Pengelolaan Premi Asuransi Syariah Oleh: Amir Kusnanto

Dalam pengelolaan premi yang dibayar peserta dipisahkan dan dimasukkan ke dalam 2 rekening yaitu rekening dana tabungan dan rekening tabarru. Mekanisme pengelolaan premi ada 2 yakni:

  1. Mekanisme pengelolaan premi yang tidak mengandung unsur tabungan.
  2. Mekanisme pengelolaan premi yang mengandung unsur tabungan.

Continue reading “Pengelolaan Premi Asuransi Syariah Oleh: Amir Kusnanto”

Reasuransi Syariah (Retafakul) Oleh: Amir Kusnanto

Semakin berkembangnya asuransi syariah di Indonesia, memerlukan adanya reasuransi yang beroperasional sesuai syariah Islam untuk bekerjasama yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Reasuransi syariah diperlukan oleh  asuransi syariah untuk saling membantu bilamana terjadi klaim dari peserta pada waktu yang tidak dapat diperkiraan sebelumnya. Di mana besarnya klaim tersebut di luar batas kemampuan membayar asuransi syariah. Kemampuan perusahaan asuransi syariah untuk menanggung risiko dari suatu pertanggungan disebut “retensi”, yang merupakan batas maksimum dari total klaim yang harus dibayar perusahaan asuransi syariah. Bilamana total klaim yang harus dibayar melebihi retensi yang telah ditentukan perusahaan asuransi, maka perlu adanya keterlibatan reasuransi syariah untuk ikut menanggung beban sebagian dari klaim tersebut. Jika hal ini tidak dilakukan, maka perusahaan asuransi syariah akan mengalami gagal bayar (default) yang berpotensi merugikan peserta karena klaimnya tidak dapat dibayar. Continue reading “Reasuransi Syariah (Retafakul) Oleh: Amir Kusnanto”

Premi, Klaim, Investasi, dan Permodalan Asuransi Syariah Oleh : Amir Kusnanto

Premi Asuransi Syariah

Premi adalah kewajiban peserta asuransi untuk memberikan sejumlah dana kepada perusahaan asuransi seuai dengan kesepakatan dalam akad. Premi yang harus dibayar peserta asuransi syariah langsung dipisah ke dalam 2 rekening yang terdiri dari:

  • Dana Tabungan, adalah dana titipan dari peserta asuransi syariah (life insurance) dan akan mendapatkan bagi hasil setiap tahun. Dana dan bagi hasil akan dikembaikan kepada peserta apabila yang bersangkutan mengajukan klaim, baik klaim nilai tunai maupun klaim manfaat asuransi.

 

  • Tabarru adalah derma atau dana sosial yang diberikan dan diikhlaskan oleh peserta asuransi syariah, jika sewaktu-waktu akan dipergunakan untuk membayar klaim atau manfaat asuransi (life & general insurance)

Disini perusahaan asuransi syariah bertindak hanya sebagai “pengelolah dana”, premi tetap milik peserta (kecuali tabbarru) yang telah diikhlaskan untuk dana sosial.

Continue reading “Premi, Klaim, Investasi, dan Permodalan Asuransi Syariah Oleh : Amir Kusnanto”

MENGENAL ASURANSI SYARIAH Oleh: Amir Kusnanto

Pengertian Asuransi Syariah (Takaful)

Istilah lain asuransi syariah adalah takaful, yang berasal dari kata “takafala- yatafakalu”, yang berarti menjamin atau saling menanggung. Takaful dalam pengertian muamalah berarti saling menanggung risiko diantara sesama orang, sehingga antar satu orang menjadi penanggung atas risiko yang lain. Saling menanggung risiko tersebut atas dasar saling tolong-menolong yang diwujudkan dengan mengeluarkan dana tabarru (dana sosial) untuk kepentingan bersama.

DSN-MUI mendifinisikan Asuransi Syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru yang memberi pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah. Continue reading “MENGENAL ASURANSI SYARIAH Oleh: Amir Kusnanto”

PERKEMBANGAN ASURANSI SYARIAH (TAKAFUL) DI INDONESIA Oleh : Amir Kusnanto

Berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI) pada tanggal 1 Nopember 1991 memberikan inspirasi ummat muslim perlunya didirikan asuransi syariah di Indonesia. Kemudian, pada tanggal 27 Juli 1993 Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) melalui Yayasan Abdi Bangsa, bersama BMI dan perusahaan Asuransi Tugu Mandiri memprakarsai berdirinya asuransi syariah dengan membentuk Tim Pembentukan Asuransi Takaful Indonesia (TEPATI). TEPATI merealisasikan berdirinya PT. Syarikat Takaful Indonesia sebagai Holding Company dan 2 anak perusahaannya yaitu PT. Asuransi Takaful Keluarga (Asuransi Jiwa) dan PT. Asuransi Takaful Umum (Asuransi Kerugian). Continue reading “PERKEMBANGAN ASURANSI SYARIAH (TAKAFUL) DI INDONESIA Oleh : Amir Kusnanto”