Skenario yang Tiada Tanding

Skenario Yang Tiada Tanding

Kehidupan yang selalu berputar, yang selalu berjalan dan yang selalu berubah membuat setiap manusia berfikir, berharap dan membayangkan warna kehidupan yang akan dijalaninya maupun yang sedang dijalaninya.
Suatu saat saya mengamati kehidupan seorang tetangga yang kalau dilihat ekonomi nya tergolong biasa-biasa saja, namun bila dilihat dari pembawannya yang tenang dan kelihatan bahagia kehidupan rumah tangganya, membuat saya tertarik untuk mengamatinya.
Orang ini secara kebetulan juga merupakan tetangga dekat yang punya kebiasaan sama berangkat ke masjid setiap solat subuh. Dalam amatan saya setiap berangkat ke masjid setelah keluar dari rumah dia selalu menengadahkan kepala sejenak dan dia sepertinya mengucapkan sesuatu, dalam hatiku dia ada pertanyaan “ Apa yang sebenarnya dia ucapkan?” Mengapa dia memilih waktu petang menjelang pagi?”.
Demikian juga pada saat pulang dari masjid dia juga melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan pada saat mau berangkat ke masjid yaitu melihat-lihat kelangit lagi dengan mengucapkan sesuatu….demikian seterusnya.
Kebiasaan-kebiasaan itu membuat saya tertarik untuk mengetahui lebih dekat dengan cara “nguping”, terutama berkaitan apa yang dia uacapkan. Diluar dugaan saya, ternyata pada saat dia berangkat setelah merenung sejenak dia berdoa dengan mengucapkan banyak bersyukur karena ditemukannya “pagi” kembali.
Kemudian disaat pulang dari masjid dia kembali lagi menengadahkan kepala ke langit, setelah itu saya menanyakan kembali apa yang dia ucapkan saat itu. Jawaban yang keluar sangat mengamkan yaitu dia seolah-olah menanyakan kepada Allah “Skenario apa lagi yang akan Engkau berikan pada kehidupan manusia ini ya…Allah? Dan mudah-mudahan aku mampu melaluinya dengan tetap ada dijalanMu.
Apabila kita merenung sejenak dengan do’a-do’a orang tersebut diatas, alangkah luar biasanya kewaspadaanya terhadap kehidupan yang sedang dan yang akan dijalaninya. Kewaspadaan inilah yang membuat hidupnya dibuat tidak hilang sia-sia.
Manusia ada yang tidak menyadari warna kehidupan yang sedang dan akan dijalaninya, yang ada hanyalah rasa penyesalan, rasa “sambat” apabila manusia sedang ditimpa suatu musibah dan ditimpa dengan sedikit kesusahan dan kesulitan hidup.
Yang sering kita dengar :
• Mengapa terjadi seperti ini, padahal saya sudah melakukan seperti ini…
• Mengapa manusia bisa melakukan seperti itu padahal dia sudah diingatkan kalau perbuatannya salah……
• Mengapa seorang yang dekat dengan agama masih melakukan dosa besar?
• Mengapa tsunami menimpa Negara yang sangat maju dengan tehnologinya?
Mungkin masih banyak lagi pertanyaan yang sering kita dengar , seolah-olah selama kita melakukan segala sesuatu yang kita anggap benar akan memberikan hasil yang pasti benar. Begitu luarbiasanya scenario Tuhan yang tidak pernah dapat diprediksi.
Disinilah tugas manusia untuk merenung dan mentadaburi kejadian baik yang sedang kita alami sendiri maupun kejadian yang ada pada diri orang lain. Subhanallah ……………….