Inflasi VS Daflasi

INFLASI VS DEFLASI

Seiringnya perjalanan kehidupan suatu Negara, kondisi yang selalu ada dalam ekonomi adalah terjadinya konjungtur atau pergerakan perekonomian tersebut. Ada kalanya kemakmuran tercipta namun tidak sedikit Negara yang mengalami peningkatan kemiskinannya.
Indicator yang selalu dipakai untuk melihat stabilitas perekonomian suatu Negara adalah tingkat inflasi yang terjadi dalam Negara tersebut.
Inflasi merupakan kondisi kecenderungan kenaikan harga barang-barang secara umum yang berlangsung secara terus menerus. Butuhkah masyarakat kita terhadap inflasi ini? Apakah tidak malah merugikan inflasi ini? Pemerintah harus meng-nol persenkan inflasi !
Banyak pertanyaan-pertanyaan yang timbul sehubungan inflasi, namun benarkah inflasi akan merusak kehidupan perekonomian nasional?
Baiklah, coba kita lihat mengapa perekonomian suatu Negara terjadi Inflasi. Banyak teori yang mengatakan bahwa terjadinya inflasi dikarenakan Agregate Demand (AD) lebih besar dari Agregate Supply (AS) apabila diurai lebih dalam secara teori, penyebabnya dapat dilihat hal-hal sebagai berikut :
1. Investasi > Saving
Dengan investasi yang tiggi menyebabkan jumlah uang beredar menjadi lebih besar, hal ini dalam jangka pendek tentunya tidak bisa diimbangi dengan tersedianya jumlah barang dan jasa yang dihasilkan dari investasi tersebut, sehingga ada gap antara jumlah uang yang beredar dan jumlah barang dan jasa yang tersedia dimasyarakat.
Kenaikan investasi ini bisa dikarenakan adanya kebijakan pemerintah ataupun karena fasilitas-fasilitas yang lain yang menyebabkan kenaikan investasi itu sendiri. Demikian juga yang terjadi dengan saving, dan hal-hal yang berhunbungan dengan hal itu antara lain ketidak tertarikan masyarakat terhadap tingkat suku bunga yang diterapkan perbankan ataupun dikarenakan penurunan pendapatan masyarakat.
2. Pengeluaran pemerintah (G) > Penerimaan (Tx dll)
Pengeluarang pemerintah dapat berupa belanja pegawai yang besar, subsidi yang diberikan kepada masyarakat ataupun pengeluaran-pengeluaran sehu bungan dengan bencana alam, sedangkan penerimaan berupa pajak lebih kecil .
3. Ekspor > Impor (berlaku untuk Negara tertentu)
Khusus untuk hal ini ten tunya tidak berlaku di Negara kita, disebabkan adanya hutang luar negeri dalam anggaran kita dan masih membutuhkan penerimaan dari ekspor,

Inflasi atau kondisi kenaikan harga apabila dilihat sepintas pada umumnya memang merugikan, namun yang perlu kita telusuri lagi adalah mengenai penyebab kenaikan harga tersebut dan besar kecilnya inflasi tersebut, apabila yang terjadi adalah kenaikan harga yang wajar dan dapat diterima oleh masyarakat banyak maka dapat dikatakan bahwa kenaikan harga tersebut tidaklah TERLALU mengganggu tingkat konsumsi masyarakat pada umumnya. Bagi seorang pengusaha yang punya jiwa interpreneur tentunya adanya tidak keseimbangan antara AS dan AD dapat memberi peluang usaha baru, dan kondisi inilah yang dapat memacu seorang produsen untuk meningkatkan jumlah produksinya.
Ada seorang ekonom yang mengatakan bahwa seorang pengusaha membutuhkan inflasi 4-6%, hal ini didasarkan pada analisi peluang usaha yang bisa dimanfaatkan pengusaha untuk menambah tingkat Supply-nya, artinya tidak selalu tingkat inflasi akan mengganggu perekonomian suatu Negara, dengan catatan bahwa yang terjadi dalam perekonomian tersebut adalah inflasi yang tidak tinggi yang masing-masing Negara mempunyai indicator berbeda. Untuk Negara Indonesia ada kebijakan bahwa tingkat inflasi yang terjadi tidak boleh sampai “double digit”. Tentunya inilah yang diharapkan oleh pemerintah kita untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang selanjutnya berdampak pada kemampuan untuk menyerap tenaga kerja yang tersedia dinegara kita.

Bagaimana dengan deflasi?
Deflasi berbanding terbalik dengan inflasi, deflasi adalah kondisi penurunan harga barang-barang secara umum.
Hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya deflas merupakan kebalikan dari penyebab inflasi diatas.
Penurunan harga-harga akan berdampak pada penurunan pendapatan nasional, yang selanjutnya akan mempengaruhi pada tingkat konsumsi dan tingkat tabungan masyarakat yang ikut mengalami penurunan. Saving merupakan salah satu sumber untuk investasi, dengan demikian maka tingkat pertumbuhan ekonomi akan mengalami penurunan juga.
Jadi kesimpulannya inflasi maupun deflasi apabila dalam kondisi yang wajar tidak akan terlalu berdampak pada kehidupan masyarakat pada umumnya, justru inflasi sangat dibutuhkan oleh seorang pengusaha untuk meningkatkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.