SAHAM SYARIAH

 Pasar Modal Syariah (bagian 5):

SAHAM SYARIAH

 Penerapan prinsip syariah pada instrumen saham dilakukan berdasarkan penilaian atas saham yang diterbitkan oleh masing-masing perusahaan tesebut, karena instrumen saham sebetulnya telah sesuai dengan prinsip syariah mengingat saham bersifat penyertaan. Para ahli fiqih berpendapat bahwa suatu saham dapat dikategorikan memenuhi prinsip syariah apabila kegiatan perusahaan yang menerbitkan saham tersebut tidak tercakup pada hal-hal yang dilarang dalam syariah Islam, seperti:

  1.     alkohol;
  2.    perjudian;
  3.   produksi yang bahan bakunya berasal dari babi;
  4.   pornografi;
  5.  jasa keuangan yang bersifat konvensional; dan
  6.  asuransi yang bersifat konvensional.

 Penilaian kesyariahan suatu saham di samping dilihat dari sektor kegiatan usaha oleh perusahaan yang bersangkutan, juga bisa di dilihat dari sisi permodalan dari perusahaan dimaksud, seperti:1.     

  •   rasio atas utang dan ekuitas (debt to equity ratio);
  •   cash and interest bearing securities to equity ratio;
  •    rasio atas kas dan aset (cash to asset ratio)

Pengertian Saham Syariah

Pengertian Saham Syariah adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang menerbitkan saham tersebut dan harus memenuhi kriteria sebagai emiten syariah.

 

Prosedur Transaksi Saham

  1. Investor (Klien) terlebih dahulu menjadi nasabah Perusahaan Efek yang menjadi Anggota Bursa dengan menyetor sejumlah dana tertentu. Ada yang mewajibkan nasabah menyetor dana minimal Rp. 15 juta, dan ada yang  Rp. 25 juta. Minimal pembelian saham sebanyak 1 lot (500 lembar saham).
  2. Jika investor ingin membeli/menjual saham harus terlebih dahulu memberikan perintah jual/beli kepada Perusahaan Efek (sebagai broker), di mana investor sebagai nasabahnya. Perintah jual/beli saham dapat melalui telepon atau secara tertulis yang berisikan nama saham, jumlah saham yang akan dijual/dibeli, dan harga yang diinginkan investor.
  3. Selanjutnya perintah dari investor akan diverifikasi oleh Perusahaan Efek, dan dilanjutkan ke dalam sistem perdagangan di Bursa Efek.
  4. Semua perintah jual/beli dari seluruh Perusahaan Efek yang menjadi anggota bursa, dikumpulkan dan dimasukkan dalam sistem JATS.
  5. Selanjutnya penawaran jual dan permintaan beli diproses oleh JATS dengan memperhatikan prioritas harga, dalam arti permintaan beli pada harga yang lebih tinggi memiliki prioritas terhadap permintaan beli pada harga yang lebih rendah. Sedangkan penawaran jual pada harga yang lebih rendah memiliki prioritas terhadap penawaran jual pada harga yang lebih tinggi.
  6. Jika penawaran jual atau permintaan beli diajukan pada harga yang sama, JATS memberikan prioritas kepada permintaan beli atau penawaran jual yang diajukan terlebih dahulu (time priority).
  7. Penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dijamin oleh Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
  8. Penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dilaksanakan melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) setelah melalui kliring secara netting oleh KPEI.