Dampak Semakin Mudahnya Warga Asing Untuk Tinggal di Negara Kita dalam Jangka Waktu Yang Lama

Setelah melalui sidang cabinet untuk mengesahkan Undang-Undang pengganti mengenai mobilitas warga asing yang tinggal di Negara kita dan memutuskan untuk memberi kemudahan bagi warga Negara asing yang mau masuk dan tinggal untuk waktu lama, tentunya memberi dampak tersendiri terhadap persaingan kualitas sumberdaya manusia yang ada di Negara kita.
Adapun kemungkinan dampak positif dengan diberlakukannya Undang-undang ini adalah :

  1. Setiap warga Negara akan berusaha menambah ilmu pengetahuan dan ketrampilannya, baik melalui pendidikan formal maupun informal. Hal ini berlaku bagi mereka yang optimis dengan kemampuan yang dimilikinya dan fasilitas yang telah ada di Negara kita. Sedangkan bagi mereka yang pesimis akan menyerah dan menjauhi persaingan tersebut dengan bekerja di lahan yang kemungkinan orang asing tidak mau bekerja disektor tersebut.
  2. Bagi perusahaan akan diuntungkan dengan tersedianya tenaga kerja yang professional, yang sementara ini “orang asing” dianggap “lebih” baik cara pandang, cara pikir dan kemampuan yang lain oleh para pengelola atau pemilik perusahaan, apa lagi perusahaan tersebut merupakan persahaan multinasional yang natabene dibutuhkan karyawan yang menguasai bahasa, budaya dimana perusahaan tersebut berdiri di Negara asing.
  3. Bagi Pemerintah kalau dilihat dari sisi ekonomi, tentunya dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan kepada warga Negara asing ini akan dapat memacu peningkatan jumlah produksi yang selanjutnya akan meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga akan tercipta tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang selanjutnya mampu untuk menciptakan lapangan kerja yang baru bagi tenaga kerja di Indonesia. Selain ada penerimaan-penerimaan dari factor pajak.
  4. Bagi masyarakat akan ada transfer ilmu pengetahuan dari warga Negara asing, sehingga mampu menyesuaikan perkembangan iptek dalam dunia usaha.

Adapun dampak negative yang perlu diwaspadai, antara lain adalah :
1. Bagi tenaga kerja dalam negeri akan semakin tergeser. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa anggapan terhadap kemampuan warga asing yang “lebih”. Lebih parah kalau fasilitas dari pemerintah tidak memadai, misalnya di pendidikan formal yang disediakan, pada kenyataanya sekarang banyak lembaga pendidikan-pendidikan baik tingkat bawah,menengah maupun pendidikan tinggi yang masih memungut bayaran ‘mahal’ dari masyarakat dengan berbagai macam dalil yang dipakai, sehingga bagi mereka yang tidak mempu membayar tentunya akan tersingkir dengan sendirinya. Selain itu belum meratanya fasilitas-fasilitas pendidikan yang memadai di pelosok-pelosok tanah air.
2. Kemungkinan budaya asing (‘negatif’/ kurang sesuai dengan adat ‘ketimuran’)yang dengan sendirinya akan ikut berkembang pesat, selain dipengaruhi oleh kecanggihan tehnologi maupun dengan kedatangan warga Negara asing yang semakin banyak.

