INSTRUMEN PEMBAYARAN BERBASIS KARTU YANG POPULER !!

Instrumen Pembayaran Berbasis Kartu
Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) adalah alat pembayaran yang berupa kartu automated teller machine (ATM), kartu debet, dan kartu kredit.

APMK merupakan sistem pembayaran yang penggunaannya semakin meluas di masyarakat karena penggunaanya mudah, praktis dan memiliki fitur yang semakin banyak. Layanan yang disediakan mulai tarik tunai, transaksi pembayaran, dan melakukan transfer dana.
Proses penggunaan APMK yang praktis dengan menggunakan mesin ATM dan mesin electronic data capture (EDC) yang banyak ditemui di pusat keramaian dan pusat pembelanjaan, semakin digemari para pengguna.

Kartu ATM
Nasabah yang menyimpan dananya berupa tabungan di bank akan mendapatkan buku tabungan dan kartu ATM. Manfaat kartu ATM adalah mempermudah untuk bertransaksi melalui mesin ATM seperti tarik tunai dalam limit tertentu per hari, transfer dana antarbank, dan pembayaran transaksi lainnya seperti pembayaran belanja di mall, pulsa, listrik, pajak, tagihan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Layanan jaringan ATM semakin luas dengan adanya jaringan ATM bersama dalam negeri seperti (BCA, CAKRA, ALTO, FLASH, dan ATM BERSAMA). Layanan jaringan ATM bersama internsional ada 2 yaitu CIRRUS dan PLUS.

Kartu Debit
Kartu Debit adalah adalah alat pembayaran berbasis kartu yang pembayarannya dilakukan dengan mendebit rekening nasabah di bank penerbit. Sumber dana kartu debet berasal dari rekening simpanan nasabah yang akan berkurang secara otomatis bilamana digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran.

Penggunaan kartu debit di tempat-tempat pembelanjaan memudahkan konsumen untuk melakukan transaksi. Ada bank yang menawarkan kartu debit yang berkerjasama dengan Maestro dan Visa Electron, dan ada kartu debit yang dikeluarkan oleh bank yang bersangkutan. Hal ini menimbulkan banyaknya terminal pemrosesan transaksi di tempat-tempat perdagangan. Tetapi ada bank yang menerbitkan kartu dengan fungsi ganda sebagai kartu ATM dan kartu debit.

Perkembangan instrumen pembayaran berbasis kartu sangat pesat, tahun 2010 jumlahnya mencapai 51 juta kartu. Dari jumlah tersebut sebanyak 94,6% merupakan kartu ATM yang sekaligus sebagai kartu debit yang diterbitkan oleh 46 bank umum.  Sisanya 5,4% merupakan kartu ATM murni yang hanya dapat digunakan untuk tarik tunai, yang diterbitkan oleh 42 bank umum dan 6 BPR. Perkembangan dari sisi nilai transaksi tahun 2010 mencapai Rp. 1.991 trilyun, dengan volume sebanyak 1.806 juta transaksi.

Kartu Kredit
Kartu Kredit adalah alat pembayaran yang berbasis kartu, di mana dana untuk melakukan pembayaran transaksi berasal dari fasilitas pinjaman/kredit dari penerbit kartu. Kewajiban nasabah membayar bunga setelah batas waktu yang disepakati atau secara angsuran dan membayar biaya tahunan.

Kepemilikan dan penggunaan kartu kredit oleh masyarakat sudah semakin luas. Penggunaan kartu kredit semakin aman karena sejak tanggal 1 Januari 2010 seluruh kartu kredit yang dikeluarkan oleh penerbit di Indonesia dan beredar di Indonesia sudah menggunakan chip. Proses penggunaan kartu kredit di-dip pada  mesin EDC, tidak di gesek seperti kartu kredit yang masih menggunakan teknologi magnetic stripe.

Kartu kredit yang menggunakan teknologi chip penggunaannya lebih aman dan efisien, karena chip dapat menyimpan lebih banyak data. Selain itu, penggunaan kartu kredit dengan chip dapat mengurangi risiko pemalsuan kartu dan pencurian data identitas pada kartu (skimming).

Perkembangan kartu kredit cukup pesat, sampai akhir 2010 jumlah kartu kredit yang beredar sebanyak 13,4 juta kartu, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 18% per tahun. Dari sisi volume tumbuh 18,9% per tahun, dan rata-rata harian volume sekitar 500 ribu transaksi. Dari sisi nilai tumbuh 29,9% per tahun, dengan nilai rata-rata harian mencapai Rp 374,5 milyar.