Ada Apa Dengan Lulusan Perguruan Tinggi?

Indonesia yang memiliki lebih dari 100.000 perguruan tinggi, setiap tahunnya meluluskan lebih dari 3 juta sarjana baru. lalu apakah itu dapat ditampung oleh sektor dunia kerja saat ini, padahal jumlah lowongan kerja yang ditawarkan semakin sempit, sehingga  banyak pencari kerja kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai harapannya.

Dilain pihak Banyak perusahaan pengguna tenaga kerja kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai harapan dengan  kebutuhan yang di inginkan. Sealin itu  Belum siapnya pencari kerja, baik secara kualitas maupun mental menghadapi perlakuan di sektor dunia kerja saat ini, yang cendrung mempekerjakan mereka secara oftimal dibawa tekanan sebagai pekerja baru.

Berkaitan dengan  hal tersebut, kami ingin berbagi pemikiran tentang bagaimana    “Strategi Cara cepat Dapat Kerja”, kepada para lulusan  sarjana S1 & S2 agar mereka begitu lulus bisa dengan cepat mendapatkan pekerjaan sesui harapan yang diinginkan para pencari kerja, maupun harapan para pengguna tanaga kerja.

Mencari kerja adalah ibarat  menjual diri keperushaan dalam tanda (!) Kalau seandainya seorang konsumen  ingin membeli suatu barang atau jasa dari perusahaan, maka yang menjadi pertimbangan  sebagai konsumen ada empat  hal penting antara lain :

  1. Barang tersebut bisa didistribusikan sampai kekonsumen tepat pada saat di butuhkan , artinya barang tersebut memilki saluran distribusi yang tepat, dapat memiliki keunggulan tertentu agar dapat masuk dan bersaing di pasar sesuai kebutuhan saat itu.
  2. Barang tersebut berkualitas, artinya barang tersebut nantinya kalau di beli dapat memenuhi harapan pembeli, sehingga pembeli akan puas.
  3. Barang tersebut menarik , artinya barang tersebut memiliki kemasan yang menarik yang dapat mempengaruhi selera kita untuk tertarik membelinya. Contoh sederhana kalau anda membeli nasi bungkus kebetulan ada dua bungkus nasi yang  isinya sama  di bungkus dengan kertas ditawarkan pada anda,,, yang satu dibungkus kertas dan di beri stempel perusahaan penjualnya di kertas tersebut, sedangkan nasi bungkus yang satunya tampa ada stempel di kertasnya.  Saya yakin pasti anda akan mengambil nasi bungkus yang ada stempelnya tadi, itu tandanya bahwa jika kemasan yang menarik pada satu barang /jasa sangat mempengaruhi pembeli.
  4. Barang tersebut cukup dikenal,  artinya barang tersebut selalu di promosikan terus-menerus sehingga cukup familier  oleh kita. Suatu Barang/jasa walaupun nilainya biasa-biasa saja tapi jika sering di perkenalkan kepada kita, pasti kita akan terpengaruh untuk mencobanya/mengunakannya, artinya jika promosi suatu barang /jasa dilakukan terus menerus akan mempengaruhi konsumen untuk membelinya.

Itu adal hal-hal yang menjadi pertimbangan konsumen terhadap suatu barang/jasa. Bagaimana dengan menjual diri kita ke sektor dunia kerja (!), Hala-hal apa yang menjadi pertimbangan sektor dunia kerja, dan apa yang perlu kita persiapkan simak tulisan berikutnya

Comments are closed.