STIE Malangkucecwara's Blog Communites

Google Docs, belajar untuk (lebih) berkolaborasi

Sudah 2 tahun terakhir ini saya diminta untuk mengajar Prakom I. Materi praktikum tersebut mengenai sekilas System Operasi Linux, word processor serta presentation. Didalam kelas saya bertanya kepada rekan-rekan mahasiswa mengenai pemahaman mereka tentang materi tersebut, dan ternyata hampir semuanya sudah mendapatkan materi tersebut saat SMA, bahkan banyak juga saat SMP sudah mendapatkan kelas office (yang dari SMK pun malah sudah memiliki pemahaman bagus tentang system operasi Linux!). Terus apa yang bisa saya ajarkan kepada mereka??

Hal-hal praktis! Teknis-teknik mendalam tentang office tidak semuanya kita gunakan langsung di kegiatan akademik/pekerjaan sehari-hari, apalagi sebagian besar dari rekan-rekan mahasiswa sudah mendapatkan materinya. Teknik seperti autocorrect yang bisa dimanfaatkan untuk memudahkan pengetikan, membuat daftar isi automatis, template dan style untuk keperluan-keperluan tertentu bisa diberikan kepada mereka. Tetapi setelah itu apa lagi? (Dan masih ada sisa pertemuan-pertemuan yang bisa dengan mudah disia-siakan.)

Beruntung masih ada satu pengalaman lagi yang bisa dibagi,
… Google Docs.

Dari setiap kelas yang saya ajar, (hampir) seluruh rekan-rekan mahasiswa masih asing dengan nama itu. Atau sudah pernah mendengar tetapi belum mencoba sampai mendalam, akibatnya mereka pun tidak mengetahui kekuatan sesungguhnya yang bisa dimanfaatkan untuk menguasai dunia! (Memang ngawur, tetapi minimal bisa dimanfaatkan untuk membuat kagum/jengkel teman satu kelompoknya  😀 )

Artikel ini akan membahas Google Docs, saya pecah-pecah beberapa bagian:

  1. <<you are here>>
  2. Apa, kenapa, bagaimana Google Docs?
  3. Jangan cuma dibaca, dicoba!
  4. …, kolabro…, kobalor…, kolorbra…, …kolaterasi? (*TING* An idea! Let’s make cola rasa terasi!)

1 Comment

  1. November 4, 2014    

    Saya sudah mulai menerapkannya. Terima kasih sudah share :)