JASA-JASA BANK SYARIAH

JASA-JASA BANK SYARIAH LAINNYA (BAG. 5)

by Amir Kusnanto

1. Wakalah (Akad Perwakilan)

Wakalah adalah akad perwakilan antara dua pihak. Wakalah umumnya diaplikasikan bank syariah untuk melakukan transfer, kliring, lalu lintas giro, dan inkaso. Wakalah bisa juga digunakan untuk keperluan transfer dana dari nasabah kepada beneficiary di tempat lain.

Berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional No: 10/DSN-MUI/IV/2000 tentang Wakalah, harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  1. Pernyataan ijab dan qabul harus dinyatakan oleh para pihak untuk menunjukkan kehendaknya dalam mengadakan kontrak (akad).
  2. Wakalah dengan imbalan bersifat mengikat dan tidak boleh dibatalkan secara sepihak.

2. Kafalah (Akad Jaminan)

Kafalah adalah akad jaminan dari satu pihak kepada pihak lainnya. Kafalah umumnya diaplikasikan bank syariah untuk membuat garansi bank atas suatu proyek (performance bond), partisipasi dalam tender (bid bond), atau pembayaran lebih dulu (advance payment bond), dan penerbitan Letter of Credit (LC).

Berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional No: 11/DSN-MUI/IV/2000 tentang Kafalah, harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  1. Pernyataan ijab dan qabul harus dinyatakan oleh para pihak untuk menunjukkan kehendak mereka dalam mengadakan kontrak (akad).
  2. Dalam akad kafalah, penjamin dapat menerima imbalan (fee) sepanjang tidak memberatkan.
  3. Kafalah dengan imbalan bersifat mengikat dan tidak boleh dibatalkan secara sepihak.

3. Al-Hawalah (Anjak Piutang)

Al-Hawalah adalah akad pemindahan hutang-piutang dari satu pihak kepada pihak lainnya. Al-Hawalah diaplikasikan bank syariah pada transaksi anjak piutang (factoring).

Anjak piutang di Indonesia baik yang konvensional maupun yang syariah masih belum popular, karena usaha ini relatif baru dan masyarakat masih awam. Jadi perlu sosialisasi yang internsif agar anjak piutang dikenal masyarakat.

4. Ar-R a h n (Gadai)

Ar-Rahn adalah akad menggadaikan barang dari satu pihak kepada pihak lainnya, dengan uang sebagai penggantinya. Akad rahn umumnya digunakan sebagai akad tambahan pada pembiayaan yang berisiko dan memerlukan jaminan tambahan.

Gadai pada perbankan syariah mulai populer, tetapi yang diutamakan melayani gadai emas. Sudah banyak bank umum syariah baik milik pemerintah maupunswasta yang membuka gadai syariah, seperti Bank Mandiri Syariah.

5. Al-Sharf (Jual Beli Mata Uang)

Al-Sharf adalah transaksi jual-beli mata uang asing yang berbeda, seperti Rupiah dengan US Dollar, Rupiah dengan Euro. Sharf digunakan dalam bentuk baik uang kartal maupun uang giral.

Berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Jual Beli Mata Uang bahwa transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya dibolehkan dengan ketentuan sebagai berikut:

                1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).
          1. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan).
          2. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai.
          3. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.