Skenario yang Tiada Tanding

Skenario Yang Tiada Tanding

Kehidupan yang selalu berputar, yang selalu berjalan dan yang selalu berubah membuat setiap manusia berfikir, berharap dan membayangkan warna kehidupan yang akan dijalaninya maupun yang sedang dijalaninya.
Suatu saat saya mengamati kehidupan seorang tetangga yang kalau dilihat ekonomi nya tergolong biasa-biasa saja, namun bila dilihat dari pembawannya yang tenang dan kelihatan bahagia kehidupan rumah tangganya, membuat saya tertarik untuk mengamatinya.
Orang ini secara kebetulan juga merupakan tetangga dekat yang punya kebiasaan sama berangkat ke masjid setiap solat subuh. Dalam amatan saya setiap berangkat ke masjid setelah keluar dari rumah dia selalu menengadahkan kepala sejenak dan dia sepertinya mengucapkan sesuatu, dalam hatiku dia ada pertanyaan “ Apa yang sebenarnya dia ucapkan?” Mengapa dia memilih waktu petang menjelang pagi?”.
Demikian juga pada saat pulang dari masjid dia juga melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan pada saat mau berangkat ke masjid yaitu melihat-lihat kelangit lagi dengan mengucapkan sesuatu….demikian seterusnya.
Kebiasaan-kebiasaan itu membuat saya tertarik untuk mengetahui lebih dekat dengan cara “nguping”, terutama berkaitan apa yang dia uacapkan. Diluar dugaan saya, ternyata pada saat dia berangkat setelah merenung sejenak dia berdoa dengan mengucapkan banyak bersyukur karena ditemukannya “pagi” kembali.
Kemudian disaat pulang dari masjid dia kembali lagi menengadahkan kepala ke langit, setelah itu saya menanyakan kembali apa yang dia ucapkan saat itu. Jawaban yang keluar sangat mengamkan yaitu dia seolah-olah menanyakan kepada Allah “Skenario apa lagi yang akan Engkau berikan pada kehidupan manusia ini ya…Allah? Dan mudah-mudahan aku mampu melaluinya dengan tetap ada dijalanMu.
Apabila kita merenung sejenak dengan do’a-do’a orang tersebut diatas, alangkah luar biasanya kewaspadaanya terhadap kehidupan yang sedang dan yang akan dijalaninya. Kewaspadaan inilah yang membuat hidupnya dibuat tidak hilang sia-sia.
Manusia ada yang tidak menyadari warna kehidupan yang sedang dan akan dijalaninya, yang ada hanyalah rasa penyesalan, rasa “sambat” apabila manusia sedang ditimpa suatu musibah dan ditimpa dengan sedikit kesusahan dan kesulitan hidup.
Yang sering kita dengar :
• Mengapa terjadi seperti ini, padahal saya sudah melakukan seperti ini…
• Mengapa manusia bisa melakukan seperti itu padahal dia sudah diingatkan kalau perbuatannya salah……
• Mengapa seorang yang dekat dengan agama masih melakukan dosa besar?
• Mengapa tsunami menimpa Negara yang sangat maju dengan tehnologinya?
Mungkin masih banyak lagi pertanyaan yang sering kita dengar , seolah-olah selama kita melakukan segala sesuatu yang kita anggap benar akan memberikan hasil yang pasti benar. Begitu luarbiasanya scenario Tuhan yang tidak pernah dapat diprediksi.
Disinilah tugas manusia untuk merenung dan mentadaburi kejadian baik yang sedang kita alami sendiri maupun kejadian yang ada pada diri orang lain. Subhanallah ……………….

Inflasi VS Daflasi

INFLASI VS DEFLASI

Seiringnya perjalanan kehidupan suatu Negara, kondisi yang selalu ada dalam ekonomi adalah terjadinya konjungtur atau pergerakan perekonomian tersebut. Ada kalanya kemakmuran tercipta namun tidak sedikit Negara yang mengalami peningkatan kemiskinannya.
Indicator yang selalu dipakai untuk melihat stabilitas perekonomian suatu Negara adalah tingkat inflasi yang terjadi dalam Negara tersebut.
Inflasi merupakan kondisi kecenderungan kenaikan harga barang-barang secara umum yang berlangsung secara terus menerus. Butuhkah masyarakat kita terhadap inflasi ini? Apakah tidak malah merugikan inflasi ini? Pemerintah harus meng-nol persenkan inflasi !
Banyak pertanyaan-pertanyaan yang timbul sehubungan inflasi, namun benarkah inflasi akan merusak kehidupan perekonomian nasional?
Baiklah, coba kita lihat mengapa perekonomian suatu Negara terjadi Inflasi. Banyak teori yang mengatakan bahwa terjadinya inflasi dikarenakan Agregate Demand (AD) lebih besar dari Agregate Supply (AS) apabila diurai lebih dalam secara teori, penyebabnya dapat dilihat hal-hal sebagai berikut :
1. Investasi > Saving
Dengan investasi yang tiggi menyebabkan jumlah uang beredar menjadi lebih besar, hal ini dalam jangka pendek tentunya tidak bisa diimbangi dengan tersedianya jumlah barang dan jasa yang dihasilkan dari investasi tersebut, sehingga ada gap antara jumlah uang yang beredar dan jumlah barang dan jasa yang tersedia dimasyarakat.
Kenaikan investasi ini bisa dikarenakan adanya kebijakan pemerintah ataupun karena fasilitas-fasilitas yang lain yang menyebabkan kenaikan investasi itu sendiri. Demikian juga yang terjadi dengan saving, dan hal-hal yang berhunbungan dengan hal itu antara lain ketidak tertarikan masyarakat terhadap tingkat suku bunga yang diterapkan perbankan ataupun dikarenakan penurunan pendapatan masyarakat.
2. Pengeluaran pemerintah (G) > Penerimaan (Tx dll)
Pengeluarang pemerintah dapat berupa belanja pegawai yang besar, subsidi yang diberikan kepada masyarakat ataupun pengeluaran-pengeluaran sehu bungan dengan bencana alam, sedangkan penerimaan berupa pajak lebih kecil .
3. Ekspor > Impor (berlaku untuk Negara tertentu)
Khusus untuk hal ini ten tunya tidak berlaku di Negara kita, disebabkan adanya hutang luar negeri dalam anggaran kita dan masih membutuhkan penerimaan dari ekspor,

