Mengelola Ide

Setiap orang pasti memiliki ide untuk sesuatu yang menjadi pusat perhatiannya. Namun kadang-kadang ide yang sudah terbesit di fikiran akhirnya menguap entah kemana. Hal ini disebabkan kita hanya mencatat ide itu di dalam fikiran kita. Padahal sebagai manusia kita seringkali lupa akan sesuatu yang sudah terfikirkan itu karena berbagai sebab. Apakah itu karena terlalu banyak yang dikerjakan, atau karena kita merasa bahwa ide yang disampaikan itu terlalu sederhana sehingga tidak dikeluarkan, akhirnya ide itu terbenam di fikiran masing-masing.

Selain itu mungkin kita sering melihat kekurangan atas kegiatan yang dilakukan orang lain, dan melontarkan kritik kepada nya, padahal kita sendiri tidak melakukan apa-apa terhadap kegiatan tersebut. sehingga kita dijuluki oleh orang betawi OMDO alias omong doang, atau ada juga yang bilang NATO (No action talk only).

Nah, supaya kita tidak disoroti sebagai orang dengan kriteria seperti itu, bagaimana kalau kita sama-sama belajar untuk mengelola ide yang terbesit di fikiran dan dapat membantu kita untuk menyempurnakan sesuatu yang dianggap kurang. Continue reading “Mengelola Ide”

SAK ETAP SIAPA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA IMPLEMENTASINYA?

SAK ETAP yang merupakan kepanjangan dari Standar akuntansi keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik ditetapkan oleh ikatan akuntansi indonesia untuk perusahaan kecil dan menengah. SAK ETAP ini dimaksudkan agar semua unit usaha menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Standar ETAP ini cukup sederhana dan pasti tidak akan menyulitkan bagi penggunanya.
Kenapa ini harus dilakukan?  karena ….. semua perusahaan tentunya menginginkan usahanya terus berkembang. Untuk mengembangkan usaha tentu berbagai upaya dilakukan. Salah satu upaya itu adalah perlunya meyakinkan publik bahwa usaha yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan.
Bagaimana cara mempertanggungjawabkannya?  Ya… susun dan sajikanlah laporan keuangan sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan standar, akan membantu manajemen perusahaan untuk memperoleh berbagai kemudahan, misalnya saja: dapat untuk menentukan kebijakan perusahaan di masa yang datang; dapat memperoleh pinjaman dana dari pihak ketiga, dan lain-lain. Untuk perusahaan yang tergolong usaha kecil dan menengah dapat memilih standar yang akan digunakan dalam penyusunan laporan keuangan. Apakah akan menggunakan PSAK ETAP ataukah PSAK umum.
PSAK ETAP akan mulai diberlakukan pada akhir tahun 2011. Oleh sebab itu bagi perusahaan yang telah memutuskan akan menggunakan PSAK ETAP sudah harus mengadakan penyesuaian sejak tahun 2010. Penggunaan PSAK ini harus konsisten untuk tahun-tahun berikutnya. Apalagi yang sudah memutuskan untuk menggunakan PSAK umum dalam penyajian laporan keuangan, maka untuk selanjutnya tidak boleh merevisi kebijakannya ke PSAK ETAP.
Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan ETAP?
ETAP sebagaimana kepanjangan yang telah diuraikan di atas merupakan unit kegiatan yang melakukan aktifitas tetapi sahamnya tidak dimiliki oleh masyarakat atau dengan kata lain unit usaha yang dimiliki oleh orang perorang atau sekelompok orang, dimana kegiatan dan modalnya masih terbatas. Jenis kegiatan seperti ini di Indonesia menempati angka sekitar 80 %. Oleh sebab itu perlu adanya perhatian khusus dari semua pihak yang berkepentingan dalam kegiatan ini.
Di dunia pendidikan hal ini merupakan hal yang perlu menjadi perhatian serius, karena sangat mungkin banyak perusahaan yang masih belum mengetahui dan menerapkan PSAK ETAP, yang akan diberlakukan mulai 31 Desember 2011.  Oleh sebab itu dunia pendidikan tinggi harus sudah mulai menyosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat UKM. Langkah yang dapat ditempuh untuk kegiatan ini antara lain:
1.    ada tim khusus di perguruan tinggi yang serius ingin membantu UKM dalam menerapkan SAK ETAP;
2.    tim yang dibentuk memikirkan strategi yang akan dilakukan;
3.    tim melakukan survey terhadap UKM untuk melihat sejauhmana pemahaman dan penerapan SAK ETAP.
4.    jika kondisi ukm sebagian besar ternyata masih belum mengetahui dan menerapkannya, maka tugas dari tim di perguruan tinggi untuk mengadakan sosialisasi, pelatihan, penyuluhan, dan lain-lain agar diperoleh masukan untuk melakukan kegiatan selanjutnya;
5.    memberikan pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan dengan SAK ETAP sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Dari hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan di atas, perguruan tinggi dapat menyempurnakan kurikulum untuk pembelajaran akuntansi keuangan. Di samping itu masih banyak hal yang dapat dilakukan perguruan tinggi dalam membantu UKM,  misalnya membuatkan software untuk menyusun laporan keuangan sesuai SAK ETAP yang akan dapat dimanfaatkan oleh  UKM.

Pentingnya Pengembangan Pusat Karir sebagai Sarana Promosi dan Penelitian

Pusat karir di perguruan tinggi merupakan sarana kegiatan yang sangat penting, karena adanya pusat karir akan memberi dampak yang positif kepada berbagai pihak. Oleh sebab itu pengelolaan yang serius dan dilakukan secara profesional akan memberikan hasil yang memuaskan. Yang dimaksud dengan penanganan serius dan profesional di sini adalah bahwa kegiatan pusat karir dibentuk sebagai lembaga atau unit kegiatan sendiri di dalam perguruan tinggi dan ada staf yang bertanggungjawab dalam pengelolaannya.
Fungsi yang dapat dijalankan pada pusat karir antara lain:
1.Tracer Study
2.Bursa Kerja online
3.Pameran Bursa Kerja
4.Rekruitmen Kampus
5.Pelatihan-pelatihan (softskills, komputer, dll)
6.Promosi Pusat Karir
7.Magang
8.Konseling kerja, dll *)

*) hasil sosialisasi pengembangan pusat karir oleh DIKTI (23-35 Nov.2011 di Grand Palace Hotel – Surabaya

Pengelolaan pusat karir yang dilakukan secara serius dan profesional dapat digunakan sebagai sarana promosi dan penelitian. Hal ini jelas karena jika dilihat dari fungsi yang dapat dilakukan di  pusat karir sebagaimana diuraikan di atas, maka dapat diuraikan sebagai berikut.
1.Tracer Study; jika kegiatan ini dilakukan dengan serius dan sungguh-sungguh maka hasil dari kegiatan ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk promosi kampus. Selain itu hasil analysis dan interpretasi dari data yang diperoleh merupakan bahan penelitian yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan di perguruan tinggi baik sebagai bahan untuk pengembangan kurikulum, untuk pengambilan keputusan, atau bahkan menjadi bahan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut.
2.Bursa kerja online atau pun pameran bursa kerja
Kegiatan ini jelas merupakan kegiatan promosi  karena adanya bursa kerja baik yang dilakukan secara online maupun pameran pasti mengundang dua pihak yaitu pihak pencari kerja dan pihak perusahaan atau instansi yang menawarkan lowongan kerja.
Begitu juga untuk fungsi-fungsi kegiatan pusat karir yang lain, pasti mengandung dua hal sesuai topik tulisan ini yaitu  sebagai sarana promosi dan penelitian,