Mengelola Ide

Setiap orang pasti memiliki ide untuk sesuatu yang menjadi pusat perhatiannya. Namun kadang-kadang ide yang sudah terbesit di fikiran akhirnya menguap entah kemana. Hal ini disebabkan kita hanya mencatat ide itu di dalam fikiran kita. Padahal sebagai manusia kita seringkali lupa akan sesuatu yang sudah terfikirkan itu karena berbagai sebab. Apakah itu karena terlalu banyak yang dikerjakan, atau karena kita merasa bahwa ide yang disampaikan itu terlalu sederhana sehingga tidak dikeluarkan, akhirnya ide itu terbenam di fikiran masing-masing.

Selain itu mungkin kita sering melihat kekurangan atas kegiatan yang dilakukan orang lain, dan melontarkan kritik kepada nya, padahal kita sendiri tidak melakukan apa-apa terhadap kegiatan tersebut. sehingga kita dijuluki oleh orang betawi OMDO alias omong doang, atau ada juga yang bilang NATO (No action talk only).

Nah, supaya kita tidak disoroti sebagai orang dengan kriteria seperti itu, bagaimana kalau kita sama-sama belajar untuk mengelola ide yang terbesit di fikiran dan dapat membantu kita untuk menyempurnakan sesuatu yang dianggap kurang.

Beberapa hal berikut ini merupakan saat dimana saya biasanya menemukan ide serta cara pengelolaannya agar tidak lupa atau hilang.

  1. Pada saat seminar, lokakarya, atau pun pada kegiatan lain di luar kampus

Di saat seperti ini biasanya yang pertama kali saya lakukan adalah memperhatikan pembicara pada kegiatan tersebut. Apabila pembicara dalam menyampaikan materi kurang menarik atau kurang menggugah minat, maka saya akan menulis hal-hal yang berkaitan dengan apa yang menjadi kesibukan saya hari-hari terakhir, atau sesuatu yang  harus diselesaikan terkait dengan pekerjaan sehari-hari. Karena meskipun tidak menarik, apa yang dibicarakan pada kegiatan tersebut, pasti ada satu kata atau satu kalimat yang menggelitik, yang dapat dijadikan bahan untuk mengembangkan ide. Begitu juga sebaliknya, jika pembicara sangat menarik perhatian, maka apa yang dibicarakan akan saya simak sedetail mungkin, kemudian saya akan menuliskan ide yang muncul dari materi pembicara. Jadi……. apa pun situasinya pasti ada ide yang bisa dituangkan dalam tulisan untuk kegiatan sehari-hari. Itulah sebabnya setiap mengikuti kegiatan saya lebih suka membawa laptop daripada buku tulis, karena dengan laptop menuangkan ide menjadi lebih cepat dan rapi.

  1. Pada saat sedang mengerjakan sesuatu dengan komputer

Ide yang biasanya muncul di saat sedang bekerja adalah kegiatan lain yang terkait dengan pekerjaan yang sedang dilakukan. Sebagai contoh saya mempunyai tiga  agenda kegiatan utama yaitu A, B, dan C. Saya bekerja di depan komputer dengan urutan pekerjaan yang sudah diagendakan misalnya dimulai dengan kegiatan A. Di tengah keasyikan kerja itu, tiba-tiba muncul ide untuk menyempurnakan kegiatan B,   dan juga terfikir untuk kegiatan C, serta kegiatan lain yang tidak termasuk di agenda kerja.

Alhasil dalam satu hari saya dapat mengerjakan beberapa agenda sekaligus dan dapat berhenti sejenak di saat sudah lelah. Pada  kesempatan berikutnya semua agenda yang sudah dikerjakan tadi disempurnakan sesuai dengan skala prioritas, dan pengerjaannya dapat dilakukan seperti saat mencari ide sebagaimana diuraikan di atas. Akhirnya ……….., semua pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan..

One thought on “Mengelola Ide”

Comments are closed.