Inflasi atau kondisi kenaikan harga apabila dilihat sepintas pada umumnya memang merugikan, namun yang perlu kita telusuri lagi adalah mengenai penyebab kenaikan harga tersebut dan besar kecilnya inflasi tersebut, apabila yang terjadi adalah kenaikan harga yang wajar dan dapat diterima oleh masyarakat banyak maka dapat dikatakan bahwa kenaikan harga tersebut tidaklah TERLALU mengganggu tingkat konsumsi masyarakat pada umumnya. Bagi seorang pengusaha yang punya jiwa interpreneur tentunya adanya tidak keseimbangan antara AS dan AD dapat memberi peluang usaha baru, dan kondisi inilah yang dapat memacu seorang produsen untuk meningkatkan jumlah produksinya.
Ada seorang ekonom yang mengatakan bahwa seorang pengusaha membutuhkan inflasi 4-6%, hal ini didasarkan pada analisi peluang usaha yang bisa dimanfaatkan pengusaha untuk menambah tingkat Supply-nya, artinya tidak selalu tingkat inflasi akan mengganggu perekonomian suatu Negara, dengan catatan bahwa yang terjadi dalam perekonomian tersebut adalah inflasi yang tidak tinggi yang masing-masing Negara mempunyai indicator berbeda. Untuk Negara Indonesia ada kebijakan bahwa tingkat inflasi yang terjadi tidak boleh sampai “double digit”. Tentunya inilah yang diharapkan oleh pemerintah kita untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang selanjutnya berdampak pada kemampuan untuk menyerap tenaga kerja yang tersedia dinegara kita.

Bagaimana dengan deflasi?
Deflasi berbanding terbalik dengan inflasi, deflasi adalah kondisi penurunan harga barang-barang secara umum.
Hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya deflas merupakan kebalikan dari penyebab inflasi diatas.
Penurunan harga-harga akan berdampak pada penurunan pendapatan nasional, yang selanjutnya akan mempengaruhi pada tingkat konsumsi dan tingkat tabungan masyarakat yang ikut mengalami penurunan. Saving merupakan salah satu sumber untuk investasi, dengan demikian maka tingkat pertumbuhan ekonomi akan mengalami penurunan juga.
Jadi kesimpulannya inflasi maupun deflasi apabila dalam kondisi yang wajar tidak akan terlalu berdampak pada kehidupan masyarakat pada umumnya, justru inflasi sangat dibutuhkan oleh seorang pengusaha untuk meningkatkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.

