang harus dibayar = 400.000 x 1,2% x 2 = Rp. 9.600,-

(dikalikan 2 karena masuk pada 15 hari ke dua)

pokok uang pinjaman = Rp.400.000,-

total yang harus dibayar = Rp.409.600,-

2. GADAI SYARIAH

Misalnya kita mempunyai emas 20 karat 2.1 gram digadaikan pada tanggal 7 Desember 2010

Ditaksir oleh pegadaian sebesar Rp. 486.203,- dan uang yang kita pinjam Rp.400.000 (berdasar tabel 2 masuk golongan B)

tabel2gadai1

tabel3gadai2

Berdasarkan tabel 2 di atas maka biaya administrasinya = Rp.5.000-

contoh 1:

Jika kita menebus tanggal 11 Desember 2010 (5 hari) maka :

prosentase pinjaman terhadap taksiran = 400.000 :486.300 =  82,23%,

maka berdasar tabel 3, tarif ijarah akan mendapat diskon 7% dari Rp.80,- atau Rp.74

biaya Ijarah = 486.300 x 74 x 5 hari = Rp.1.799

10.000            10 hari

total yang harus dibayar = Rp.400.000 + Rp.1.799 = Rp.401.799

Contoh 2.

jika kita menebus tanggal 22 Desember 2010 (16 hari) maka :

biaya ijarah = 486.300 x 74 x 16 hari = Rp.5.758

10.000             10 hari

total yang harus dibayar = Rp.400.000 + Rp.5.758 = Rp.405.758

Jika tidak bisa menebus setelah 120 hari dan tidak diperpanjang/diperbarui , maka pegadaian akan menjual barang tersebut dengan cara dilelang.

Dalam gadai syariah akad yang mendasari adalah Rahn pada saat kita menyerahkan barang kepada pegadaian dan akad Ijarah pada saat kita berjanji untuk membayar tarif sewa modalnya

Lalu, pada beda kredit di bank dengan kredit di pegadaian

tabel4gadai

Nah. setelah tahu proses dan cara perhitungannya, jika kita butuh uang mendesak mengapa tidak ke pegadaian saja ? Silakan di coba

4 thoughts on “Ke Pegadaian, Mengapa Tidak?”

  1. Bu..bukannya ada 6C (Characteristic, collateral, capasity, constring, capital, condition)????….

  2. mbak… trims atas pertanyaannya
    kalau ke bank iya,. harus dianalisis dengan 6C.
    sedangkan pegadaian tidak.. jadi hanya berdasarkan nilai dari barang yg digadaikan saja.
    mereka tidak melakukan interview untuk mengetahui character kita, tidak tanya ttg usaha kita, contrain, contiton.
    mereka hanya minta copy KTP dan jaminan yg akan digadaikan saja.setelah ditaksir barang kita.. kita bisa dapatkan uang pinjamannya langsung.

    semoga bermanfaat
    salam

Comments are closed.