SAK ETAP SIAPA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA IMPLEMENTASINYA?

SAK ETAP yang merupakan kepanjangan dari Standar akuntansi keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik ditetapkan oleh ikatan akuntansi indonesia untuk perusahaan kecil dan menengah. SAK ETAP ini dimaksudkan agar semua unit usaha menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Standar ETAP ini cukup sederhana dan pasti tidak akan menyulitkan bagi penggunanya.
Kenapa ini harus dilakukan?  karena ….. semua perusahaan tentunya menginginkan usahanya terus berkembang. Untuk mengembangkan usaha tentu berbagai upaya dilakukan. Salah satu upaya itu adalah perlunya meyakinkan publik bahwa usaha yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan.
Bagaimana cara mempertanggungjawabkannya?  Ya… susun dan sajikanlah laporan keuangan sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan standar, akan membantu manajemen perusahaan untuk memperoleh berbagai kemudahan, misalnya saja: dapat untuk menentukan kebijakan perusahaan di masa yang datang; dapat memperoleh pinjaman dana dari pihak ketiga, dan lain-lain. Untuk perusahaan yang tergolong usaha kecil dan menengah dapat memilih standar yang akan digunakan dalam penyusunan laporan keuangan. Apakah akan menggunakan PSAK ETAP ataukah PSAK umum.
PSAK ETAP akan mulai diberlakukan pada akhir tahun 2011. Oleh sebab itu bagi perusahaan yang telah memutuskan akan menggunakan PSAK ETAP sudah harus mengadakan penyesuaian sejak tahun 2010. Penggunaan PSAK ini harus konsisten untuk tahun-tahun berikutnya. Apalagi yang sudah memutuskan untuk menggunakan PSAK umum dalam penyajian laporan keuangan, maka untuk selanjutnya tidak boleh merevisi kebijakannya ke PSAK ETAP.
Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan ETAP?
ETAP sebagaimana kepanjangan yang telah diuraikan di atas merupakan unit kegiatan yang melakukan aktifitas tetapi sahamnya tidak dimiliki oleh masyarakat atau dengan kata lain unit usaha yang dimiliki oleh orang perorang atau sekelompok orang, dimana kegiatan dan modalnya masih terbatas. Jenis kegiatan seperti ini di Indonesia menempati angka sekitar 80 %. Oleh sebab itu perlu adanya perhatian khusus dari semua pihak yang berkepentingan dalam kegiatan ini.
Di dunia pendidikan hal ini merupakan hal yang perlu menjadi perhatian serius, karena sangat mungkin banyak perusahaan yang masih belum mengetahui dan menerapkan PSAK ETAP, yang akan diberlakukan mulai 31 Desember 2011.  Oleh sebab itu dunia pendidikan tinggi harus sudah mulai menyosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat UKM. Langkah yang dapat ditempuh untuk kegiatan ini antara lain:
1.    ada tim khusus di perguruan tinggi yang serius ingin membantu UKM dalam menerapkan SAK ETAP;
2.    tim yang dibentuk memikirkan strategi yang akan dilakukan;
3.    tim melakukan survey terhadap UKM untuk melihat sejauhmana pemahaman dan penerapan SAK ETAP.
4.    jika kondisi ukm sebagian besar ternyata masih belum mengetahui dan menerapkannya, maka tugas dari tim di perguruan tinggi untuk mengadakan sosialisasi, pelatihan, penyuluhan, dan lain-lain agar diperoleh masukan untuk melakukan kegiatan selanjutnya;
5.    memberikan pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan dengan SAK ETAP sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Dari hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan di atas, perguruan tinggi dapat menyempurnakan kurikulum untuk pembelajaran akuntansi keuangan. Di samping itu masih banyak hal yang dapat dilakukan perguruan tinggi dalam membantu UKM,  misalnya membuatkan software untuk menyusun laporan keuangan sesuai SAK ETAP yang akan dapat dimanfaatkan oleh  UKM.