Ekonomi Rakyat Yang Syarat Makna

Akhir-akhir ini usaha pemerintah dalam mengembangkan usaha kecil sangat besar, hal ini dapat dilihat dari pengucuran dana yang dilakukan oleh lembaga perbankan kerjasama dengan pihak perguruan tinggi. Alas an yang paling utama sebenarnya adalah melatih mahasiswa untuk berwiraswasta, namun kalau dilihat keberlanjutannya adalah agar terciptanya usaha-usaha kecil yang dirintis oleh mahasiswa yang apabila dilihat dari kemampuan akademisnya sangat mumpuni, mereka dibekali oleh teori yang sangat matang.
Banyak tulisan yang menyatakan bahwa salah satu profil dari ekonomi rakyat adalah pendidikan yang dipunyai masih rendah, maka tepat kiranya kalau pemerintah ingin banyak melibatkan mahsiswa dalam pengembangannya.
Dampak lebih lanjut yang diharapkan tentunya adalah terciptanya ekonomi kerakyatan yang sangat kuat, sehingga perekonomian Negara sangat kuat.
Ada beberapa alasan ekonomi rakyat perlu dikembangkan :
1. Berkembangnya ekonomi rakyat berarti banyaknya masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ekonomi, sehingga hal ini akan dapat banyak menampung sebagian besar angkatan kerja yang semakin lama semakin besar seiring dengan perkembangan penduduk di Negara kita yang cukup pesat.
2. Mengurangi dikotomi antara sektor modern dan sektor tradisional.
3. Tidak meratanya distribusi pendapatan (karena terciptanya pemusatan ekonomi pada sebagian kecil orang yang mempunyai akses ke arah ekonomi biaya tinggi (ada fasilitas subsidi dan proteksi)).
4. Mewujudkan demokrasi ekonomi yang telah dicita-citakan oleh Negara kita.
Namun demikian ada beberapa hal yang menjadi kendala dalam pengembangan ekonomi rakyat atau yang lebih dikenal dengan usaha kecil, yaitu :
1. Usaha kecil atau usaha yang ada dalam Negara kita pada umumnya memiliki keterbatasan terhadap penguasaan dan pemilikan factor-faktor produksi, terutama permodalan
2. Rendahnya nilai tukar komoditi yang dihasilkan oleh usaha rakyat karena akses pemasaran sempit dan lembaga rakyat belum perperan secara optimal dalam memfasilitasi kegiatan ekonomi.
3. Rendahnya kemampuan SDM termasuk ketrampilan tehnik produksi dan manajemen usaha. (Adi Sasono)

Namun dari ketiga hal diatas yang paling berperan sangat besar tentunya adalah Sumber Daya Manusia, kalaupun mereka mempunyai skill yang tinggi maka tidak menutup kemungkinan kesulitan permodalan, pemasaran dll, akan dapat diatasi dengan mudah. Akses permodalan menjadi sangat mudah apabila kita mempunyai kemampuan komunikasi dan hubungan yang baik dengan teman ataupun lembaga keuangan , kepercayaan merupakan factor penentu utama dalam penyaluran dana.
Pada saat ini tentunya sangat mudah menjalin komunikasi dengan teman atau orang yang kita kenal, kecanggihan tehnologi informasi membuat dunia tanpa batas, kapanpun dan dimanapun kita bisa berhubungan dengan orang yang kita kehendaki.
Apabila dilihat dari kesenangan banyak orang terhadap Facebook (FB), yang dulu hanya dimanfaatkan untuk mencari dan menyambung kembali persahabatan yang pernah putus karena jarak, sekarang sudah berubah menjadi ajang promosi produk.
Demikianlah, sumberdaya manusia sangat berperan dalam keberhasilan ekonomi kerakyatan.

Mengapa home industri lebih kuat ?

persaingan dunia usaha yang semakin ketat membuat pengusaha selalu mencari dan mencari terobosan baru yang memungkinkan untuk memenangkan persaingan tersebut. Ada cerita dari teman tentang kesuksesan seorang pengusaha garmen yang tiba-tiba harus gulung tikar hanya karena ada seorang karyawannya yang tidak suka mengenai kebijakan perusahaan.Meski hanya satu orang namun orang tersebut mempunyai kemampuan komunikasi yang baik sehingga mampu mempengaruhi karyawan yang lain untuk melakukan demo minta kenaikkan gaji, akhirnya karena perusahaan tidak mampu memenuhi tuntutan karyawannya maka perusahaan tersebut tutup. sehingga aset berupa gedung dan peralatan garmen tersebut tidak dipergunakan lagi.

Continue reading “Mengapa home industri lebih kuat ?”

Pengangguran dan makro ekonomi

Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.

Terjadinya pengangguran ini berkaitan pada ketidak seimbangan antara tingkat pertumbuhan ekonomi dengan pertumbuhan jumlah penduduk di suatu Negara. Sehingga kalau dihubungkan dengan tujuan Negara kita untuk mewujudkan pemerataan sangat tepat kiranya untuk mengatasi pengangguran ini. Artinya bahwa pendapatan nasional yang dicapai oleh Negara kita tidak semata-mata hanya diciptakan oleh sekelompok orang saja namun diharapkan bawa total produksi nasional ini merupakan sumbangan dari sebagian besar penduduk kita.

Continue reading “Pengangguran dan makro ekonomi”